<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453</id><updated>2012-01-26T05:50:00.094-08:00</updated><category term='PERILAKU ORGANISASI'/><category term='Kebijakan Moneter Indonesia'/><category term='Akuntansi Biaya Standar'/><category term='Analisis Laporan Keuangan'/><category term='Manajemen Keuangan Indonesia'/><category term='MAZDA RX-8'/><category term='Proses Akuntansi'/><category term='definisi saham dan jenis saham'/><category term='Elastisitas Permintaan'/><category term='PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN SPM'/><category term='Surat Utang Negara(SUN) Indonesia'/><category term='Auditing'/><category term='Efisiensi Pasar di Indonesia'/><category term='Kepailitan'/><category term='Sistem Ekonomi Kerakyatan Indonesia'/><category term='SERBA-SERBI'/><category term='Pertumbuhan Ekonomi Indonesia'/><category term='Asbestos Disease'/><category term='Pasar Modal Indonesia'/><category term='Arbitrase'/><category term='Kondisi Ekspor Impor Indonesia'/><category term='Sistem Ekonomi Syariah/Islam'/><category term='Kendala Pengelolaan Kekayaan Indonesia'/><category term='Restrukturisasi dan Privatisasi BUMN Indonesia'/><category term='Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan'/><category term='PERENCANAAN STRATEGIS'/><category term='Perdagangan Internasional Pasca Globalisasi'/><category term='ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI'/><category term='Strategi Korporat'/><category term='Saham Treasury'/><category term='Kebijakan APBN Indonesia'/><category term='Investasi dan Konsumsi Indonesia'/><category term='Utang Obligasi Indonesia'/><category term='Penetapan Harga Transfer'/><category term='Biaya dan Definisinya'/><category term='analisis ekonomi'/><category term='Produk Domestik Bruto Indonesia'/><category term='Inflasi dan dampaknya bagi Indonesia'/><category term='Ekuitas'/><category term='OPEL ZAFIRA 2003'/><category term='sistem ekonomi neoliberal Indonesia'/><category term='Komunikasi'/><category term='Organisasi Nirlaba'/><category term='Akuntansi Sektor Publik di Indonesia'/><category term='Penghasilan'/><category term='SISTEM INFORMASI DAN STRATEGI BISNIS'/><category term='Merger Perusahaan'/><category term='Utang Luar Negeri Indonesia'/><category term='Cancer Antitoxin-Statins'/><category term='FOREX (VALAS)'/><category term='Kebijakan Fiskal Indonesia'/><category term='Laba'/><category term='Anggaran (Budgeting)'/><category term='PUSAT LABA'/><title type='text'>MAKALAH ARTIKEL EKONOMI INDONESIA</title><subtitle type='html'>makalah dan artikel perekonomian global dan Perekonomian Indonesia, dampak sebuah fenomena ekonomi terhadap kehidupan perekonomian suatu negara,Disertai analisis dari berbagai sudut pandang ekonomi,beserta tinjauan pemecahannya, uraian penyebab krisis ekonomi global dari zaman ke zaman, definisi globalisasi dan perkembangan sistem ekonomi kapitalisme, telaah perbankan nasional dan perbankan syariah, penjelasan otonomi daerah, telaah utang luar negeri, restrukturisasi dan privatisasi BUMN</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>59</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-1670282920430775504</id><published>2009-11-30T17:30:00.000-08:00</published><updated>2009-11-30T17:36:37.062-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SISTEM INFORMASI DAN STRATEGI BISNIS'/><title type='text'>MAKALAH SISTEM INFORMASI DAN STRATEGI BISNIS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Makalah ini membahas tentang Sistem Informasi dan Strategi Bisnis&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;.&lt;br /&gt;SISTEM INFORMASI DAN STRATEGI BISNIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sistem informasi strategis, sistem komputer yang digunakan level organisasi untuk mengubah sasaran, pengoperasian, produk, jasa, atau relasi lingkungan untuk membantu organisai meraih keunggulan kompetitif.&lt;br /&gt;Keputusan strategi bisnis dari perusahaan tergantung pada:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;    Produk dan jasa yang dhasilkan perusahaan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Industri di mana perusahaan bersaing&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Pesaing, pemasok, dan pelanggan dari perusahaan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Tujuan jangka panjang dari perusahaan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Strategi level Bisnis: Model Rantai Nilai&lt;br /&gt;Strategi yang paling umum untuk level ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;   menjadi penghasil produk dengan biaya produksi yang rendah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   mendiferensiasikan produk dan jasa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   mengubah lingkup persaingan baik dengan cara memperluas pasar sampai ke pasar global maupun dengan mempersempit pasar.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Model rantai nilai, model yang memberi perhatian pada aktivitas primer dan pendukung yang menambah nilai bagi produk dan jasa perusahaan di mana sistem informasi paling baik diterapkan untuk mendapatkan keunggulan kompetitif.&lt;br /&gt;Aktivitas primer yaituaktivitas yang langsung berhubungan dengan produksi dan distribusi produk perusahaan atau jasa. Sedangkan aktivitas pendukung adalah aktivitas yang memungkinkan pelaksanaan aktivitas primer. Terdiri dari infrastruktur organisasi, sumber daya manusia, teknologi, dan pengadaan.&lt;br /&gt;Nilai web mengacu ke jaringan pelanggan-terkendali pada perusahaan yang memanfaatkan teknologi informasi untuk mengkoordinasikan rantai nilainya agar secara kolektif menghasilkan produk atau jasa kepada pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Produk dan Jasa Sistem Informasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;System yang menciptakan diferensiasi produk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;    Perusahaan dapat menggunakan IT untuk mengembangkan produk-produk berbeda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Menciptakan loyalitas merek dengan mengembangkan produk yang unik dan baru dan jasa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Produk dan jasa tidak mudah diduplikasi oleh pesaing. Contohnya, Dell Corporation.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sistem yang Mendukung Ceruk Pasar&lt;br /&gt;Analisis intensif menggunakan data pelanggan untuk mendukung cara-cara baru menghubungi dan melayani pelanggan yang memungkinkan untuk mengembangkan ceruk pasar baru untuk produk atau jasa khusus. Contohnya, program frequent guest Hotel Wyndam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supply Chain Management dan Sistem Respon Pelanggan Efisien&lt;br /&gt;Sistem yang menghubungkan rantai nilai perusahaan ke rantai nilai pemasok dan konsumen. System yang secara langsung menghubungkan kembali perilaku konsumen ke distributor, produksi, dan supply chain. Contoh: Wal-Mart menghubungkan langsung pembelian pelanggan ke pemasok hampir saat itu juga. pekerjaan pemasok adalah untuk memastikan produk yang dikirim ke toko untuk menggantikan produk yang dibeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IT pada level organisasi digunakan untuk menghindari beralihnya konsumen ke pemasok lain dan mengikat mereka pada perusahaan. Biaya penggantian adalah biaya yang dikeluarkan oleh pelanggan atau perusahaan untuk waktu dan sumber daya yang terbuang sewaktu berganti dari satu pemasok atau ke sistem pemasok atau sistem pesaing. Contohnya, Baxter International.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi level-perusahaan dan Teknologi Informasi&lt;br /&gt;Memperluas kompetensi inti, kegiatan di mana perusahaan unggul sebagai pemimpin kelas dunia. Sistem informasi mendorong berbagi pengetahuan di seluruh unit bisnis dan karenanya perusahaan meningkatkan kompetensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi level-industri dan Sistem Informasi: kekuatan-kekuatan kompetitif dan perekonomian jaringan. Perusahaan beroperasi di lingkungan lebih besar yang terdiri dari perusahaan lain, pemerintah, dan bangsa. Kemitraan informasi, aliansi kerjasama yang dilakukan oleh dua atau lebih perusahaan yang bertujuan berbagi informasi untuk memperoleh keuntungan strategis. Membantu perusahaan mendapatkan akses ke pelanggan baru, menciptakan peluang-peluang baru untuk cross-selling dan penargetan produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Model lima kekuatan Porter&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam lingkungan yang lebih besar, terdapat lima kekuatan utama atau ancaman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;   Pasar baru pendatang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Produk dan jasa pengganti&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Pemasok&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Pelanggan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Perusahaan lain yang bersaing secara langsung&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Model kekuatan kompetitif, model yang digunakna untuk menjelaskan interaksi dari pengaruh-pengaruh eksternal, ancaman-ancaman khusus dan peluang-peluang, yang mempengaruhi strategi dan kemampuan organisasi dalam bersaing. Teknologi internet telah mempengaruhi struktur industri dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;    Memberikan teknologi yang mempermudah para pesaing untuk berkompetisi dalam hal harga dan para pemain baru pada pasar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Meingkatkan informasi yang tersedia bagi pelanggan dalm hal harga sehingga meningkatkan bargaining powernya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Menurunkan kekuatan pemasok&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Barang-barang substitusi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ekosistem bisnis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;IT memainkan peran yang kuat dalam menciptakan bentuk-bentuk baru produk ekosistem bisnis. Ekosistem bisnis adalah jaringan pemasok, distributor, perusahaan outsourcing, perusahaan jasa transportasi, dan teknologi manufaktur yang saling berkaitan. Sebagai contoh, Microsoft: 1 milyar PC di seluruh dunia dan ratusan ribu bisnis bergantung pada platform Microsoft. EBay: Jutaan orang dan ribuan perusahaan bisnis menggunakan platform ini. Wal-Mart: Enterprise sistem yang digunakan oleh pemasok untuk meningkatkan efisiensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jaringan Ekonomi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Produk dan layanan IT menunjukkan efek jaringan yang kuat dan berpotensi menciptakan situasi "winner take all". Jaringan menyebabkan biaya yang dikeluarkan untuk menambah partisipan lainnya nol atau sedikit, sebaliknya keuntungan yang diperoleh bisa semakin besar. Bertentangan dengan hukum penurunan laba pada produk industri dan pertanian. Contohnya, Nilai dari Internet tumbuh secara eksponensial dengan kenaikan linier pengguna. Karena perangkat lunak tertentu dapat menjadi standar (seperti sistem operasi Windows atau Windows Office), orang bisa terkunci ke dalam standar dan nilai Windows tumbuh karena semakin banyak orang yang menggunakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi yang bagus, menggunakan IT untuk membangun produk dan jasa yang menyebabkan efek jaringan. Peluang manajemen, Perusahaan menghadapi perkembangan IT berbasis peluang untuk mendapatkan keunggulan strategis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tantangan Manajemen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;    Beberapa perusahaan menghadapi rintangan besar dalam menerapkan sistem kontemporer.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Setelah keuntungan tercapai, ada kesulitan dalam mempertahankan keunggulan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Organisasi sering tidak dapat berubah untuk mengakomodasi teknologi baru dengan cukup cepat&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pedoman Penyelesaian melakukan analisis sistem strategis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;    Memahami struktur dan dinamika persaingan industri dimana perusahaan beroperasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Memahami rantai nilai bisnis, perusahaan, dan industri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Mempertimbangkan bagaimana perusahaan dapat mengelola "peralihan strategis" sebagai usaha untuk menerapkan sistem yang memberikan keunggulan kompetitif.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-1670282920430775504?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/1670282920430775504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/11/makalah-sistem-informasi-dan-strategi.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/1670282920430775504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/1670282920430775504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/11/makalah-sistem-informasi-dan-strategi.html' title='MAKALAH SISTEM INFORMASI DAN STRATEGI BISNIS'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-1971321439094337007</id><published>2009-11-20T21:08:00.000-08:00</published><updated>2009-11-20T21:14:05.550-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komunikasi'/><title type='text'>MAKALAH KOMUNIKASI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Makalah ini membahas segala sesuatu yang berhubungan ataupun yang mempengaruhi komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengertian (Definisi) Komunikasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi adalah hubungan kontak antar dan antara manusia baik individu maupun kelompok. Dalam kehidupan sehari-hari disadari atau tidak disadari komunikasi adalah bagian dari kehidupan manusia itu sendiri, paling tidak sejak ia dilahirkan sudah berkomunikasi dengan lingkungannya. Gerak dan tangis yang pertama pada saat ia dilahirkan adalah tanda komunikasi (Widjaja, 1986).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, untuk menjalin rasa kemanusiaan yang akrab diperlukan saling pengertian sesama anggota masyarakat. Dalam hal ini faktor komunikasi memainkan peran penting, apalagi bagi manusia modern. Manusia modern yaitu manusia yang cara berpikirnya tidak spekulatif, tetapi berdasarkan logika dan rasional (penalaran) dalam melaksanakan segala kegiatan dan aktivitasnya. Kegiatan dan aktivitasnya itu akan terselenggara dengan baik melalui proses komunikasi antar manusia. Komunikasi telah menjadi bahan dari kehidupan manusia. Berhasilnya suatu komunikasi ialah apabila kita mengetahui dan mempelajari unsur-unsur yang terkandung dalam proses komunikasi. Unsur-unsur yang dimaksud adalah sumber (resource), pesan (message), saluran (chanel, media) dan penerima (receiver, audience).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KOMPONEN KOMUNIKASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terdapat lima unsur dasar dalam komunikasi, yaitu pengirim, penerima, medium, pesan, dan beberapa bentuk umpan balik (tanggapan penerima pesan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengirim&lt;br /&gt;Pengirim sebagai pemrakarsa komunikasi, dapat merupakan sumber formal maupun informal. Sumber komunikasi formal mungkin berupa organisasi untuk memperoleh laba (komersial) maupun nirlaba. Sumber informal mungkin orang tua, atau teman yang memberikan informasi atau nasihat mengenai produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerima&lt;br /&gt;Penerima komunikasi pemasaran formal cenderung menjadi calon atau pelanggan yang dibidik (yaitu anggota audien yang dibidik oleh pemasar). Audien perantara dan yang tidak diharapkan juga mungkin menerima komunikasi para pemasar. Contoh, audien perantara adalah grosir, distributor, dan pedagang ritel, yang menerima iklan perdagangan pemasar yang dimaksudkan untuk membujuk mereka agar mau memesan dan mengadakan persediaan berang dagangan. Audien yang tidak diharapkan yaitu setiap orang yang terbuka terhadap pesan yang tidak ditargetkan khusus oleh pengirim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medium&lt;br /&gt;Medium atau saluran komunikasi mungkin impersonal (misalnya, media massa) atau interpersonal (pembicaraan resmi antara tenaga penjual dan pelanggan atau pembicaraan informal antara dua orang atau lebih yang terjadi secara langsung baik melalui telepon, surat maupun online).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan&lt;br /&gt;Pesan dapat bersifat verbal (lisan atau tertulis), nonverbal (foto, ilustrasi, atau symbol), atau kombinasi keduanya. Pesan verbal biasanya dapat mencakup informasi produk atau jasa yang lebih spesifik daripada pesan nonverbal. Pesan verbal yang digabungkan dengan pesan nonverbal sering memberikan lebih banyak informasi kepada penerima daripada salah satu diantara keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umpan Balik&lt;br /&gt;Umpan balik merupakan komponen yang sangat diperlukan dalam komunikasi interpersonal dan impersonal. Umpan balik yang cepat waktunya memungkinkan pengirim untuk memperkuat, mengubah, atau memodifikasi pesan untuk menjamin agar dapat dimengerti sesuai dengan yang dimaksudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PROSES KOMUNIKASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemrakarsa Pesan (Sumber)&lt;br /&gt;Sponsor atau pemrakarsa pesan harus memutuskan kepada siapa pesan harus dikirim dan apa yang harus disampaikannya, dan kemudian merumuskan pesan sedemikian rupa sehingga artinya ditafsirkan oleh audien yang dibidik persis seperti yang dimaksudkan. Sumber komunikasi impersonal biasanya adalah organisasi yang mengolah dan mengirimkan pesan yang tepat melalui departemen khusus atau juru bicara. Publisitas biasanya merupakan hasil usaha hubungan masyarakat dan cenderung dapat lebih dipercayai karena sumber atau maksud komersialnya tidak mudah diketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kredibilitas&lt;br /&gt;Kredibilitas sumber mempengaruhi perumusan pesan. Kredibilitas sumber yang merupakan unsur penting dalam daya persuasif pesan sering didasarkan pada maksud yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kredibilitas Sumber Informal&lt;br /&gt;Sumber informal atau sumber-sumber editorial dianggap dianggap sangat obyektif dan sangat kredibel. Kredibilitas yang meningkat yang diberikan oleh sumber informal tidak dapat dijamin sepenuhnya, walaupun ada aura obyektivitas yang dirasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kredibilitas Sumber Formal&lt;br /&gt;Sumber-sumber formal yang dirasa netral mempunyai kredibilitas yang lebih besar daripada sumber-sumber komersial karena persepsi bahwa mereka lebih obyektif dalam menilai produk. Kredilitas sumber komersial lebih problematic dan biasanya didasarkan pada penilaian gabungan atau reputasi, keahlian, pengetahuan, saluran ritel, dan jurubicara perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kredibilitas Jurubicara dan Pendukung&lt;br /&gt;Para konsumen kadang-kadang melihat jurubicara yang menyampaikan pesan produk sebagai sumber atau pemrakarsa pesan. Para peneliti telah mempelajari hubungan antara pengertian konsumen mengenai pesan dan bujukan, dan telah menemukan bahwa jika pengertian rendah, para penerima tergantung pada kredibilitas jurubicara dalam membentuk sikap terhadap produk, tetapi jika pengertian dan pengolahan informasi sistematis tinggi, keahlian sumber jauh lebih kecil pengaruhnya terhadap sikap penerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kredilitas Pesan&lt;br /&gt;Pengalaman sebelumnya yang diperoleh konsumen atas produk atau pedagang ritel tertentu berpengaruh besar terhadap kredibilitas pesan. Harapan terhadap produk yang terpenuhi cenderung meningkatkan kredibilitas pesan pada masa mendatang, sebaliknya produk yang mengecewakan cenderung mengurangi kredibilitas pesan pada waktu berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh Waktu Terhadap Kredibilitas Sumber&lt;br /&gt;Pengaruh persuasive dari sumber-sumber yang berkredibilitas tinggi tidak selalu bertahan lama, walaupun lebih berpengaruh daripada sumber yang berkredibilitas rendah. Riset menunjukkan bahwa baik pengaruh kredibilitas yang positif maupun negatif cenderung lenyap setelah sekitar 6 minggu. Gejala seperti ini disebut efek penidur (sleeper effect).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AUDIEN (PENERIMA PESAN) YANG DIBIDIK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Para penerima pesan menafsirkan pesan yang mereka terima berdasarkan pengalaman dan karakteristik pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian&lt;br /&gt;Tingkat ketepatan arti yang diperoleh dari pesan merupakan fungsi dari karakteristik pesan, kesempatan dan kemampuan penerima untuk mengolah pesan itu, dan motivasi penerima. Karakteristik pribadi seseorang mempengaruhi ketepatan dalam menafsirkan pesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana Hati (Mood)&lt;br /&gt;Suasana hati atau pengaruh perasaan memainkan peranan penting terhadap cara pesan yang diterima. Suasana hati konsumen mempengaruhi cara bagaimana sebuah iklan diterima, diingat, dan ditindaklanjuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hambatan Komunikasi&lt;br /&gt;Berbagai hambatan terhadap komunikasi dapat mempengaruhi ketepatan interpretasi pesan oleh konsumen. Hambatan ini meliputi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;    Persepsi selektif, para konsumen cenderung mengabaikan iklan-iklan yang tidak mengandung kepentingan khusus atau tidak berkaitan dengan mereka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Kegaduhan psikologis, misalnya pesan-pesan iklan yang bersaing, dapat mengganggu penerimaan suatu pesan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-1971321439094337007?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/1971321439094337007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/11/makalah-komunikasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/1971321439094337007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/1971321439094337007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/11/makalah-komunikasi.html' title='MAKALAH KOMUNIKASI'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-1168915015662293676</id><published>2009-11-13T06:54:00.000-08:00</published><updated>2009-11-13T07:10:12.025-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI'/><title type='text'>MAKALAH ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Makalah Informasi Akuntansi ini membahas mengenai Analisis sistem (system analisis) yang merupakan penguraian dari sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap analisis sistem dilakukan setelah tahap perencanaan sistem (system planning) dan sebelum tahap desaian sistem (sistem design). Tahap analisis merupakan tahap yang kritis dan sangat penting, karena kesalahan di dalam tahap ini akan menyebabkan juga kesalahan di tahap selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LANGKAH-LANGKAH ANALISIS SISTEM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Identify, yaitu mengidentifikasi masalah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Understand, yaitu memahami kerja dari sistem yang ada&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Analyze, yaitu menganalisis sistem&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Report, yaitu membuat laporan hasil analisis&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MENGIDENTIFIKASI MASALAH (LANGKAH 1)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Tugas-tugas dalam mengidentifikasi masalah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengidentifikasi Penyebab Masalah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengidentifikasi Titik Keputusan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengidentifikasi Personil-Personil Kunci&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MEMAHAMI KERJA DARI SISTEM YANG ADA (LANGKAH 2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Menentukan Jenis Penelitian.Meliputi: wawancara, observasi, daftar pertanyaan, pengambilan sampel&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Merencanakan Jadual Penelitian (Who, When, Where, What, How)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; Mengatur Jadual Wawancara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Mengatur Jadual Observasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Mengatur Jadual Pengambilan  Sampel&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Membuat Penugasan Penelitian&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membuat Agenda Wawancara&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengumpulkan Hasil Penelitian&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MENGANALISIS HASIL PENELITIAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Menganalisis Kelemahan Sistem&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; Menganalisis Distribusi Pekerjaan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Menganalisis Pengukuran  Pekerjaan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Menganalisis Keandalan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Menganalisis Dokumen &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Menganalisis Laporan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Menganalisis Teknologi&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Menganalisis Kebutuhan Informasi Pemakai/Manajemen , Walaupun menganalisis kelemahan-kelemahan dan permasalahan-permasalahan yang terjadi merupakan tugas yang perlu, tetapi tugas ini saja belum cukup. Tugas lain dari analis sistem yaitu menyediakan informasi yang dibutuhkan bagi para pemakainya&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MEMBUAT LAPORAN HASIL ANALISIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah proses analisis sistem ini selesai dilakukan, tugas berikutnya adalah membuat laporan hasil analisis. Laporan ini diserahkan ke steering committee yang seterusnya diserahkan ke manajemen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama penyerahan laporan ke manajemen&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Bahwa analisis telah selesai dilakukan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meluruskan kesalah-pengertian mengenai apa yang telah ditemukan dan dianalisis oleh analis sistem tetapi tidak sesuai menurut manajemen&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meminta pendapat-pendapat dan saran-saran dari pihak manajemen&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meminta persetujuan kepada pihak manajemen untuk melakukan tindakan selanjutnya (dapat berupa meneruskan ke tahap desain sistem atau menghentikan proyek bila dipandang tidak layak lagi).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-1168915015662293676?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/1168915015662293676/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/11/makalah-analisis-sistem-informasi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/1168915015662293676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/1168915015662293676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/11/makalah-analisis-sistem-informasi.html' title='MAKALAH ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-6466304144653577556</id><published>2009-11-08T19:56:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T20:16:38.865-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PUSAT LABA'/><title type='text'>MAKALAH PUSAT LABA|UNIT BISNIS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Makalah ini membahas tentang Pusat Laba dalam sebuah organisasi unit bisnis.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengertian Pusat Laba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Pusat laba adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya diukur berdasarkan laba (selisih antara pendapatan dan beban) yang diperoleh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pusat laba dapat dibentuk dengan struktur divisionalisasi, yang memungkinkan unit utama bertanggungjawab terhadap produksi dan pemasaran sekaligus. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pusat laba dibentuk dengan keputusan expense and revenue trade-off. Keputusan ini ditentukan dengan 2 kondisi, yaitu Manajer memiliki akses ke informasi yang relevan dalam membuat keputusan dan terdapat ukuran efektivitas atas trade-off yang dibuat manajer.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manfaat Pusat Laba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Kualitas keputusan manajer lebih meningkat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kecepatan pengambilan keputusan operasional lebih cepat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manajer kantor pusat dapat lebih berkonsentrasi pada hal-hal yang lebih luas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manajer lebih bebas menunjukkan imajinasi dan inisiatifnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberikan tempat pelatihan sempurna bagi kemampuan manajerial secara umum.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesadaran terhadap laba semakin meningkat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberikan informasi siap pakai kepada manajemen puncak tentang profitabilitas komponen-komponen individual perusahaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Output yg siap pakai membuat pusat laba sangat responsif terhadap tekanan utk meningkatkan kinerja kompetitif.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesulitan yang Dihadapi Pusat Laba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Hilangnya pengendalian karena pengambilan keputusan yang terdesentralisasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kualitas keputusan yang diambil unit akan berkurang apabila manajemen kantor pusat lebih mampu dan memiliki informasi yang lebih baik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perselisihan dapat meningkat (karena argumen-argumen tentang harga transfer, biaya umum dan kredit atas usaha bersama antara 2 unit).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kompetisi yang tinggi antar manajer unit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Adanya biaya tambahan karena duplikasi tugas di setiap pusat laba.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manajer yang kompeten terhadap satu kompetensi mungkin tidak ada.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cenderung kepada profitabilitas jangka pendek daripada profitabilitas jangka panjang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Optimalisasi laba dari pusat laba tidak dapat menjamin optimalisasi laba perusahaan secara keseluruhan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Unit Bisnis sebagai Pusat Laba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Hal utama yang harus dipertimbangkan adalah adanya batasan atas wewenang manajer unit bisnis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Batasan dapat muncul dari unit bisnis lain maupun dari manajemen korporat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Batasan dari unit bisnis lain akan semakin tidak terlihat apabila keputusan produk, keputusan pemasaran dan keputusan perolehan  dilakukan oleh satu unit bisnis, disamping itu terdapat sinergi antar unit bisnis. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Apabila ketiga keputusan diatas dibentuk dalam lebih dari 2 unit bisnis, maka batasan dari unit bisnis lain akan semakin terlihat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Batasan dari manajemen korporat dikelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu batasan-batasan yang timbul dari: pertimbangan-pertimbangan strategis, karena adanya keseragaman dan dari nilai ekonomis sentralisasi.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pusat Laba selain Unit Bisnis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Pemasaran. Biaya standar merupakan pertimbangan utama dalam harga transfer.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Manufaktur.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Diharapkan manajer membuat keputusan terpisah atas aktivitas pengendalian mutu, penjadwalan produk ataupun keputusan membuat atau membeli.&lt;br /&gt; Selisih antara harga jual produk dengan estimasi biaya pemasaran merupakan pertimbangan utama meskipun hanya merupakan laba semu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Unit Pendukung Pelayanan (pemeliharaan, TI, transportasi, teknik, konsultan, layanan konsumen dan aktivitas pendukung). Beban yang digunakan merupakan pertimbangan utama, jadi manajer harus mampu menentukan biaya pelayanan yang ekonomis meskipun berasal dari pemasok luar.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Kantor cabang&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengukur Profitabilitas Pusat Laba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Terdapat dua ukuran profitabilitas, yaitu kinerja manajemen dan kinerja ekonomis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kinerja manajemen berkaitan dengan kegiatan perencanaan, pengkoordinasian dan pengendalian kegaiatan sehari-hari pusat laba.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kinerja ekonomis berkaitan dengan kinerja pusat laba sebagai entitas ekonomi.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;br /&gt;Kinerja ekonomis dapat diukur dengan margin kontribusi, laba langsung, laba yang dapat dikendalikan, laba sebelum pajak dan laba bersih&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Margin Kontribusi.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Merupakan selisih antara pendapatan dengan beban variabel.&lt;br /&gt; Alasan penggunaan karena beban tetap berada diluar kendali manajer.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Laba Langsung.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Merupakan kontribusi pusat laba terhadap overhead umum dan laba perusahaan.&lt;br /&gt; Alasan penggunaan karena pengeluaran pusat laba merupakan tanggung jawab manajer pusat laba, baik pengeluaran yang dapat dikendalikan maupun yang tidak dapat dikendalikan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Laba yang Dapat Dikendalikan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Mempertimbangkan pengeluaran-pengeluaran pada tingkat tertentu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Laba Sebelum Pajak.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Mempertimbangkan pembebanan relatif dari biaya overhead korporat ke pusat laba.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Laba Bersih.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Mempertimbangkan jumlah laba bersih setelah pajak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Penentuan pendapatan yaitu ketika pesanan dibuat, pesanan dikirim atau ketika kas diterima sangat penting diperhatikan mengingat seluruh bagian pusat laba adalah bagian korporat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pertimbangan manajemen dalam hal beban yang dapat dikendalikan sangat penting, sehingga besarnya beban ini akan menunjukkan pos-pos yang benar-benar terjadi pada pusat laba.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-6466304144653577556?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/6466304144653577556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/11/makalah-pusat-labaunit-bisnis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/6466304144653577556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/6466304144653577556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/11/makalah-pusat-labaunit-bisnis.html' title='MAKALAH PUSAT LABA|UNIT BISNIS'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-8505869736034219575</id><published>2009-11-06T12:44:00.000-08:00</published><updated>2009-11-06T13:04:05.454-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN SPM'/><title type='text'>MAKALAH PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN|UNSUR SPM</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Makalah ini membahas salah satu dari unsur-unsur SPM,yaitu Pusat Pertanggungjawaban.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;PENGERTIAN PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Pusat pertanggungjawaban adalah organisasi yang dipimpin oleh seorang manajer yang bertanggungjawab terhadap aktivitas yang dilakukan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fungsi pusat pertanggungjawaban adalah sebagai mengimplementasikan strategi tertentu untuk mencapai tujuan perusahaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pusat pertanggungjawaban memperoleh input yang akan digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan (aktivitas)-nya dan menghasilkan output.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Output suatu pusat pertanggungjawaban juga bisa menjadi input untuk pusat pertanggungjawaban yang lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manajer pusat pertanggungjawaban bertanggungjawab untuk memastikan hubungan optimal antara input dengan output. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Hubungan antara input dan output ada yang bersifat timbal balik dan langsung, tetapi ada juga yang bersifat tidak langsung.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengukur input biasanya lebih mudah karena terdapat ukuran-ukuran fisik yang jelas (nilai moneter, jumlah tertentu, dlsb).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengukur output lebih sulit dilakukan, karena terkadang tidak terdapat ukuran fisik dan hubungan dengan input yang jelas, sehingga dibutuhkan angka-angka pengganti (surrogate numbers).  &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kinerja pusat pertanggungjawaban diukur dengan dua kriteria yaitu efisiensi dan efektivitas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Efisiensi merupakan rasio (perbandingan) antara input dengan output.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Efektivitas merupakan rasio (perbandingan) antara output yang dihasilkan dengan tujuannya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JENIS-JENIS PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Pusat Pendapatan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pusat Beban.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pusat Laba.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pusat Investasi.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PUSAT PENDAPATAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pusat pendapatan adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya diukur berdasarkan output (pendapatan) yang diukur secara moneter, akan tetapi tidak dihubungkan dengan input-nya (beban).&lt;br /&gt;Contoh: departemen pemasaran (penjualan). Departemen pemasaran tidak berwenang untuk menentukan harga pokok ataupun harga jual produk yang dihasilkan. Akan tetapi, ukuran utama kinerjanya adalah pendapatan yang diperoleh dari pemasaran produk tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PUSAT BEBAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pusat beban adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya diukur berdasarkan input yang diukur secara moneter, akan tetapi outputnya tidak diukur.&lt;br /&gt;Pusat Beban dibedakan menjadi dua jenis, yaitu&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;pusat beban teknik &lt;/li&gt;&lt;li&gt;pusat beban kebijakan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;PUSAT BEBAN TEKNIK&lt;br /&gt;Pusat beban teknik merupakan pusat pertanggungjawaban yang jumlah input (beban)-nya secara tepat dan memadai dapat diestimasikan dengan wajar.&lt;br /&gt;Ciri-ciri pusat beban teknik:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Input-nya dapat diukur secara moneter.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Input-nya dapat diukur secara fisik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jumlah rupiah optimal dan input yang dibutuhkan untuk menghasilkan 1 unit output, dapat ditentukan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contoh: Departemen pemanufakturan (produksi); Bagian penggajian.&lt;br /&gt;Dalam pusat beban teknik, efisiensi lebih ditekankan, sehingga output akan dibandingkan dengan beban standar. Disamping itu pusat beban teknik juga mempunyai tugas penting, yaitu menjaga mutu dan volume produksi, serta melakukan pelatihan, pengembangan dan penilaian untuk karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PUSAT BEBAN KEBIJAKAN&lt;br /&gt;Pusat beban kebijakan merupakan pusat pertanggungjawaban yang jumlah input (beban)-nya yang diestimasikan tidak tersedia. Oleh karena itu, beban-beban yang dikeluarkan tergantung pada penilaian manajemen, atas jumlah yang memadai untuk suatu kondisi.&lt;br /&gt;Contoh: Unit-unit administratif dan pendukung, seperti bagian akuntansi, hubungan masyarakat (humas), legal (hukum), bagian sumber daya manusia,  serta penelitian dan pengembangan (R &amp;amp; D).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri pengendalian pusat beban kebijakan:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Setiap kegiatan harus dilakukan penyusunan anggarannya. Pendekatan dalam penyusunan anggaran yang bisa digunakan adalah management by objective (suatu proses formal, dimana pembuat anggaran mengusulkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu dan menyarankan ukuran untuk evaluasi kinerjanya), yang bisa dilakukan dengan incremental budget (beban sekarang dijadikan dasar) atau zero-base review (anggaran selalu ditinjau ulang).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beban yang dikeluarkan jumlahnya bervariasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keuangan dikendalikan dengan partisipasi para manajer dalam perencanaan dan pelaksanaannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kinerja ditentukan dengan kemampuan manajer untuk menggunakan beban sesuai dengan jumlah yang dianggarkan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap pusat beban kebijakan lebih banyak mengalami kesulitan dalam menghubungkan antara input dengan hasil yang akan diperoleh dan keinginan yang besar untuk menunjukkan kinerja terbaik (sehingga seolah-olah kurang selaras dengan tujuan).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-8505869736034219575?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/8505869736034219575/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/11/makalah-pusat-pertanggungjawabanunsur.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/8505869736034219575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/8505869736034219575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/11/makalah-pusat-pertanggungjawabanunsur.html' title='MAKALAH PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN|UNSUR SPM'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-7692180786753365601</id><published>2009-11-06T08:26:00.000-08:00</published><updated>2009-11-06T08:56:02.984-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SERBA-SERBI'/><title type='text'>SERBA-SERBI LOSO:BREAST CANCER</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.blogcewek.info/2008_12_01_archive.html"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;LOSO&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; ONLINE&lt;/b&gt; adalah sebuah komunitas perkumpulan ataupun wadah bagi para blogger,cracker,hacker.Setiap minggu,komunitas ini selalu berkumpul membahas tentang berbagai hal. Tema yang sering dikupas dalam forum ini adalah mengenai internet marketing bisnis. Tema inilah yang sering menarik minat pengikut forum seiring dengan semakin susahnya memperoleh pekerjaan di dunia nyata.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Breast Cancer&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Breast cancer is the second major cause of cancer death in American women, with an estimated 44,190 lives lost (290 men and 43,900 women) in the United States in 1997. Although ovarian cancer accounts for fewer deaths than breast cancer, ovarian cancer still represents 4% of all female cancers. For some of the cases of both types of cancer, there is also a clear genetic link.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;In 1994, two breast cancer susceptibility genes were identified: BRCA1 on chromosome 17 and BRCA2 on chromosome 13. When individuals carry a mutation in either BRCA1 or BRCA2, they are at an increased risk of being diagnosed with breast or ovarian cancer at some point in their lives. Until recently, it was not clear what the function of these genes was, until studies on a related protein in yeast revealed their normal role: they participate in repairing radiation-induced breaks in double-stranded DNA. It is thought that mutations in BRCA1 or BRCA2 might disable this mechanism, leading to more errors in DNA replication and ultimately to cancerous growth.Thus far, the best opportunity to reduce mortality is through early detection (general screening of the population for BRCA1 and BRCA2 is not yet recommended). However, new strategies to find anticancer drugs are constantly being developed. The latest strategy, called "synthetic lethal screening", looks for new drug targets in organisms such as yeast and fruit flies. In the same way that studies in yeast recently helped to identify the functions of BRCA1 and BRCA2, it is thought that drugs that work in more primitive organisms will also be applicable to humans.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-7692180786753365601?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/7692180786753365601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/11/serba-serbi-losobreast-cancer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/7692180786753365601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/7692180786753365601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/11/serba-serbi-losobreast-cancer.html' title='SERBA-SERBI LOSO:BREAST CANCER'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-4682422869393466508</id><published>2009-11-04T17:03:00.000-08:00</published><updated>2009-11-04T17:53:04.143-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPEL ZAFIRA 2003'/><title type='text'>OPEL ZAFIRA 2003 SPECIFICATION|REVIEW</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://areamodification.blogspot.com/"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 270px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_lwdv8NgBtgA/SvItsOY0hfI/AAAAAAAAAqk/ZgUEcXW1toQ/s400/OPEL+Zafira+2003.jpg" alt="OPEL ZAFIRA 2003" title="OPEL ZAFIRA 2003" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400429140970341874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://areamodification.blogspot.com/"&gt;Autos workshop&lt;/a&gt; industry and everything about Opel Zafira 2003&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The 2003 face lift saw a restyled Zafira with a flashier grille categorical by chrome accents. Headlights were hardly redesigned while the front-end air assimilation was kept the same, with high-beam encasements at the sides. The agent range, still comprised of 4-valve butt arch units, was hardly broadened by replacing the ahead appear commonly aspirated 2.0 Liter Diesel plants with a added able &lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://areamodification.blogspot.com/"&gt;auto&lt;/a&gt; turbocharged version. Equipment levels were aloft with cartage accepting been accessible in two new trims, Maxx and Design Edition, both analogously priced.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The GSi Turbo in this &lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://areamodification.blogspot.com/2009/10/bi-turbo-design-and-function-audi-27.html"&gt;turbo design car&lt;/a&gt; is good, but it's costly to run and the ride is very hard. Before buying a late used model, check you can't beat the deal with a pre-registered new car. Car supermarkets often have some great offers - but ensure the vehicle is a genuine UK car, not a grey import. there's only really enough room for children in the rearmost seats. The chassis is beginning to show its age alongside rivals, but the Zafira's &lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://areamodification.blogspot.com/2009/10/bi-turbo-design-and-function-audi-27.html"&gt;function&lt;/a&gt; of safe handling is ideal for drivers who want stability and predictable road manners.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-4682422869393466508?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/4682422869393466508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/11/opel-zafira-2003-specificationreview.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/4682422869393466508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/4682422869393466508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/11/opel-zafira-2003-specificationreview.html' title='OPEL ZAFIRA 2003 SPECIFICATION|REVIEW'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_lwdv8NgBtgA/SvItsOY0hfI/AAAAAAAAAqk/ZgUEcXW1toQ/s72-c/OPEL+Zafira+2003.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-2964841993308728308</id><published>2009-11-04T03:31:00.000-08:00</published><updated>2009-11-04T04:14:09.766-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MAZDA RX-8'/><title type='text'>MAZDA RX-8 SPECIFICATION AND REVIEW</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://areamodification.blogspot.com/"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 296px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_lwdv8NgBtgA/SvFvn6m26aI/AAAAAAAAAqc/qXhehRtREI0/s400/mazda+rx8..jpg" alt="MAZDA RX-8" title="MAZDA RX-8" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400220159731755426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Many annual and &lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://areamodification.blogspot.com/"&gt;auto&lt;/a&gt; sites were quick to address the account that Mazda may (or is activity to) acquaint addition facelift adaptation of their RX-8 sports car at the accessible Frankfurt Show. And while we're acclimatized to common facelifts from Japanese carmakers, botheration is that Mazda presented the latest active RX-8 at aftermost year's Detroit Auto Show. Turns out that all the fuss was about the German bazaar admission ("Deutschland-premiere") of what is awash in best markets as the adapted RX-8 231HP with the R3 action package. Non believers may analysis out the (translated) German columnist absolution afterwards the jump.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lwdv8NgBtgA/SvFqU82pgSI/AAAAAAAAAqM/Jvh2GagOpls/s1600-h/mazda+rx8..2jpg.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 239px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lwdv8NgBtgA/SvFqU82pgSI/AAAAAAAAAqM/Jvh2GagOpls/s400/mazda+rx8..2jpg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400214336359203106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;It's all actual beautiful and hi-tech central as befits an X-Men 2 cine extra. One of the things that makes the RX-8 angle out as a abundant car, rather than alone a acceptable one, is the absorption to detail paid to the interior. There are no cheap-looking fittings, and while it would accept been almost accessible to abject the instruments and controls on those acclimated in the Mazda6, the RX-8 has its own bespoke interior. The few adamantine plastics about are atramentous high-gloss plastics that attending rather classy, and the way Mazda's designers accept again the triangular rotor appearance as architecture appearance in added genitalia of the car is one for the anoraks out there. There is a agenda speedometer set into the over-size rev counter, and the council caster is adapted with audio controls.As a &lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://areamodification.blogspot.com/2009/10/bi-turbo-design-and-function-audi-27.html"&gt;Turbo Design&lt;/a&gt;  car, he &lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://areamodification.blogspot.com/2009/10/bi-turbo-design-and-function-audi-27.html"&gt;Function&lt;/a&gt; the rotor turn inside the Rx8 sound almost like a turbo spooling with out the stress.  Now,Factory &lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://areamodification.blogspot.com/"&gt;&lt;em&gt;Auto Workshop&lt;/em&gt;&lt;/a&gt; Service Repair Manual of Mazda RX-8 can outspread everywhere.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-2964841993308728308?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/2964841993308728308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/11/mazda-rx-8-specification-and-review.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/2964841993308728308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/2964841993308728308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/11/mazda-rx-8-specification-and-review.html' title='MAZDA RX-8 SPECIFICATION AND REVIEW'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_lwdv8NgBtgA/SvFvn6m26aI/AAAAAAAAAqc/qXhehRtREI0/s72-c/mazda+rx8..jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-7994125990052798454</id><published>2009-11-03T07:30:00.000-08:00</published><updated>2009-11-03T08:35:44.797-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PERILAKU ORGANISASI'/><title type='text'>MAKALAH PERILAKU ORGANISASI (GOAL CONGRUENCE)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Makalah ini membahas tentang Perilaku Organisasi dan pengaruhnya terhadap Goal Congruence&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;.&lt;br /&gt;GOAL CONGRUENCE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;SPM memiliki tujuan utama untuk memastikan (sejauh mungkin) tingkat goal congruence yang tinggi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Goal congruence merupakan keselarasan antara tindakan-tindakan individu untuk meraih tujuan-tujuan pribadi guna membantu pencapaian tujuan organisasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam suatu organisasi, perilaku manusia pasti dipengaruhi oleh sistem formal (yang dibentuk oleh organisasi) maupun informal (etos kerja, gaya manajemen dan budaya). &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Faktor-Faktor informal yang mempengaruhi goal congruence terdiri dari faktor-faktor eksternal dan internal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Faktor eksternal, yaitu norma-norma mengenai perilaku yang diharapkan terjadi dalam masyarakat (dan organisasi merupakan bagian dari masyarakat).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Faktor –faktor eksternal yang mempengaruhi goal congruence adalah etos kerja dan norma spesifik sesuai industri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Etos kerja merupakan loyalitas seseorang terhadap organisasi, serta keuletan, semangat dan kebanggan yang dimiliki dalam menjalankan tugas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Faktor–faktor internal yang mempengaruhi goal congruence adalah budaya, gaya manajemen, hubungan informal dalam organisasi serta persepsi dan komunikasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Budaya dalam organisasi meliputi keyakinan bersama, nilai-nilai hidup yang dianut, norma-norma perilaku serta asumsi-asumsi yang secara implisit diterima dan secara eksplisit diterapkan pada seluruh jajaran organisasi. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Budaya sangat dipengaruhi oleh personalitas dan kebijakan manajer.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gaya manajemen memiliki dampak yang paling kuat terhadap pengendalian manajemen, karena sikap bawahan merupakan cerminan sikap atasannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hubungan informal juga dibutuhkan, meskipun hubungan formal telah ditetapkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cara-cara untuk mencapai tujuan organisasi juga harus dikomunikasikan dengan baik dan pesan-pesan yang disampaikan diharapkan dapat diinterpretasikan dengan makna yang sama.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;FAKTOR-FAKTOR FORMAL YANG MEMPENGARUHI GOAL CONGRUENCE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Faktor-faktor  formal yg mempengaruhi goal congruence terdiri dari SPM dan aturan-aturan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aturan-aturan merupakan seperangkat tulisan yang memuat semua jenis instruksi dan pengendalian (termasuk instruksi tentang jabatan, pembagian kerja, prosedur standar operasi, panduan-panduan dan tuntunan-tuntunan etis).&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Aturan-aturan dapat berisi hal-hal yang sederhana sampai yang rumit, pedoman kerja yang ketat sampai fleksibel maupun tindakan positif (pelarangan tindakan negatif).&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Jenis-jenis aturan dapat berupa :&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Pengendalian fisik terhadap semua aktiva organisasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Panduan manual yang ditinjau secara berkala.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengamanan terhadap sistem informasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sistem pengendalian tugas.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Proses pengendalian formal diawali dengan perencanaan strategis (sesuai tujuan dan strategi organisasi), penyusunan anggaran, pelaksanaan rencana (kinerja aktual, sesuai dengan aturan organisasi), pelaporan hasil kinerja dan evaluasi hasil kinerja.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Strategi juga dipengaruhi oleh struktur organisasi, sehingga SPM juga demikian. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Organisasi dapat memiliki beberapa struktur, yaitu:&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Struktur fungsional (setiap manajer bertanggungjawab atas area fungsional dalam organisasi). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Kelebihannya adalah efisiensi,  kelemahannya berkaitan dengan ketidakjelasan efektivitas, perlunya penyelesaian masalah secara bertahap serta kurang tepat untuk produk dan pasar yang beragam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Struktur unit bisnis (setiap manajer bertanggungjawab atas aktivitas masing-masing unit bisnis sebagai bagian semi-independen dari organisasi). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kelebihannya adalah gaya manajemen semakin terlihat dan produk mendekati pasar, kelemahannya adalah dulikasi sejumlah pekerjaan area fungsional dan perselisihan antar unit bisnis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Struktur matriks (setiap unit-unit funsional memiliki tanggung jawab ganda).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;KONTROLER&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Kontroler adalah orang yang bertanggungjawab dalam merancang dan mengoperasikan SPM.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kontroler diserahkan kepada Chief Financial Officer (Manajer Keuangan).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kontroler dibedakan menjadi kontroler korporat dan kontroler unit bisnis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fungsi kontroler:&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Merancang dan mengoperasikan informasi serta sistem pengendalian.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyiapkan pernyataan keuangan dan laporan keuangan (termasuk pajak) kepada pemegang saham dan pihak-pihak eksternal lainnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyiapkan, menganalisis dan meninterpretasikan laporan kinerja; menganalisis program dan proposal anggaran, serta mengkonsolidasikannya dalam anggaran tahunan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melakukan supervisi audit internal dan audit operasional, mencatat prosedur pengendalian yang menjamin validitas informasi serta menetapkan tingkat keamanan yang memadai terhadap kecurangan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengembangkan personil dalam organisasi pengendali dan terlibat dalam pelatihan yang berkaitan dengan fungsi pengendalian&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-7994125990052798454?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/7994125990052798454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/11/makalah-perilaku-organisasi-goal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/7994125990052798454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/7994125990052798454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/11/makalah-perilaku-organisasi-goal.html' title='MAKALAH PERILAKU ORGANISASI (GOAL CONGRUENCE)'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-2216087372403253944</id><published>2009-11-02T05:57:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T09:04:11.736-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cancer Antitoxin-Statins'/><title type='text'>Cancer Antitoxin Aftereffect For Statins</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The frequently acclimated decree statin drugs may accept a careful aftereffect in the blockage of alarmist blight and advance to a abridgement in the charge for gallbladder removals, according to two studies appear in Gastroenterology. As millions of Americans use statins anniversary day to advice lower their cholesterol and accident of affection &lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://www.healthy-zone.info/2009/06/death-because-heart-disease.html"&gt;disease&lt;/a&gt;, advisers are acquirements of the benign furnishings these drugs may accept on gastrointestinal disorders. Gastroenterology is the official account of the American Gastroenterological Affiliation (AGA) Institute.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Statins Reduce Accident of Alarmist Cancer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Statin use is associated with a cogent abridgement in the accident of hepatocellular blight (HCC), or alarmist &lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://www.healthy-zone.info/"&gt;cancer&lt;/a&gt;, amid patients with diabetes, according to a new abstraction in Gastroenterology.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Our abstraction provides the aboriginal adumbration of a blight antitoxin aftereffect for statins specific to HCC," said Hashem B. El-Serag, MD, MPH, of the Baylor College of Medicine and advance columnist of the study. "While these allegation charge to be accepted in approaching studies, we are hopeful that added analysis continues to appearance the benign aftereffect of statins for alarmist blight blockage in patients with diabetes."In the &lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://www.healthy-zone.info/"&gt;health&lt;/a&gt; world, it is very dangerous.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HCC is a awful baleful blight that has been accretion in several regions of the world, including the U.S. Experimental as able-bodied as aberrant animal abstracts suggests that statins apply a benign action, abbreviation the progression of HCC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Researchers undertook an epidemiological abstraction in a ample accomplice of diabetics, whose accident of HCC was college than average, to characterize the accord amid statin use and HCC and added alarmist disease. The aggregation advised 1,303 cases and 5,212 controls; the beggarly age was 72 years. Ninety-nine percent were men and 13 percent were African Americans. A decidedly abate admeasurement of cases (34.3 percent) had at atomic one abounding decree for statins than controls (53.1 percent).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The analysis aggregation begin a cogent changed affiliation amid accepting statin prescriptions abounding and the accident of developing HCC. There was a trend against stronger accident abridgement with best and added common statin prescriptions. The accident abridgement empiric with statins ranged amid 25 percent and 40 percent. Reduced HCC accident was similar, whether the prescriptions were for simvastatin or any added statin dispensed.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-2216087372403253944?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/2216087372403253944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/11/cancer-antitoxin-aftereffect-for.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/2216087372403253944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/2216087372403253944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/11/cancer-antitoxin-aftereffect-for.html' title='Cancer Antitoxin Aftereffect For Statins'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-6577710619168933093</id><published>2009-11-01T23:37:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T01:51:54.531-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asbestos Disease'/><title type='text'>Asbestos Disease (mesothelioma cancer) in Review</title><content type='html'>&lt;p&gt;Information about Asbestos&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Asbestos &lt;a href="http://www.healthy-zone.info/2009/06/death-because-heart-disease.html"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;disease&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, mesothelioma &lt;span style="color:#000000;"&gt;cancers&lt;/span&gt;, lung &lt;a href="http://www.healthy-zone.info/"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;cancer&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; and asbestosis are the diseases acquired because of asbestos exposure. Asbestos constitutes altered artlessly occurring coarse minerals in some rocks and soil. It has begin boundless use in industries and architecture abstracts such as fireproofing, beam shingles, electric insulation, furnace, hot aqueduct covering, and abrasion products.and it is very harmful to &lt;a href="http://www.healthy-zone.info/"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;health&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; body&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Recent studies have, however, appear that acknowledgment to asbestos can accept damaging bloom association consistent in asbestos ache and mesothelioma for both workers in industries authoritative use of asbestos as able-bodied as those who alive in the ambiance surrounding such places. Workers may drag accomplished asbestos particles in the air; they additionally become apparent through bark acquaintance with asbestos or by burning asbestos fibers while at work. These workers are accessible to asbestos diseases as mesothelioma and asbestosis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;  &lt;span style="color:#000000;"&gt;Serious impact To Victims Of Asbestos&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.healthy-zone.info/2009/06/death-because-heart-disease.html"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Disease&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;- Mesothelioma&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mesothelioma is the best austere of several asbestos-related &lt;span style="color:#000000;"&gt;diseases&lt;/span&gt; detected so far. This is because of the baleful aftereffect of asbestos particles. Asbestos can account blight of the lungs, esophagus, colon, rectum, stomach, articulate chords, and kidneys. About 70 percent to 80 percent of all cases of asbestos ache mesothelioma - a attenuate blazon of blight of the mesothelium, the film that covers and protects best of the anatomy centralized organs – are the aftereffect of asbestos acknowledgment at work.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Asbestos ache mesothelioma may not anon manifest. The asbestos particles can lie abeyant in the anatomy for several years and apparent later, back the cast is actual grim. It is accessible that by the time the ache is diagnosed, the blight may accept already advance significantly. In appearance of bloom apropos all new uses of asbestos in the accomplishment industries accept been banned in the United States from July 1989 onward. In particular, the use of asbestos in hand-held beard dryers was voluntarily chock-full in 1979. Schools are appropriate to analysis for use of asbestos beam and it is removed or covered up.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aftereffect To Victims Of Asbestos Ache Mesothelioma&lt;br /&gt;The aboriginal case of asbestos ache mesothelioma was filed about 70 years ago. Advisers in industries with ample accident of asbestos contagion are, in principle, acceptable for mesothelioma compensation. The advantage is accessible alone for those advisers who run the accident of asbestos acknowledgment back the 1940s. Recently, abounding mesothelioma patients accept filed lawsuits for compensation. They accept been awarded advantage on the arena that the owners of industries connected to use asbestos admitting the advice of the bloom hazards it entails. Currently, advice is accessible to victims of asbestos ache mesothelioma through abounding specialized acknowledged firms in the United States.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-6577710619168933093?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/6577710619168933093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/11/asbestos-disease-mesothelioma-cancer-in.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/6577710619168933093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/6577710619168933093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/11/asbestos-disease-mesothelioma-cancer-in.html' title='Asbestos Disease (mesothelioma cancer) in Review'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-934966904342786622</id><published>2009-10-23T23:59:00.000-07:00</published><updated>2009-10-24T00:12:17.957-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PERENCANAAN STRATEGIS'/><title type='text'>MAKALAH PERENCANAAN STRATEGIS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Makalah ini membahas tentang Perencanaan Strategis.Strategi terdiri dari strategi perusahaan dan strategi unit bisnis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Strategi ditetapkan berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan oleh manajemen tingkat atas (profitabilitas, memaksimalkan shareholder value, mengantisipasi  risiko dan pendekatan banyak stakeholder).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perusahaan mengembangkan strategi dengan mencocokkan kompetensi intinya dengan peluang industri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kenneth R. Andrews mengajukan konsep dasar pengembangan strategi dengan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity &amp;amp; Threat). Keunggulan dan Kelemahan  dievaluasi berdasarkan kondisi internal, guna mengantisipasi Peluang dan Ancaman yang ada dalam lingkungan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;STRATEGI PERUSAHAAN (KORPORAT)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Strategi korporat  merupakan strategi yang berkaitan dengan tempat yang tepat (sebaiknya) untuk bersaing dan cara bersaing dalam industri tertentu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Strategi korporat menghasilkan keputusan tentang bisnis yang akan ditambah atau dipertahankan atau ditekankan atau dikurangi perhatiannya atau didivestasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam strategi korporat, perusahaan diklasifikasikan dalam tiga kategori (berdasarkan tingkat keterkaitan dan tingkat diversifikasi-nya), yaitu perusahaan dengan industri tunggal, perusahaan dengan diversifikasi yang berhubungan dan perusahaan dengan diversifikasi yang tidak berhubungan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perusahaan dengan industri tunggal menggunakan kompetensi intinya dan bersaing hanya dalam satu industri. Oleh karena itu perusahaan jenis ini memiliki tingkat keterkaitan yang tinggi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perusahaan dengan diversifikasi yang berhubungan memerlukan sinergi antar unit bisnis dalam hal kemampuan untuk membagi sumber daya umum dan kompetensi umumnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perusahaan dengan diversifikasi yang tidak berhubungan berkaitan dengan sinergi operasi masing-masing unit bisnis. Sering disebut dengan konglomerasi dan memiliki tingkat diversifikasi yang tinggi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kompetensi inti adalah kemampuan yang digunakan oleh perusahaan untuk mencapai kinerja yang lebih tinggi dan menambah nilai perusahaan secara signifikan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;STRATEGI UNIT BISNIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Unit bisnis memerlukan strategi yang tepat, terutama apabila tingkat diversifikasi semakin tinggi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Strategi unit bisnis dapat dikembangkan dengan beberapa model (BCG, analisis industri dan keunggulan bersaing generik).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Model Boston Consulting Group (BCG) menawarkan 4 perangkat misi yaitu build, hold, harvest dan divest. BCG akan semakin terpantau dengan adanya kurva belajar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Analisis industri dilakukan dengan memperhatikan pesaing dalam industri, pelanggan, pemasok, barang substitusi dan pendatang baru. Semakin kuat kelima elemen tersebut, maka profitabilitas kemungkinan akan semakin rendah dan sebaliknya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keunggulan bersaing generik menawarkan strategi biaya rendah (low cost)  atau diferensiasi (differentiation) atau cost-cum differentation. Model ini dikembangkan oleh Porter dengan didukung value chain analysis. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERENCANAAN STRATEGIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Rencana Strategis adalah rencana formal yang berisi cara-cara spesifik untuk mengimplementasikan strategi guna mencapai tujuan perusahaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perencanaan Strategis adalah proses memutuskan program-program yang akan dilaksanakan oleh perusahaan dan perkiraan jumlah sumber daya  yang akan dialokasikan ke setiap program selama beberapa tahun kedepan. Atau perencanaan strategis secara singkat adalah proses memutuskan rencana strategis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perencanaan strategis terdiri dari pemrogaman (proses menetapkan program) dan penganggaran (proses mempersiapkan anggaran untuk mendukung program). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perencanaan strategis adalah tanggung jawab manajemen tingkat atas dan menengah suatu korporasi dan manajer unit bisnis. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Para manajer akan dibantu oleh beberapa staf yg berfungsi untuk memastikan bahwa rencana yang telah ditetapkan dilaksanakan dengan seharusnya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Oleh karena itu gaya manajemen puncak juga akan mempengaruhi bentuk dan pelaksanaan perencanaan strategis tersebut.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perencanaan strategis bermanfaat untuk:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Kerangka kerja dalam pengembangan anggaran.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alat pengembangan manajemen dalam hal implementasi strategi dengan proses yang tepat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mekanisme  yang memaksa manajemen memikirkan masalah-masalah jangka panjang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alat untuk menyejajarkan manajer dengan strategi korporat karena harus mengungkapkannya kepada manajer secara individual.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keterbatasan perencanaan strategis:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Perencanaan strategis hanya menjadi kegiatan pengisian formulir.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perencanaan strategis merupakan latihan birokrasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perencanaan strategis justru dilakukan tanpa pemikiran yang strategis.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Proses perencanaan strategis yang formal tidak diperlukan dalam organisasi yang kecil dan relatif stabil atau organisasi yang tidak dapat membuat estimasi yang andal tentang masa depan  atau organisasi yang dikelola dengan pendekatan yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-934966904342786622?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/934966904342786622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/10/makalah-perencanaan-strategis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/934966904342786622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/934966904342786622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/10/makalah-perencanaan-strategis.html' title='MAKALAH PERENCANAAN STRATEGIS'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-2396944361034177082</id><published>2009-10-09T09:14:00.000-07:00</published><updated>2009-10-09T09:38:38.504-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FOREX (VALAS)'/><title type='text'>MAKALAH FOREX (VALAS)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Makalah ini membahas segala sesuatu yang berhubungan dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;FOREX&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Definisi Forex dan yang diperdagangkan di forex&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FOREX (Foreign Exchange) atau yang lebih dikenal dengan Valas (Valuta Asing) merupakan suatu jenis transaksi yang memperdagangkan mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya. Dengan rata-rata volume harian sebesar US$2 triliun, Forex 46 kali lebih besar daripada semua gabungan pasar saham dan karena itu disebut pasar paling likuid di dunia. Pasar forex adalah pasar yang buka selama 24 jam secara berkesinambungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelebihan Forex (Valas) daripada Investasi lain :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Forex memiliki 2 way opportunities, artinya anda dapat menghasilkan keuntungan 2 arah, ketika market naik atau pun ketika market turun. Hal ini tidak berlaku bagi investasi jenis lain (1 way opportunity), sebagai contoh saham.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesempatan Trading Forex selama 24 jam sehari 5 hari seminggu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Likuiditas yang sangat tinggi, artinya anda dapat melakukan transaksi jual beli forex secara instan setiap saat tanpa harus menunggu apakah ada pembeli atau penjual.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Adanya fungsi Leverage (daya ungkit/faktor pengali), artinya dengan modal relatif kecil anda dapat menghasilkan keuntungan yang jauh lebih besar. Contoh : tanpa leverage anda hanya akan mendapatkan $0.01/point dengan modal $100. Tapi dengan leverage 1:100 maka anda dapat menghasilkan $1/point dengan modal yang sama ($100).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tersedia banyak broker forex (valas) online yang memberikan fasilitas bebas komisi, modal minimal yang relatif kecil, biaya transaksi (spread) kecil, bebas bunga (tanpa riba, halal bagi muslim), fasilitas trading otomatis &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kelebihan Trading Forex Online (Valas Online) dibandingkan dengan trading secara tradisional (offline)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Banyak broker online yang memberikan fasilitas bebas komisi, sedangkan broker offline biasanya mengenakan charge $50 setiap settlement/open hingga close posisi-Anda bisa memantau secara langsung posisi yang anda buka dan keputusan beli atau jual 100% di tangan anda. Baik kapan anda ingin menutup posisi, berapa besar yang mau anda mainkan, pasang di posisi berapa, dll.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anda dapat belajar forex secara langsung praktik tanpa menggunakan jasa broker yang seringkali kurang bertanggung jawab terhadap untung/rugi dari kliennya (karena meskipun menang atau kalah, pada akhirnya broker anda akan tetap mendapat komisi)-Anda bisa menggunakan jumlah lot flexible (sangat membantu anda yang mempunyai modal terbatas)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Spread (selisih harga jual dan beli) yang kecil (semakin kecil semakin baik) sehingga kemungkinan profit anda lebih tinggi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jarak pesan posisi (pending order) yang relatif kecil (10 poin) dan tutup posisi yang biasanya hanya 1-5 poin saja. Bandingkan dengan broker offline yang minimal pending order harus 30 poin dari running dan minimal tutup posisi 10 poin agar bisa impas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anda bisa trading langsung dengan penyedia layanan (broker) tanpa perantara (middleman, seringkali di Indonesia disalahartikan sebagai broker)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anda akan mendapatkan pengalaman yang sangat berharga dengan cara berlatih trading dan praktik langsung dengan cara membuka account demo secara gratis dan menggunakan sofware trading yang banyak tersedia di internet.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tersedia banyak sekali indikator, analisa, dan software trading yang sangat lengkap di internet. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Forex Online (Valas Online),Resiko Tinggi ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Biasanya orang yang mengalami kerugian besar di dunia forex adalah orang yang serakah dan ingin cepat kaya tanpa memperhitungkan resikonya. Karena sebenarnya forex adalah bisnis yang memerlukan kesabaran, latihan menganalisa pasar, dan manajemen resiko. Semakin sering anda berlatih, akan semakin mahir anda menganalisa pasar, dan saya jamin anda tak akan mau bekerja lagi menjadi budak uang, tapi uang akan bekerja untuk anda. Di forex anda dapat menentukan seberapa besar keuntungan yang mau anda dapatkan dan berapa banyak kerugian yang sanggup anda tanggung. Jadi intinya adalah "aktor" di belakangnya. Bukan forex yang beresiko tinggi, tapi bagaimana style dari trader itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sekilas Tentang Forex&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebelum seseorang memulai suatu bisnis, tentunya orang tersebut harus benar-benar mengerti tentang bisnis yang akan dijalani tersebut, Mungkin anda sudah pernah mendengar mengenai Forex Trading dan mengetahui beberapa orang yang pernah berkecimpung di dunia forex trading ini, tetapi anda tidak mengetahui persis apa itu forex trading.&lt;br /&gt;Tanpa mengetahui dengan jelas tentang forex trading, tidak mungkin kita dapat memperoleh kesuksesan dari forex trading ini. Dan bisa di pastikan anda tidak akan berani berbisnis pada instrument bisnis yang belum anda kenal.&lt;br /&gt;Jika anda bertanya apa itu Forex Trading, maka jawaban dari beberapa orang bisa beragam-ragam, tapi saya akan mencoba menyederhanakan definisi tersebut. Forex atau Foreign Exchange Trading adalah Perdagangan nilai mata uang asing. Perdagangan tersebut terjadi karena ada perubahan nilai dari mata uang suatu negara terhadap negara lain.&lt;br /&gt;Beberapa hal yang bisa menyebabkan perubahan nilai dari mata uang suatu negara antara lain adalah Faktor Fundamental dan Faktor Teknikal tetapi tidak menutup kemungkinan Faktor insider trading juga terkadang menyebabkan perubahan harga dan biasanya harga tersebut bergerak tidak beraturan.&lt;br /&gt;Jadi, dari Forex Trading kita dapat memperoleh keuntungan dari perubahan nilai mata uang suatu Negara, baik posisi kita jual ataupun beli.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-2396944361034177082?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/2396944361034177082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/10/makalah-forex-valas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/2396944361034177082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/2396944361034177082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/10/makalah-forex-valas.html' title='MAKALAH FOREX (VALAS)'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-1742463574088209744</id><published>2009-09-16T19:50:00.000-07:00</published><updated>2009-09-16T20:01:44.576-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penetapan Harga Transfer'/><title type='text'>MAKALAH PENETAPAN HARGA TRANSFER</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Makalah ini membahas tentang Penetapan Harga Transfer.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;METODOLOGI PENENTUAN HARGA TRANSFER&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Harga transfer dapat didasarkan pada biaya selisih kenaikan atau harga pasar. Pengaruh lingkungan atas harga transfer juga menimbulkan sejumlah pertanyaan mengenai metodologi penentuan harga. Prinsip wajar atau harga transfer antarperusahaan dengan mengandaikan transaksi itu terjadi antarpihak yang tidak berhubungan instimewa di pasar yang kompetitif. Menurut undang-undang Pajak Penghasilan di AS terdapat metode-metode:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Metode Harga yang Tidak Terkontrol Setara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan metode ini harga transfer ditentukan dengan mengacu pada harga yang digunakan dalam transaksi setara antara perusahaan yang independent atau setara perusahaan dengan pihak ketiga yang tidak berkaitan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Metode Transaksi Tidak Terkontrol yang Setara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Metode ini diterapkan untuk pengalihan aktiva tidak berwujud. Metode ini mengidentifikasikan tingkat royalty acuan dengan mengacu pada transaksi yang tidak terkontrol di mana aktiva tidak berwujud yang sama atau serupa dialihkan. Sebagaimana metode harga tidak terkontrol yang setara, metode ini bergantung pada perbandingan pasar.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Metode Harga Jual Kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Metode ini menghitung harga transaksi yang wajar yang diawali dengan harga yang dikenakan atas penjualan barang yang dimaksud kepada pembeli yang independent. Margin yang memadai untuk menutup beban dan laba nomal kemudian dikurangkan dari harga ini untuk memperoleh harga transfer antarperusahaan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Metode Penentuan Biaya Plus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Metode ini berguna apabila barang semi jadi dialihkan antarperusahaan afiliasi luar negeri atau jika suatu entitas merupakan sub kontraktor bagi perusahaan lain.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Metode Laba Sebanding&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Metode ini mendukung pandangan umum yang menyatakan bahwa pembayar pajak yang menghadapi situasi yang mirip harusnya memperoleh imbalan yang mirip pula selama beberapa periode waktu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Metode Pemisahan Laba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Metode ini digunakan jika acuan produk atau pasar tidak tersedia. Metode ini mencakup pembagian laba yang dihasilkan melalui transaksi dengan pihak berhubungan istimewa yaitu antara perusahaan afiliasi berdasarkan cara yang wajar.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. Metode Penentuan Harga Lainnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Metode ini dapat digunakan jika menghasilkan ukuran harga wajar yang lebih akurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PRAKTIK HARGA TRANSFER&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam praktiknya, beberapa metode penentuan harga transfer digunakan bersamaan. Factor-faktor yang mempengaruhi pemilihan metode harga transfer antara lain tujuan perusahaan: apakah tujuannya adalah mengelola beban pajak, atau mempertahankan posisi daya saing perusahaan, atau memprromosikan evaluasi kerja yang setara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MASA DEPAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Teknologi dan perekonomian global menimbulkan tantangan sendiri bagi banyak prinsip-prinsip yang mendasari perpajakan internasional, bahwa setiap setiap bangsa memiliki hak menentukan untuk dirinya sendiri seberapa banyak pajak yang dapat dikumpulkan dari rakyatnya dan kalangan usaha yang ada di dalam wilayahnya. Namun, pemerintah di seluruh dunia mengharuskan metode penentuan harga transfer pada prinsip harga wajar. Yaitu, perusahan multinasional di Negara berbeda dikenakan pajak seakan-akan mereka adalah perusahaan independent yang beroperasi secara wajar dari satu sama lain. Perhitungan harga wajar tidak relevan karena semakin sedikit perusahaan yang beropreasi dengan cara ini. Efeknya bagi perpajakan nasional, kerjasama dan pembagian informasi yang makin erat antara otoritas pajak di seluruh dunia. Kompetisi pajak juga semakin besar. Internet membuat upaya mengambil keuntungan dari Negara surga pajak semakin mudah. Pajak tunggal juga digunakan sebagai alternative untuk menggunakan harga transfer dalam menentukan penghasilan kena pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang diperhatikan dalam pembentukan organisasi yang di dalamnya akan timbul harga transfer dan hubungannya dengan proses sistem pengendalian manajemen adalah:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Menetapkan tujuan yang selaras antara divisi dan perusahaan. Dalam arti bahwa manajer divisi mengambil keputusan yang akan memaksimumkan laba perusahaan dengan memaksimumkan laba divisinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menetapkan otonomi tiap divisi. Agar nantinya terjaga otonomi divisi, dalam arti tidak ada campur tangan manajemen puncak terhadap kebebasan manajer divisi dalam pengambilan keputusan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyerahan kekuasaaan berdasarkan pada kemampuan untuk menyerahkan tanggungjawab dari keuntungan. Tanggungjawab keuntungan tidak dapat diserahkan dengan aman kecuali dua kondisi ada yaitu orang yang menyerahkan memiliki seluruh informasi relevan yang dibutuhkan untuk membuat keputusan keuntungan yang optimum dan performa orang yang menyerahkan diukur melalui bagaimana ia dengan baik membuat trade-off biaya atau pendapatan. Oleh karena itu, idealnya organisasi harus mencari orang-orang yang berkompeten dalam negoisasi dan arbitrasi dari harga transfer.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dua keputusan yang meliputi perancangan sistem harga transfer. Pertama adalah keputusan sourcing: haruskah perusahaan memproduksi sendiri atau harus membelinya dari luar atau pemasok? Yang kedua adalah keputusan harga transfer: pada harga berapa produk harus ditransfer antar pusat laba? Idealnya, harga transfer kurang lebih seperti harga pasar, dengan penyesuaian agar tidak ada biaya yang muncul selama transfer dalam perusahaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika kompetisi harga tidak terjadi, harga transfer mungkin akan ditetapkan dengan dasar biaya ditambah laba, meskipun beberapa harga transfer mungkin akan lebih rumit untuk dihitung dan hasilnya kurang memuaskan bila berdasar pada harga pasar. Biaya transfer dapat dibuat pada standar biaya ditambah profit margin, atau dengan menggunakan sistem dari dua langkah penetapan harga.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Metode negoisasi harga transfer harus berada ditempatnya dan di sana harus ada mekanisme arbitrasi untuk penyelesaian perdebatan, tetapi susunannya jangan terlalu susah supaya manajemen tidak terlalu mencurahkan perhatian berlebih yang bisa mengakibatkan jumlah waktu harga transfer jadi tidak semestinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terdapat beberapa contoh yang mungkin terjadi pada organisasi kompleks secara lengkap memuaskan sistem harga transfer. Sama dengan banyak pilihan desain pengendalian manajemen, perlu untuk memilih yang paling baik dari beberapa aksi bagian yang hampir sempurna. Sesuatu yang penting adalah menyadari area yang tidak sempurna dan memastikan prosedur administrasi dipekerjakan untuk menghindari keputusan suboptimum.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-1742463574088209744?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/1742463574088209744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/09/makalah-penetapan-harga-transfer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/1742463574088209744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/1742463574088209744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/09/makalah-penetapan-harga-transfer.html' title='MAKALAH PENETAPAN HARGA TRANSFER'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-4265590008020737499</id><published>2009-09-14T02:38:00.000-07:00</published><updated>2009-09-14T02:50:45.131-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekuitas'/><title type='text'>MAKALAH TENTANG EKUITAS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Makalah ini membahas tentang Ekuitas dalam hubungannya dengan Perekonomian Indonesia&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengertian|Definisi Ekuitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ekuitas adalah modal yang diinvestasikan dalam suatu usaha (ekuitas dalam akuntansi merupakan penambahan dari profit selama tahun2 berjalan dengan modal mula-mula) dan&lt;br /&gt;Rumus akuntansi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Asset=Kewajiban+Ekuitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasi ekuitas umumnya berhubungan dengan pembelian dan menyimpan saham stok pada suatu pasar modal oleh individu dan dana dalam mengantisipasi pendapatan dari deviden dan keuntungan modal sebagaimana nilai saham meningkat. Hal tersebut juga kadang kadang berkaitan dengan akuisisi saham (kepemilikan) dengan turut serta dalam suatu perusahaan swasta (tidak tercatat di bursa) atau perusahaan baru ( suatu perusahaan sedang dibuat atau baru dibuat). Ketika investasi dilakukan pada perusahaan yang baru, hal itu disebut sebagai investasi modal ventura dan pada umumnya dimengerti mempunyai risiko lebih besar dari pada investasi situasi-situasi dimana saham tercatat di bursa dilakukan.(Wikipedia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena artikulasi harus dipertahankan, ekuitas tidak didefinisi secara semantik tetapi secara sintaktik. Ekuitas didefinisikan sebagai hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. Ekuitas didefinisikan sebagai hak residual untuk menunjukkan bahwa ekuitas bukan kewajiban. Godfrey, Hodgson, dan Holmes (1997) membedakan ekuitas dan kewajiban atas dasar tiga kriteria, yaitu hak-hak masing-masing pihak atas penyelesain klaim, hak penggunaan aset dalam operasi, serta substansi ekonomik perjanjian.&lt;br /&gt;Atas dasar konsep kesatuan usaha, kreditor dan pemegang saham sama-sama mempunyai klaim atau hak untuk dilunasi atas dana yang ditanamkan di perusahaan. Tetapi terdapat dua kharakteristik yang melekat pada hak kreditor, yaitu (a) penyelesaian klaim mereka pada tanggal tertentu melalui transfer aset, dan (b) prioritas diatas pemilik dalam penyelesaian klaim mereka dalam hal likuidasi. Hak kreditor dan pemegang saham juga berbeda dalam hal penggunaan aset.&lt;br /&gt;Ekuitas pemegang saham diklasifikasikan menjadi dua komponen penting yaitu modal setoran dan laba ditahan. Modal setoran dipecah menjadi modal saham sebagai modal yuridis dan modal setoran tambahan, dan komponen lain yang merefleksi transasksi pemilik. komponen lain-lain terdiri atas pos-pos yang tidak tepat dimasukkan dalam komponen modal setoran lainnya atau laba ditahan tetapi sering diklasifikasikan sebagai pos ekuitas pemegang saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TUJUAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya, tujuan pelaporan informasi ekuitas pemegang saham adalah menyediakan informasi kepada yang berkepentingan tentang efesiensi dan kepengurusan manajemen. Tujuan yang lain adalah menyediakan informasi tentang riwayat serta prospek investasi pemilik dan pemegang ekuitas lainnya, serta merupakan tanggung jawab yuridis pemilik. Untuk memenuhi tujuan tersebut, informasi yang harus disampaikan berkaitan tentang ekuitas pemegang saham tersebut minimal adalah sumber ekuitas, pembatasan pembagian dividen dan likuidasi, batas perlindungan dan urutan penyerapan rugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PEMBEDAAN MODAL SETORAN DAN LABA DITAHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pembedaan antara dua komponen ekuitas pemegang saham merupakan hal yang sangat penting. Dari segi administrasi keuangan, laba ditahan merupakan indikator daya melaba sehingga laba ditahan harus dipisahkan dengan modal setoran meskipin jumlah akhirnya ditotal untuk membentuk ekuitas pemegang saham. Pembedaan juga penting secara yuridis karena modal setoran merupakan dana dasar yang harus tetap dipertahankan untuk menunjukkan perlindungan pada pihak lain, sedangkan laba ditahan adalah jumlah rupiah yang secara yuridis dapat digunakan untuk pembagian deviden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MODAL YURIDIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pasangan laba ditahan, modal setoran dibedakan menjadi modal yuridis dan modal setoran lain. Modal yuridis timbul karena adanya ketentuan hukum yang mengharuskan bahwa harus ada sejumlah rupiah yang harus dipertahankan dalam rangka perlindungan kepada pihak lain. Bentuk dari peraturan ini adalah adanya nilai nominal atau nilai minimum. Besarnya modal yuridis bergantung pada karakteristik saham (bernominal, takbernominal/bernilai nyataan, takbernominal/takbernilai nyataan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERUBAHAN MODAL SETORAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama perekayasaan akuntansi modal setoran adalah untuk membedakan secara tegas antara perubahan akibat transaksi operasi. Berbagai sumber yang dapat mengubah modal storan dengan berbagai masalah teoritisnya adalah:&lt;br /&gt;Pemesanan saham&lt;br /&gt;Pada saat perusahaan didirikan atau melakukan penawaran publik perdana, perusahaan telah menetapkan apa yang disebut modal dasar. Dengan autorisasi tersebut perusahaan akan mencetak sertifikat saham. Bila saham telah terjual dan pembeli telah membayar penuh kesepakatannya, sertifikat saham akan diserahkan kepada pembeli. Berdasar konsep kesatuan usaha, jumlah rupiah yang diterima perusahaan akan menimbulkan atau diimbangi dengan modal setoran.&lt;br /&gt;Pada umumnya investor yang berminat membeli saham perusahaan harus memesan terlebih dahulu saham yang dibeli dengan harga yang sesuai. Yang menjadi masalah adalah apakah jumlah rupiah saham pesanan tersebut telah dapat diakui sebagai modal setoran?&lt;br /&gt;Jumlah rupiah saham pesanan dapat diakui sebagai modal setoran hanya apabila memenuhi dua syarat, yaitu tidak dapat dibatalkan, dan pelunasan tidak terlalu lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Obligasi terkonversi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal tertentu perusahaan menerbitkan obligasi dengan kharakteristik dapat ditukarkan dengan saham biasa. Kalau hak tukar dari obligasi tersebut digunakan oleh pemegang obligasi akan timbul perubahan status kewajiban menjadi modal storan. Masalah teoritisnya adalah pada saat hak diambil, berapakah jumlah rupiah yang diakui sebagai modal setoran?&lt;br /&gt;Untuk mengatasi masalah tersebut terdapat beberapa alternatif yang dapat digunakan sebagai basis kapitalisasi, yaitu nilai bawaan obligasi, harga pasar obligasi, dan harga pasar saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saham prioritas terkonversi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saham prioritas atau saham istimewa menjadi saham biasa atas kehendak pemegang saham. Masalah yang ada sama dengan masalah yang muncul pada obligasi terkonversi, yaitu Pada saat hak diambil, berapakah jumlah rupiah yang diakui sebagai modal setoran? Dalam mengatasi permasalahan tersebut terdapat dua alternatif yang dapat digunakan, yaitu Pendekatan satu-transaksi, dan pendekatan dua-transaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Deviden saham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dividen saham adalah distribusi dividen dalam bentuk saham yang sejenis dengan saham yang mula-mula diterbitkan. Permasalahan yang muncul akibat pembagian deviden saham adalah bila dikapitalisasi, berapakah jumlah rupiah yang dikapitalisasi menjadi modal setoran? Untuk mengatasinya, alternatif penyelesaian yang digunakan terdiri atas dasar nilai nominal, dan atas dasar nilai pasar saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hak beli saham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hak beli saham adalah hak yang diberikan bagi pemegang saham lama untuk membeli sejumlah saham. Harga pasarhak beli ini adalah sebesar selisih harga pasar saham dengan harga yang harus dibayar pemegang saham yang mempunyai hak beli saham. Hal yang menjadi permasahan adalah perlukah jumlah rupiah ini dikapitalisasi.&lt;br /&gt;Bila dividen saham dapat dikapitalisasi maka hak beli saham juga dapat dikapitalisasi, karena hak beli saham dapat dianggap sebagai dividen saham dengan nilai sebesar harga pasar hak beli saham. Jumlah ini dikapitalisasi ke modal setoran lain. Namun argument ini dibantah dengan alasan bahwa kapitalisasi hak beli saham menjadi modal setoran adalah tidak logis karena tidak ada sumber ekonomik yang disetorkan oleh pemegang saham dan tidak ada saham baru yang diterbitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Opsi saham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Opsi merupakan instrumen yang dapat digolongkan sebagai sekuritas turunan-saham berupa hak untuk membeli atau menjual sejumlah saham. Opsi diterbitkan atau ditulis oleh investor dan dijual kepada investor lain. Terdapat dua macam opsi yaitu call dan put. Opsi call adalah opsi yang memberi hak kepada pemegang opsi untuk membeli saham dengan harga tertentu selama perioda tertentu. Orang membeli bila mengharapkan harga saham menaik. Sedangkan opsi put adalah opsi yang memberi hak kepada pemegang opsi untuk menjual saham dengan harga tertentu selama perioda tertentu. Orang membeli opsi bila mengharapkan harga saham menurun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Warran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam PSAK No. 41, IAI mendefinisi warran sebagai efek yang diterbitkan oleh suatu perushaan yang memberi hak kepada pemegangnya untuk memesan saham dari perusahaan tersebut pada harga dan jangka waktu tertentu. Pemegang warran dapat membeli sejumlah saham dengan mengambalikan warran tersebut dan membayar sejumah kas tertentu. Terdapat beberapa kharakteritik dari warran, yaitu (1) berbeda dengan hak beli saham atau opsi, (2) terdapat beberapa jenis: lepas, lekat, dan bebas, (3) perlakuan akuntansi berbeda untuk tiap jenis, dan (4) isu akuntansi: Bila opsi diambil, apakah harga opsi dipisahkan dengan harga sekuritas terkait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saham treasuri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saham treasuri adalah penarikan kembali saham yang beredar untuk sementara dan kemudian diterbitkan kembali. Beberapa alasan perusahaan melakukan penarikan kembali antara lain saham tersebut akan diterbitkan kembai kepada karyawan dalam program opsi saham, serta saham tersebut akan digunakan untuk membeli perusahaan lain dalam transaski penggabungan usaha.&lt;br /&gt;Masalah teoritis yang melekat pada transaksi saham treasuri adalah (1) penentuan jumlah rupiah yang harus dianggap sebagai pengurangan modal setoran dan laba ditahan, (2) pengungkapan pengaruhnya terhadap modal yuridis bila saham treasuri dijual kembali. Mengenai hal tersebut, terdapat dua pendekatan atau konsep yang dapat diterapkan yaitu konsep satu-transaksi dan konsep dua-transaksi&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERUBAHAN LABA DITAHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau pemisahan antara transaksi modal dan transaski operasi harus tetap dipertahankan, hanya terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi besarnya laba ditahan yaitu laba atau rugi priodik. Transaksi lain yang dapat mempengaruhi laba ditahan adalah transaksi yang tergolong dalam transaksi modal. Pengaruh beberapa transaksi diatas langsung dimasukkan dalam laba ditahan dan tidak melalui statemen laba-rugi perioda terjadinya transaksi tersebut karena transaksi tersebut merupakan transaksi modal.&lt;br /&gt;Terdapat beberapa hal lain yang dapat menyebabkan laba ditahan dalam suatu perioda berubah selain karena transaksi modal, tetapi karena transaksi khusus, yaitu penyesuaian perioda-lalu, koreksi kesalahan dalam laporan keuangan sebelumnya, pengaruh perubahan akuntansi, dan kuasi-reorganisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENYAJIAN MODAL PEMEGANG SAHAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Urutan penyajian kewajiban dan modal pemegang saham dalam neraca sebenarnya menggambarkan urutan perlindunga dalam kondisi perusahaan mengalami defisit dan dalam kondisi perusahaan dilikuidasi. Dalam terjadi defisit, urutan penyajian menggambarkan urutan penyerapan rugi, sedangkan dalam kondisi likuidasi urutan penyajian menggambarkan urutan perlindungan yuridis.&lt;br /&gt;Secara umum kos yang telah dikorbankan menjadi biaya akan diserap melalui aliran pendapatan kotor. Dalam hal terjadi pengorbanan kos akibat hilangnya manfaat menjadi rugi, rugi tersebut akan diserap terlebih dahulu melalui laba bersih dan hanya dalam keadaan yang sangat khusus maka kos tersebut dapat diserapkan oleh kelompok modal pemegang saham. Urutan penyerapan biaya, rugi, dan rugi luar biasa adalah: (1) pendapatan kotor, (2) laba bersih, (3) laba ditahan, (4) premium modal saham, dan (5) modal saham. Urutan penyrapan rugi tersebut sebenarnya merupakan asumsi atau tradisi semata-mata walaupun hal tersebut dapat dikuatkan dalam bentuk standar akuntansi.&lt;br /&gt;Urutan perlindungan menunjukkan siapa yang harus didahulukan dalam menerima distribusi asset atau siapa yang menanggung segala akibat dalam kasus perusahaan dilikuidasi. Urutan perlindungan tersebut adalah (1) karyawan dan pemerintah, (2) kreditor berjaminan, (3) kreditor takberjaminan, (4) pemegang saham prioritas, dan (5) pemegang saham biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERINCIAN LABA DITAHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bila komponen-komponen tertentu yang berasal dari transaksi operasi dilaporkan langsung ke laba ditahan, laba ditahan dapat disajikan dan dirinci atas dasar sumber (by resources), dan ada pula kebiasaan bahwa laba ditahan disajikan dengan merincinya atas dasar tujuan (by purposes) dengan cara yang disebut apropriasi dan pembatasan. Masalah teoritisnya adalah, adakah manfaat merinci laba ditahan atas dasar tujuan, misalnya dengan memecahnya menjadi cadangan, peruntukan (appropriated), dan bebas (unappropriated)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LABA KOMPREHENSIF&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perubahan akibat transaksi operasi atau transaksi nonpemilik harus dibedakan dan dipisahkan secara tegas dengan perubahan akibat transaski pemilik,semua perubahan akibat transaski operasi harus dilaporkan melalui statemen laba-rugi. Ps-pos operasi dalam ari luas sebagai lawan pos-pos transaski nonpemilik meliputipos-pos operasi utama, pos-pos tambahan, dan pos-pos yang sifatnya khusus atau luar biasa tetapi berasal dari transasksi nonpemilik.&lt;br /&gt;Masalah teoritis yang ada adalah pos-pos mana saja yang dapat dilaporkan melalui statemen laba ditahan. Terdapat dua pendekatan untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu pendekatan kinerja sekarang atau normal, dan pendekatan semua-termasuk atau surplus bersih.&lt;br /&gt;FASB menganut pendekatan semua-termasuk secara penuh dengan mengenalkan apa yang disebut laba komprehensif. Dalam pendekatan semua-termasuk pospos penerobos masih dilaporkan dalam statemen perubahan laba ditahan, pos-pos penerobos itu sendiri adalah pos-pos yang dilaporkan langsung dalam statemen laba ditahan tanpa melalui statemen laba rugi. Penyajian laba komprehensif dapat dilakukan dengan pendekatan satu-statemen atau dua-statemen. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-4265590008020737499?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/4265590008020737499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/09/makalah-tentang-ekuitas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/4265590008020737499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/4265590008020737499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/09/makalah-tentang-ekuitas.html' title='MAKALAH TENTANG EKUITAS'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-1365741321284836641</id><published>2009-09-11T09:30:00.000-07:00</published><updated>2009-09-11T09:51:57.163-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Proses Akuntansi'/><title type='text'>ARTIKEL PROSES AKUNTANSI</title><content type='html'>Artikel ini membahas tentang urutan proses akuntansi&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;.&lt;br /&gt;PROSES AKUNTANSI :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;BUKTI-BUKTI PEMBUKUAN.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;BUKU JURNAL&lt;/li&gt;&lt;li&gt;BUKU BESAR&lt;/li&gt;&lt;li&gt;BUKU PEMBANTU&lt;/li&gt;&lt;li&gt;LAPORAN KEUANGAN&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BUKTI-BUKTI PEMBUKUAN :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Bukti kas masuk&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bukti kas keluar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Faktur pembelian&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Faktur penjualan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bukti memorial&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BUKU JURNAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buku jurnal sering disebut buku catatan pertama merupakan buku yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi  urut tanggal terjadinya (kronologis), sumber pencatatannya bukti-bukti pembukuan. Bentuk jurnal :&lt;br /&gt;|Tgl| Keterangan| Tanda posting| Debit| Kredit|&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JURNAL KHUSUS :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Jurnal penjualan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jurnal pembelian&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jurnal penerimaan kas &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jurnal pengeluaran kas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jurnal memorial&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rekening&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rekening riel : Aset, utang, equitas&lt;br /&gt;Rekening nominal : Pendapatan &amp;amp;laba, Biaya &amp;amp; rugi&lt;br /&gt;Rekening campuran : Campuran harta &amp;amp; biaya, campuran utang &amp;amp; penghasilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aset&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Aset lancar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Investasi jangka panjang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aset tetap berwujud&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aset tidak berwujud&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aset lain-lain&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Utang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Utang lancar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pendapatan diterima di muka &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Utang jangka panjang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Utang lain-lain&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ekuitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan Perseorangan&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Modal Ali&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Modal Ayu&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Perseron Terbatas&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Modal saham prioritas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Agio saham prioritas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Modal saham biasa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Agio saham biasa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Modal sumbangan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Laba tidak dibagi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dll&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pendapatan dan Laba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Hasil penjualan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pendapatan bukan usaha&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Laba luar biasa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Laba lain-lain&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Biaya dan Rugi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Harga pokok penjualan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biaya penjualan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biaya administrasi &amp;amp; umum&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biaya bukan usaha&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kerugian luar biasa&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Laporan Keuangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Neraca&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Laporan laba-rugi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Laporan perubahan modal&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Laporan arus kas&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-1365741321284836641?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/1365741321284836641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/09/artikel-proses-akuntansi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/1365741321284836641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/1365741321284836641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/09/artikel-proses-akuntansi.html' title='ARTIKEL PROSES AKUNTANSI'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-8627847027228941127</id><published>2009-09-07T01:38:00.001-07:00</published><updated>2009-09-07T01:43:45.453-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Laba'/><title type='text'>ARTIKEL TENTANG LABA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Artikel ini membahas tentang berbagai definisi dari laba.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Laba atau keuntungan dapat didefinisikan dengan dua cara. Laba dalam ilmu ekonomi murni didefinisikan sebagai peningkatan kekayaan seorang investor sebagai hasil penanam modalnya, setelah dikurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan penanaman modal tersebut (termasuk di dalamnya, biaya kesempatan). Sementara itu, laba dalam akuntansi didefinisikan sebagai selisih antara harga penjualan dengan biaya produksi. Perbedaan diantara keduanya adalah dalam hal pendefinisian biaya. (Wikipedia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laba merupakan elemen yang paling menjadi perhatian pemakai karena angka laba diharapkan cukup kaya untuk merepresentasi kinerja perusahaan secara keseluruhan. Akan tetapi, teori akuntansi sampai saat ini belum mencapai kemantapan dalam pemaknaan dan pengukuran laba. Oleh karena itu, berbeda dengan elemen statemen keuangan lainnya, pembahasan laba meliputi tiga tataran, yaitu : semantik, sintaktik, dan pragmatik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sudut pandang perekayasa akuntansi, konsep laba dikembangkan untuk memenuhi tujuan menyediakan informasi tentang kinerja perusahaan secara luas. Sementara itu, pemakai informasi mempunyai tujuan yang berbeda-beda. Teori akuntansi laba menghadapi dua pendekatan : satu laba untuk berbagai tujuan atau beda tujuan beda laba. Teori akuntansi diarahkan untuk memformulasi laba dengan pendekatan pertama.&lt;br /&gt;Konsep dalam tataran semantik meliputi pemaknaan laba sebagai pengukur kinerja, pengkonfirmasi harapan investor, dan estimator laba ekonomik. Meskipun akuntansi tidak harus dapat mengukur dan menyajikan laba ekonomik, akuntansi paling tidak harus menyediakan informasi laba yang dapat digunakan pemakai untuk mengukur laba ekonomik yang gilirannya untuk menentukan nilai ekonomik perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna laba secara umum adalah kenaikan kemakmuaran dalam suatu periode yang dapat dinikmati (didistribusi atau ditarik) asalkan kemakmuran awal masih tetap dipertahankan. Pengertian semacam ini didasarkan pada konsep pemertahanan kapital. Konsep ini membedakan antara laba dan kapital. Kapital bermakna sebagai sediaan (stock) potensi jasa atau kemakmuran sedangkan laba bermakna aliran (flow) kemakmuran. Dengan konsep pemertahanan kapital dapat dibedakan antara kembalian atas investasi dan pengembalian investasi serta antara transaksi operasi dan transaksi pemilik. Lebih lanjut, laba dapat dipandang sebagai perubahan aset bersih sehingga berbagai dasar penilaian kapital dapat diterapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laba adalah kenaikan modal (aktiva bersih) yang berasal dari transaksi sampingan atau transaksi yang jarang terjadi dari suatu badan usaha, dan dari semua transaksi atau kejadian lain yang mempunyai badan usaha selama satu periode, kecuali yang timbul dari pendapatan (revenue) atau investasi pemilik (Baridwan, 1992: 55).&lt;br /&gt;Pengertian laba secara umum adalah selisih dari pendapatan di atas biaya-biayanya dalam jangka waktu (perioda) tertentu. Laba sering digunakan sebagai suatu dasar untuk pengenaan pajak, kebijakan deviden, pedoman investasi serta pengambilan keputusan dan unsur prediksi (Harnanto, 2003: 444).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam teori ekonomi juga dikenal adanya istilah laba, akan tetapi pengertian laba di dalam teori ekonomi berbeda dengan pengertian laba menurut akuntansi. Dalam teori ekonomi, para ekonom mengartikan laba sebagai suatu kenaikan dalam kekayaan perusahaan, sedangkan dalam akuntansi, laba adalah perbedaan pendapatan yang direalisasi dari transaksi yang terjadi pada waktu dibandingkan dengan biaya-biaya yang dikeluarkan pada periode tertentu (Harahap, 1997).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laba atau rugi sering dimanfaatkan sebagai ukuran untuk menilai prestasi perusahaan atau sebagai dasar ukuran penilaian yang lain, seperti laba per lembar saham. Unsur-unsur yang menjadi bagian pembentuk laba adalah pendapatan dan biaya. Dengan mengelompokkan unsur-unsur pendapatan dan biaya, akan dapat diperoleh hasil pengukuran laba yang berbeda antara lain: laba kotor, laba operasional, laba sebelum pajak, dan laba bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengukuran laba bukan saja penting untuk menentukan prestasi perusahaan tetapi penting juga penting sebagai informasi bagi pembagian laba dan penentuan kebijakan investasi. Oleh karena itu, laba menjadi informasi yang dilihat oleh banyak seperti profesi akuntansi, pengusaha, analis keuangan, pemegang saham, ekonom, fiskus, dan sebagainya (Harahap, 2001: 259). Hal ini menyebabkan adanya berbagai definisi untuk laba.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-8627847027228941127?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/8627847027228941127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/09/artikel-tentang-laba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/8627847027228941127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/8627847027228941127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/09/artikel-tentang-laba.html' title='ARTIKEL TENTANG LABA'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-4189563688978541888</id><published>2009-09-04T05:48:00.000-07:00</published><updated>2009-09-04T06:24:26.375-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Strategi Korporat'/><title type='text'>ARTIKEL:6 STRATEGI KORPORAT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Artikel ini membahas tentang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Strategi Korporat&lt;/span&gt; yang meliputi 6 aspek.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;STRATEGI KORPORAT :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;EMERGENCY&lt;/li&gt;&lt;li&gt;OLYMPIAN&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ACQUISITION-DRIVEN&lt;/li&gt;&lt;li&gt;MARKET EXPANSION&lt;/li&gt;&lt;li&gt;COMPETENCY-AND-CULTURE- BUILDING BASED&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PERFORMANCE CONTROL&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.EMERGENCY&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi Bisnis :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Perusahaan dalam keadaan kacau&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Krisis keuangan / ada celah ekspektasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ancaman pengambil alihan/kehilangan posisi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketrampilan dalam Perusahaan :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Pusat bermaksud menghentikan hubungan normal dengan bisnis dan intervensi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pusat mampu menciptakan “fakta”&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pusat bisa sangat berkuasa dan “kasar”/main kuasa&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Karakter Strategi:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Perusahaan kacau&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Intervensi oleh pusat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sentralisasi sementara&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tindakan tegas secepatnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perubahan ke “style” yang lain, ditunda&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.OLYMPIAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi Bisnis :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Lingkungan Pasar dan persaingan yang stabil&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pasar yang atraktif&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Faktor sukses kunci mirip pada semua bisnis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Internasionalisasi bukan isu faktor utama&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ketrampilan Perusahaan :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Pusat tidak dihargai oleh Unit Bisnisnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biaya untuk Pusat melampaui manfaatnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manajemen Operasional baik&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Karakter Strategi:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Hands off, minimalist&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bisnis mandiri dalam kondisi baik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pusat diam, sangat membatasi diri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fungsi utamanya mencari CEO&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.ACQUISITION-DRIVEN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi Bisnis :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Industri dalam kondisi sangat menguntungkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sasaran tercapai melalui kinerja yang bagus&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ketrampilan dalam perusahaan :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Rekor EPS, bagus&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Price Earning Ratio rendah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;CEO dan Financial Depart berpengalaman dalam pengambil-alihan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sistem dan pengendalian keuangan sempurna&lt;/li&gt;&lt;li&gt;In-house corporat finance team&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manajemen operasional bagus, mampu mengelola perusahaan yang lebih besar&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Karakter Strategi:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Good Dealers&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mencari perusahaandgn.PE rasio rendah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meningkatkan kinerjanya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.MARKET EXPANSION&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi Bisnis :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Kondisi baik untuk berbisnis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bisnis global dengan 2 atau 3 pesaing&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketersediaan uang kas untuk ekspansi cukup banyak&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ketrampilan dalam perusahaan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Budaya ekspansi yang kuat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak didominasi permainan politik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manajemen Puncak berobsesi untuk menjadi pemimpin pasar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perusahaan lebih peka pada situasi pasar daripada pertimbangan-pertimbangan finansial&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pertimbangan jangka panjang jadi dasar keputusan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Karakter Strategi:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Komitmen menjadi pemimpin pasar untuk (hampir) semua bisnisnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Me”manage” pesaing&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menghilangkan bisnis yang tidak menguntungkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ekspansi organik secara luas ke segmen yang berdekatan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5.COMPETENCY BASED&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi Bisnis :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Budaya dan Kompetensi lebih utama daripada Strategi Mikro menjelaskan kinerja pesaing…&lt;/li&gt;&lt;li&gt;…dan perbaikan jangka pendek, menengah dalam kerangka kinerja keuangan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ketrampilan dalam perusahaan :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Board of Directors dan Manajemen puncak yang kompak&lt;/li&gt;&lt;li&gt;CEO yang memiliki visi yang jelas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Head Office yang sangat dihormati&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesadaran saling ketergantungan dan etika kerjasama&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perubahan program akan membawa konsekuensi  kerja bertahun-tahun.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Karakter Strategi:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Eksekusi lebih penting daripada strategi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perubahan budaya dari“fine tuning” hinggaTransformasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fokus pada memperku-at beberapa unsur kompetensi  ke seluruh perusahaan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6.PERFORMANCE CONTROL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi Bisnis :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Pasar dapat diprediksi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lingkungan persaingan yang stabil&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ketrampilan dalam perusahaan :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;EPS diatas rata-rata&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Budaya perbaikan keuntungan secara kontinyu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pusat sangat dihargai dan selalu menambah wawasan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengendalian finansial secara keseluruhan bagus.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Karakter Strategi:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Manajemen berdasarkan angka-angka&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keuangan disentralisasi,lainnya didesentralisasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kepercayaan pada Profit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     Individual&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengawasan keuanganbulanan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pusat meningkatkan “value” melalui tantangan dan menambah wawasan &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-4189563688978541888?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/4189563688978541888/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/09/artikel6-strategi-korporat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/4189563688978541888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/4189563688978541888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/09/artikel6-strategi-korporat.html' title='ARTIKEL:6 STRATEGI KORPORAT'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-6172573452804475010</id><published>2009-09-01T10:30:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T11:27:28.886-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akuntansi Biaya Standar'/><title type='text'>MAKALAH AKUNTANSI BIAYA STANDAR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Makalah ini membahas tentang Akuntansi Biaya Standar&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Akuntansi biaya standar dibagi menjadi dua;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Metode tunggal (single plan)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Metode ganda (partial plan)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan keduanya terletak pada waktu penyajian informasi mengenai terjadinya penyimpangan antara biaya standar dengan biaya sesungguhnya kepada manajemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;METODE GANDA (PARTIAL PLAN)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karakteristiknya;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Rekening BDP didebit dengan biaya sesungguhnya dan dikredit dengan biaya standar. Persediaan BB dicatat sebesar biaya sesungguhnya, sedangkan persediaan produk jadi dicatat sebesar harga pokok standar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selisih biaya dihitung pada akhir periode akuntansi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selisih biaya merupakan jumlah total perbedaan antara biaya standar dan biaya sesungguhnya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Aliran Biaya Standar;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.Pencatatan BBB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; BDP – BBB         xxx&lt;br /&gt;  Persediaan BB           xxx&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.Pencatatan BTKL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; BDP – BTKL       xxx&lt;br /&gt;  Gaji dan Upah          xxx&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.  Pencatatan BOP – Metode 1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;BOP Sesungguhnya              xxx&lt;br /&gt; Berbagai rekening dikredit        xxx&lt;br /&gt;BDP – BOP                      xxx&lt;br /&gt; BOP Sesungguhnya           xxx&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    Pencatatan BOP – Metode 2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;BOP Sesungguhnya               xxx&lt;br /&gt; Berbagai rekening dikredit       xxx&lt;br /&gt;BDP – BOP                                xxx&lt;br /&gt; BOP yang dibebankan                   xxx&lt;br /&gt;BOP yang dibebankan           xxx&lt;br /&gt; BOP Sesungguhnya                       xxx&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.Pencatatan HP produk jadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Persediaan produk jadi        xxx&lt;br /&gt;  BDP – BBB                                         xxx&lt;br /&gt;  BDP – BTK                                        xxx&lt;br /&gt;  BDP – BOP                                        xxx&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5.Pencatatan HP produk dalam proses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Persediaan produk dalam proses      xxx&lt;br /&gt;  BDP – BBB                                                         xxx&lt;br /&gt;  BDP – BTK                                                         xxx&lt;br /&gt;  BDP – BOP                                                         xxx&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6.Pencatatan HP produk yang dijual&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Harga pokok penjualan       xxx&lt;br /&gt;  Persediaan produk jadi                xxx&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7.Pencatatan selisih biaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selisih BB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Selisih harga BB                xxx&lt;br /&gt; selisih kuantitas BB               xxx&lt;br /&gt;  BDP – BBB                                  xxx&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selisih BTKL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Selisih Efisiensi upah     xxx&lt;br /&gt; Selisih Tarif upah                   xxx&lt;br /&gt;  BDP – BTK                                xxx&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selisih BOP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Menyesuaikan metode yang dipakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;METODE TUNGGAL (SINGLE PLAN)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.Pencatatan Biaya Bahan Baku –Selisih Harga BB dicatat pada saat BB dibeli&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Persediaan BB    xxx&lt;br /&gt; Utang dagang     xxx&lt;br /&gt; Selisih harga pembelian BB    XXX&lt;br /&gt;BDP – BBB     xxx&lt;br /&gt;Selisih pemakaian BB    xxx&lt;br /&gt; Persediaan BB     xxx&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.Pencatatan Biaya Bahan Baku –Selisih Harga BB dicatat pada saat BB dipakai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Persediaan BB    xxx&lt;br /&gt; Utang dagang     xxx&lt;br /&gt;BDP – BBB     xxx&lt;br /&gt;Selisih  kuantitas BB    xxx&lt;br /&gt; Persediaan BB     xxx&lt;br /&gt; Selisih harga BB dipakai    xxx&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.Pencatatan Biaya Bahan Baku –Selisih Harga BB dicatat pada saat BB dibeli dan dipakai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Persediaan BB    xxx&lt;br /&gt; Utang Dagang    xxx&lt;br /&gt; Selisih Harga Pembelian BB   xxx&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BDP – BBB    xxx&lt;br /&gt;Selisih Pemakaian BB    xxx&lt;br /&gt; Persediaan BB    xxx&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selisih Harga Pembelian BB  xxx&lt;br /&gt; Selisih Harga BB yang Dibeli   xxx&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.Pencatatan Biaya Tenaga Kerja Langsung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gaji dan Upah    xxx&lt;br /&gt; Utang gaji dan upah    xxx&lt;br /&gt;BDP – BTK     xxx&lt;br /&gt;Selisih  efisiensi upah    xxx&lt;br /&gt; Gaji dan upah     xxx&lt;br /&gt; Selisih tarif upah     xxx&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5.Pencatatan Biaya Overhead Pabrik – Metode 2 Selisih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;BDP – BOP    xxx&lt;br /&gt; BOP yang dibebankan    xxx&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BOP Sesungguhnya   xxx&lt;br /&gt; Berbagai rekening yang dikredit   xxx&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BOP yang dibebankan   xxx&lt;br /&gt; BOP Sesungguhnya    xxx&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selisih Terkendalikan   xxx&lt;br /&gt;Selisih Volume    xxx&lt;br /&gt; BOP Sesungguhnya    xxx&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6.Selisih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;BDP BOP&lt;br /&gt;Selisih efisiensi&lt;br /&gt; BOP yang dibebankan&lt;br /&gt;BOP sesungguhnya&lt;br /&gt; Berbagai rekening dikredit&lt;br /&gt;BOP yang dibebankan&lt;br /&gt; BOP sesungguhnya&lt;br /&gt;Selisih pengeluaran&lt;br /&gt;Selisih kapasitas&lt;br /&gt; BOP Sesungguhnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7.Produk jadi dan BDP Akhir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Persediaan Produk jadi&lt;br /&gt;  BDP BBB&lt;br /&gt;  BDP BTK&lt;br /&gt;  BDP BOP&lt;br /&gt;Persediaan BDP&lt;br /&gt;  BDP BBB&lt;br /&gt;  BDP BTK&lt;br /&gt;  BDP BOP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8.HPP dan Penjualan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Harga pokok penjualan&lt;br /&gt;  Persediaan produk jadi&lt;br /&gt;Kas/Piutang&lt;br /&gt;  Penjualan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-6172573452804475010?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/6172573452804475010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/09/makalah-akuntansi-biaya-standar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/6172573452804475010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/6172573452804475010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/09/makalah-akuntansi-biaya-standar.html' title='MAKALAH AKUNTANSI BIAYA STANDAR'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-7129809775628598285</id><published>2009-08-28T12:29:00.000-07:00</published><updated>2009-08-28T12:51:12.049-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Organisasi Nirlaba'/><title type='text'>MAKALAH AKUNTANSI ORGANISASI NIRLABA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Makalah ini membahas tentang Akuntansi di Organisasi Nirlaba.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DEFINISI ORGANISASI NIRLABA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Organisasi nirlaba atau organisasi non profit adalah suatu organisasi yang bersasaran pokok untuk mendukung suatu isu atau perihal didalam menarik perhatian publik untuk suatu tujuan yang tidak komersil, tanpa ada perhatian terhadap hal-hal yang bersifat mencari laba (moneter). Organisasi nirlaba meliputi gereja, sekolah negeri, derma publik, rumah sakit dan klinik publik, organisasi politis, bantuan masyarakat dalam hal perundang-undangan, organisasi jasa sukarelawan, serikat buruh, asosiasi profesional, institut riset, museum, dan beberapa para petugas pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perbedaan organisasi nirlaba dengan organisasi laba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang membedakan antara organisasi nirlaba dengan organisasi lainnya (laba). Dalam hal kepemilikan, tidak jelas siapa sesungguhnya ’pemilik’ organisasi nirlaba, apakah anggota, klien, atau donatur. Pada organisasi laba, pemilik jelas memperoleh untung dari hasil usaha organisasinya. Dalam hal donatur, organisasi nirlaba membutuhkannya sebagai sumber pendanaan. Berbeda dengan organisasi laba yang telah memiliki sumber pendanaan yang jelas, yakni dari keuntungan usahanya. Dalam hal penyebaran tanggung jawab, pada organisasi laba telah jelas siapa yang menjadi Dewan Komisaris, yang kemudian memilih seorang Direktur Pelaksana. Sedangkan pada organisasi nirlaba, hal ini tidak mudah dilakukan. Anggota Dewan Komisaris bukanlah ’pemilik’ organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;CIRI-CIRI ORGANISASI NIRLABA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Sumber daya entitas berasal dari para penyumbang yang tidak mengharapakan pembayaran kembali atas manfaat ekonomi yang sebanding dengan jumlah sumber daya yang diberikan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menghasilkan barang dan/ atau jasa tanpa bertujuan memupuk laba, dan kalau suatu entitas menghasilkan laba, maka jumlahnya tidak pernah dibagikan kepada para pendiri atau pemilik entitas tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak ada kepemilikan seperti lazimnya pada organisasi bisnis, dalam arti bahwa kepemilikan dalam organisasi nirlaba tidak dapat dijual, dialihkan, atau ditebus kembali, atau kepemilikan tersebut tidak mencerminkan proporsi pembagian sumber daya entitas pada saat likuiditas atau pembubaran entitas.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Konsep Dasar Pemikiran Akuntansi Organisasi Nirlaba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika Serikat (AS), Financial Accounting Standard Board (FASB) telah menyusun tandar untuk laporan keuangan yang ditujukan bagi para pemilik entitas atau pemegang saham, kreditor dan pihak lain yang tidak secara aktif terlibat dalam manajemen entitas bersangkutan, namun mempunyai kepentingan. FASB juga berwenang untuk menyusun standar akuntansi bagi entitas nirlaba nonpemerintah, sementara US Government Accountingg Standard Board (GASB) menyusun standar akuntansi dan pelaporan keuangan untuk pemerintah pusat dan federal AS.&lt;br /&gt;Di Indonesia, Departemen Keuangan RI membentuk Komite Standar Akuntansi Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah. Organisasi penyusun standar untuk pemerintah itu dibangun terpisah dari FASB di AS atau Komite Standar Akuntansi Keuangan-Ikatan Akuntan Indonesia di Indonesia karena karateristik entitasnya berbeda. Entitas pemerintah tidak mempunyai pemegang saham atau semacamnya, memberikan pelayanan pada masyarakat tanpa mengharapkan laba, dan mampu memaksa pembayar pajak untuk mendukung keuangan pemerintah tanpa peduli bahwa imbalan bagi pembayar pajak tersebut memadai atau tidak memadai.&lt;br /&gt;International Federation og Accountant (IFAC) membentuk IFAC Public Sector Committee (PSC) yang bertugas menyusun International Public Sector Accounting Standartd (IPSAS). Istilah Public Sector di sini berarti pemerintah nasional, pemerintah regional (misalnya Negara bagian, daerah otonom, provinsi, daerah istimewa), pemerintah local (misalnya kota mandiri), dan entitas pemerintah terkait (misalnya perusahaan Negara, komisi khusus). Dengan demikian PSC tidak menyusun standar akuntansi sector public nonpemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-7129809775628598285?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/7129809775628598285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/08/makalah-akuntansi-organisasi-nirlaba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/7129809775628598285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/7129809775628598285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/08/makalah-akuntansi-organisasi-nirlaba.html' title='MAKALAH AKUNTANSI ORGANISASI NIRLABA'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-6326661510980814615</id><published>2009-08-26T07:55:00.000-07:00</published><updated>2009-08-26T08:13:19.426-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penghasilan'/><title type='text'>KONSEP DASAR PENGHASILAN|MAKALAH ARTIKEL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Konsep Dasar Penghasilan dapat dilihat dari konsep ekonomik dan konsep akuntansi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span&gt;yaitu sebagai berikut&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; :&lt;br /&gt;Konsep Ekonomik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ekonom mendefinisikan penghasilan sebagai jumlah (barang dan jasa) yang dalam jangka waktu tertentu bisa dikonsumsikan oleh suatu entitas, tanpa mengakibatkan berkurangnya modal. Para ekonom menggunakan menggunakan pendekatan pemeliharaan capital (equity atau capital maintenance approach) didalam menentukan penghasilan suatu entitas dalam suatu periode.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghasilan = (Modal Akhir) – (Modal Awal), atau&lt;br /&gt;Penghasilan = (Nilai Konsumsi Barang/Jasa) +/- (Perubahan Modal)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pendekatan ekuitas, besar kecilnya penghasilan dalam suatu periode ditentukan dengan cara membandingkan total nilai atau harga pasar (fair market value) dari modal atau aktiva bersih pada akhir dan awal periode terkait (selain yang berasal dari setoran dan penarikan kembali modal). Penghasilan diukur berdasar kenaikan (atau penurunan) nilai kekayaan atau modal yang dimiliki oleh suatu entitas ditambah dengan nilai (harga pasar) dari barang atau jasa yang dikonsumsi dalam suatu periode.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, menurut konsep ekonomik penghasilan adalah sama dengan jumlah dari nilai (harga pasar) barang atau jasa yang sesungguhnya dikonsumsikan oleh suatu entitas ditambah kenaikan dan/atau dikurangi penurunan nilai barang atau jasa yang dapat atau bersedia untuk dikonsumsikan di kemudian hari atau dalam periode-periode berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep ekonomi tentang penghasilan menekankan pada nilai barang dan/atau jasa yang dapat dikonsumsikan atau kemampuan konsumsi dari suatu entitas. Penghasilan diukur berdasar kemampuan dari suatu entitas untuk mengkonsumsikan barang dan jasa, yang seringkali juga disebut sebagai daya beli (purchasing power) atau pendapatan riil (real income). Tiga aspek fundamental di dalam konsep ekonomik tentang penghasilan tersebut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep ekonomik tentang penghasilan merupakan suatu konsep yang sangat luas cakupannya.Konsep ekonomik tentang penghasilan meliputi keuntungan dan kerugian, baik yang sudah maupun yang belum direalisasikan (realized and unrealized gains and losses). Konsep eko&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Justify Full" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="http://www.blogger.com/img/blank.gif" alt="Justify Full" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;nomik tentang penghasilan mengharuskan untuk dipertimbangkannya efek atau pengaruh perubahan tingkat harga, penurunan daya beli uang atau inflasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Konsep Akuntansi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para akuntan menggunakan pendekatan transaksi (transaction approach) dan konsep harga pertukaran (exchange price) sebagai dasar pengukuran penghasilan. Alasan utama digunakannya pendekatan dan harga demikian adalah karena transaksi yang sesungguhnya terjadi dan harga pertukaran bersifat obyektif dan dapat diverifikasi kebenarannya. Pendekatan transaksi dan harga pertukaran sebagai dasar pengukuran penghasilan bukan tanpa kelemahan atau keterbatasan. Salah satu kelemahan dari penggunaan konsep harga pertukaran adalah karena penghasilan diukur hanya berdasar jumlah rupiah absolut, tanpa mempetimbangkan kemungkinan adanya perubahan tingkat harga atau penurunan daya beli/inflasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu penghasilan, termasuk keuntungan dianggap belum diperoleh atau belum direalisasikan sampai dengan penghasilan dan/atau keuntungan dapat diasosiasikan dengan transaksi atau peristiwa tertentu yang bisa mengakibatkan timbulnya penghasilan dan/atau keuntungan tersebut. Artinya, jasa sudah harus diberikan atau barang sudah harus dijual, diserahkan, ditukarkan, atau dikonversikan menjadi barang atau jasa yang lain terlebih dahulu; sebelum sejumlah penghasilan dan/atau keuntungan dianggap telah diperoleh (earned), direalisasikan (realized), atau dapat direalisasikan (realizable). Konsep yang berkaitan dengan saat pengakuan penghasilan dan/atau keuntungan semacam itu oleh para akuntan atau didalam akuntansi seringkali disebut sebagai konsep atau prinsip realisasi pendapatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hakekatnya, penghasilan adalah sama dengan jumlah nilai barang dan jasa yang dikonsumsikan dalam suatu periode ditambah kenaikan nilai kekayaan atau modal dalam periode terkait. Hanya saja, didalam mengukur perubahan nilai kekayaan atau modal; konsep akuntansi menggunakan harga pertukaran (harga historis atau nilai perolehan dan bukan nilai atau harga yang sekarang berlaku atau current value). Oleh karena harga pertukaran (harga historis atau nilai perolehan) tidak berubah sebagai akibat perjalanan waktu; maka tidak ada perubahan nilai yang perlu diakui atau dicatat sampai dengan terjadinya suatu transaksi di kemudian hari. Sebagai akibatnya, menurut konsep akuntansi tidak mengakui keuntungan yang belum direalisasikan sebagai suatu komponen penghasilan. Namun sebaliknya, menurut konsep akuntansi; kerugian yang kemungkinan besar akan terjadi dan sudah dapat ditentukan jumlahnya dalam banyak hal harus diakui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;FAKTOR PENDUKUNG PENGHASILAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pendidikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Statistik menunjukkan, orang yang menempuh pendidikan lebih tinggi cenderung menghasilkan lebih banyak uang daripada mereka yang tidak. Ini seringkali ‘membutakan’ mata masyarakat yang akhirnya cenderung menganggap bahwa seseorang tidak akan mendapatkan penghasilan tinggi sebelum mereka menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Ini tentu saja merupakan mitos yang salah. Yang benar adalah pendidikan yang tinggi bisa membantu seseorang untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar, meski hal itu bukan satu-satunya jaminan. Kita banyak melihat para wiraswastawan yang tidak lulus pendidikan tinggi bisa mendapatkan penghasilan yang besar. Namun demikian, kebanyakan dari mereka yang memiliki pendidikan tinggi biasanya berpenghasilan lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pekerjaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghasilan seseorang juga berkait erat dengan pekerjaan yang dia lakukan. Disinilah kita mengenal istilah white collar worker dengan blue collar worker. Pekerja kerah putih (mereka yang lebih banyak menggunakan pikirannya dalam bekerja) biasanya menghasilkan lebih banyak uang daripada mereka yang berkerah biru (mereka yang lebih banyak menggunakan tenaganya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Umur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghasilan seseorang juga berkait erat dengan umurnya. Mereka yang masih berumur 25 tahun ke bawah cenderung berpenghasilan lebih rendah daripada mereka yang sudah berumur di atas 25 tahun, bahkan di atas 35 tahun. Semakin tua umur seseorang, biasanya penghasilannya akan menjadi lebih tinggi. Ini masuk akal mengingat pengalaman seseorang dalam satu bidang, apabila ditekuni dari tahun ke tahun akan membuat pengalamannya bertambah, sehingga penghasilannya juga akan semakin bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Harta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghasilan seseorang pada dasarnya didapat dari upah dan juga hasil investasi. Upah terdiri atas honor dan gaji, yang didapat seseorang karena jasa atau pekerjaan yang dia lakukan. Tetapi penghasilan yang kedua, adalah penghasilan yang didapat dari hasil investasi. Misal, seseorang memiliki harta berupa uang tunai Rp 100 juta. Bila uang ini diinvestasikan, akan memberikan penghasilan bunga yang rutin setiap bulannya. Semakin besar harta yang dia miliki, semakin besar pula penghasilan bunganya atau hasil investasinya. Begitu juga bila seseorang memiliki rumah, dia bisa menyewakannya kepada pihak lain, orang tersebut akan mendapatkan hasil sewa. Jadi, semakin besar harta Anda, biasanya akan semakin besar pula penghasilan yang Anda terima. Selanjutnya penghasilan tersebut bisa Anda gunakan untuk memperbesar harta Anda, yang pada akhirnya bisa digunakan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar. Begitu seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tempat Tinggal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat tinggal juga berpengaruh pada penghasilan seseorang. Dua orang manajer yang sama, misalnya, baik umur maupun jenis pekerjaannya, bisa saja berbeda penghasilannya bila mereka tinggal di dua kota yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-6326661510980814615?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/6326661510980814615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/08/konsep-dasar-penghasilanmakalah-artikel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/6326661510980814615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/6326661510980814615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/08/konsep-dasar-penghasilanmakalah-artikel.html' title='KONSEP DASAR PENGHASILAN|MAKALAH ARTIKEL'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-2937808748215590477</id><published>2009-08-24T14:17:00.000-07:00</published><updated>2009-08-24T14:28:36.045-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepailitan'/><title type='text'>ARTIKEL KEPAILITAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.Pengertian (Definisi) Kepailitan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepailitan merupakan suatu proses di mana seorang debitur yang mempunyai kesulitan keuangan untuk membayar utangnya dinyatakan pailit oleh pengadilan, dalam hal ini pengadilan niaga, dikarenakan debitur tersebut tidak dapat membayar utangnya. Harta debitur dapat dibagikan kepada para kreditur sesuai dengan peraturan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sudut sejarah hukum, undang-undang kepailitan pada mulanya bertujuan untuk melindungi para kreditur dengan memberikan jalan yang jelas dan pasti untuk menyelesaikan utang yang tidak dapat dibayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Peraturan Perundangan tentang Kepailitan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah perundang-undangan kepailitan di Indonesia telah dimulai hampir 100 tahun yang lalu yakni sejak 1906, sejak berlakunya “Verordening op het Faillissement en Surceance van Betaling voor de European in Indonesia” sebagaimana dimuat dalam Staatblads 1905 No. 217 jo. Staatblads 1906 No. 348 Faillissementsverordening. Dalam tahun 1960-an, 1970-an secara relatip masih banyak perkara kepailitan yang diajukan kepada Pengadilan Negeri di seluruh Indonesia, namun sejak 1980-an hampir tidak ada perkara kepailitan yang diajukan ke Pengadilan negeri. Tahun 1997 krisis moneter melanda Indonesia, banyak utang tidak dibayar lunas meski sudah ditagih, sehingga timbul pikiran untuk membangunkan proses kepailitan dengan cara memperbaiki perundang-undangan di bidang kepailitan dan penundaan kewajiban pembayaran utang atau biasanya disingkat PKPU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 20 April 1998 pemerintah telah menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 1 tahun 1998 tentang perubahan atas Undang-Undang tentang Kepailitan yang kemudian telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat menjadi Undang-Undang, yaitu Undang-Undang No. 4 tahun 1998 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 1998 tentang perubahan atas Undang-Undang tentang Kepailitan tanggal 9 september 1998 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1998 nomor 135).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undang-Undang No. 4 tahun 1998 tersebut bukanlah mengganti peraturan kepailitan yang berlaku, yaitu Faillissements Verordening Staatsblad tahun 1905 No. 217 juncto Staatblads tahun 1906 No. 308, tetapi sekedar mengubah dan menambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan diundangkannya Perpu No. 1 tahun 1998 tersebut, yang kemudian disahkan oleh DPR dengan mengundangkan Undang-Undang No. 4 tahun 1998 tersebut, maka tiba-tiba Peraturan Kepailitan (Faillissements Verordening S. 1905 No. 217 jo S. 1906 No. 348) yang praktis sejak lama sudah tidak beroperasi lagi, menjadi hidup kembali. Sejak itu, pengajuan permohonan-permohonan pernyataan pailit mulai mengalir ke Pengadilan Niaga dan bermunculanlah berbagai putusan pengadilan mengenai perkara kepailitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Tujuan utama kepailitan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah untuk melakukan pembagian antara para kreditur atas kekayaan debitur oleh kurator. Kepailitan dimaksudkan untuk menghindari terjadinya sitaan terpisah atau eksekusi terpisah oleh kreditur dan menggantikannya dengan mengadakan sitaan bersama sehingga kekayaan debitur dapat dibagikan kepada semua kreditur sesuai dengan hak masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Lembaga kepailitan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya merupakan suatu lembaga yang memberikan suatu solusi terhadap para pihak apabila debitur dalam keadaan berhenti membayar/tidak mampu membayar.&lt;br /&gt;Lembaga kepailitan pada dasarnya mempunyai dua fungsi sekaligus, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;kepailitan sebagai lembaga pemberi jaminan kepada kreditur bahwa debitur tidak akan berbuat curang, dan tetap bertanggung jawab terhadap semua hutang-hutangnya kepada semua kreditur.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;kepailitan sebagai lembaga yang juga memberi perlindungan kepada debitur terhadap kemungkinan eksekusi massal oleh kreditur-krediturnya. Jadi keberadaan ketentuan tentang kepailitan baik sebagai suatu lembaga atau sebagai suatu upaya hukum khusus merupakan satu rangkaian konsep yang taat asas sesuai dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam pasal 1131 dan 1132 KUH Perdata.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Para Pihak yang dapat mengajukan kepailitan yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;   atas permohonan debitur sendiri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   atas permintaan seorang atau lebih kreditur&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Oleh kejaksaan atas kepentingan umum&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Bank Indonesia dalam hal debitur merupakan lembaga bank&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   oleh Badan Pengawas Pasar Modal dalam hal debitur merupakan perusahaan efek.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6.Syarat Yuridis untuk kepailitan adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Adanya hutang&lt;br /&gt;  2. Minimal satu hutang sudah jatuh tempo dan dapat ditagih&lt;br /&gt;  3. Adanya debitur&lt;br /&gt;  4. Adanya kreditur (lebih dari satu)&lt;br /&gt;  5. Permohonan peryataan pailit&lt;br /&gt;  6. Pernyataan pailit oleh Pengadilan Niaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7.Adapun para pihak yang dapat melakukan permintaan kepailitan adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Debitur&lt;br /&gt;  2. Kreditur&lt;br /&gt;  3. Kejaksaan demi kepentingan umum&lt;br /&gt;  4. Bank Indonesia&lt;br /&gt;  5. Badan Pengawas Pasar Modal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8.Langkah-langkah yang ada dalam kepailitan ada 9 langkah, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;   Permohonan pailit, syarat permohonan pailit telah diatur dalam UU No. 4 Tahun 1998, seperti apa yang telah ditulis diatas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Keputusan pailit berkekuatan tetap, jangka waktu permohonan pailit sampai sampai keputusan pailit berkekuatan tetap adalah 90 hari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Rapat verifikasi, adalah rapat pendaftaran utang-piutang, pada langkah ini dilakukan pendataan berapa jumlah utang dan piutangyang dimiliki oleh debitur. Verifikasi utang merupakan tahap yang paling penting dalam kepailitan karena akan ditentukan urutan pertimbangan hak dari masing-masing kreditur. Rapat verifikasi dipimpin oleh hakim pengawas dan dihadiri oleh : (a) Panitera (sebagai pencatat), (b) Debitur (tidak boleh diwakilkan karena nanti debitur harus menjelaskan kalau nanti terjadi perbedaan pendapat tentang jumlah tagihan, (c) Kreditur atau kuasanya (jika berhalangan untuk hadir tidak apa-apa, nantinya mengikuti hasil rapat), (d) Kurator (harus hadir karena merupakan pengelola aset).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Perdamaian, jika perdamaian diterima maka proses kepailitan berakhir, jika tidak maka akan dilanjutkan ke proses selanjutnya. Proses perdamaian selalu diupayakan dan diagendakan. Ada beberapa perbedaan antara perdamaian yang terjadi dalam proses kepailitan dengan perdamaian yang biasa. Perdamaian dalam proses kepailitan meliputi : (a) mengikat semua kreditur kecuali kreditur separatis, karena kreditur separatis telah dijamin tersendiri dengan benda jaminan yang terpisah dengan harta pailit umumnya. (b) terikat formalitas, (c) ratifikasi dalam sidang homologasi, (d) jika pengadilan niaga menolak adanya hukum kasasi, (e) ada kekuatan eksekutorial, apa yang tertera dalam perdamaian, pelaksanaanya dapat dilakukan secara paksa. Tahap-tahap dalam proses perdamaian antara lain : (a) pengajuan usul perdamaian, (b) pengumuman usulan perdamaian, (c) rapat pengambilan keputusan, (d) sidang homologasi, (e) upaya hukum kasasi, (f) rehabilitasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Homologasi akur, yaitu permintaan pengesahan oleh Pengadilan Niaga, jika proses perdamaian diterima.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Insolvensi, yaitu suatu keadaan dimana debitur dinyatakan benar-benar tidak mampu membayar, atau dengan kata lain harta debitur lebih sedikit jumlahnya dengan hutangnya. Hal tentang insolvensi ini sangat menentukan nasib debitur, apakah akan ada eksekusi atau terjadi restrukturisasi hutang dengan damai. Saat terjadinya insolvensi (pasal 178 UUK) yaitu: (a) saat verifikasi tidak ditawarkan perdamaian, (b) penawaran perdamaian ditolak, (c) pengesahan perdamaian ditolak oleh hakim. Dengan adanya insolvensi maka harta pailit segera dieksekusi dan dibagi kepada para kreditur.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Pemberesan/likuidasi, yaitu ppenjualan harta kekayaan debitur pailit, yang dibagikan kepad kreditur konkuren, setelah dikurangi biaya-biaya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Rehabilitasi, yaitu suatu usaha pemulihan nama baik kreditur, akan tetapi dengan catatan jika proses perdamaian diterima, karena jika perdamaian ditolak maka rehabilitasi tidak ada. Syarat rehabilitsi adalah : telah terjadi perdamaian, telah terjadi pembayaran utang secara penuh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Kepailitan berakhir.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-2937808748215590477?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/2937808748215590477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/08/artikel-kepailitan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/2937808748215590477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/2937808748215590477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/08/artikel-kepailitan.html' title='ARTIKEL KEPAILITAN'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-7309732165490195712</id><published>2009-08-18T00:37:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T00:59:45.019-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Elastisitas Permintaan'/><title type='text'>MAKALAH ELASTISITAS PERMINTAAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Makalah tentang elastisitas permintaan ini membahas definisi sampai manfaat pengukuran elastisitas permintaan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DEFINISI ELASTISITAS PERMINTAAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Elastisitas dapat diartikan sebagai besarnya perubahan relatif dari variabel yang diterangkan, sebagai akibat perubahan variabel yang menerangkan.&lt;br /&gt;Apabila variabel yang diterangkan dimisalkan Q (quantity) dari suatu barang, dan variabel yang menerangkan adalah P (Price) harga tersebut , maka kita bisa rumuskan bahwa elastisitas adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ada 2 macam elastisitas secara umum yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Elastisitas titik (Point elasticity), yaitu mengukur elastisitas pada satu titik tertentu atau pada pergerakan dari beberapa titik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Elastisitas Busur (Arc Elasticity), yaitu mengukur elastisitas pada beberapa titik secara bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Elastisitas Permintaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Adalah suatu pengukuran kuantitas untuk menunjukan seberapa besar pengaruh perubahan harga terhadap permintaan suatu barang.&lt;br /&gt;Ada 3 jenis elastisitas permintaan yaitu :&lt;br /&gt;1. Elastisitas permintaan harga&lt;br /&gt;2. Elastisitas Permintaan pendapatan&lt;br /&gt;3. Elastisitas Permintaan Silang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penentu-penentu Elastisitas Permintaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tersedianya Barang Substitusi yang Terdekat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Barang-barang dengan substitusi terdekat cenderung memiliki permintaan yang lebih elastis karena mempermudah para konsumen untuk mengganti barang tersebut dengan yang lain. Misalnya, mentega dan margarin merupakan barang yang mudah diganti dengan yang lain. Kenaikan harga mentega sedikit saja, jika harga margarin tetap, akan mengakibatkan jumlah mentega yang terjual turun dratis. Sebaliknya, karena telur merupakan makanan tanpa substitusi dekat, maka permintaan akan telur tidak seelastis permintaan akan mentega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kebutuhan versus Kemewahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan cenderung memiliki permintaan yang inelastic, sebaliknya kemewahan memiliki permintaan yang elastis. Ketika biaya berobat ke dokter meningkat, oreng tidak akan secara dramatis mengubah frekuensi mereka ke dokter, meskipun mungkin tidak sesering sebelumnya. Sebaliknya ketika kapal pesiar meningkat, maka jumlah permintaan kapal pesiar akan turun banyak. Alasannya karena kebanyakan orang melihat berobat ke dokter sebagai suatu kebutuhan, sedangkan kapal pesiar sebagai suatu kemewahan. Suatu barang merupakan suatu kebutuhan atau suatu kemewahan tidak tergantung pada sifat hakiki barang itu, tetapi pada pilihan pembeli. Bagi seorang pelaut yang tidak terlalu memperhatikan kesehatannya, kapal pesiar mungkin sebuah kebutuhan dengan permintaan yang inelastis, sedangkan berobat ke dokter adalah kemewahan dengan permintaan yang elastis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Definisi Pasar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Elastisitas permintaan dalam segala jenis pasar bergantung pada bagaimana kita menggambarkan batas-batas pasar. Pasar yang terdefinisi sempit cenderung memiliki permintaan yang lebih elastis dibandingkan yang terdefinisi luas, karena lebih mudah menemukan substitusi untuk barang-barang yang terdefinisi secara sempit. Misalnya, makanan, sebuah kategori yang luas, memiliki permintaan yang inelastis karena tidak ada barang substitusi untuk makanan. Es krim, sebuah kategori yang lebih sempit, memiliki permintaan yang lebih elastis karena mudah untuk menggantinya dengan pencuci mulut lain. Es krim vanilla, sebuah kategori yang sangat sempit, memiliki permintaan yang sangat elastis karena rasa lain es krim merupakan barang substitusi yang hampir sempurna untuk vanilla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rentang Waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Barang-barang cenderung memiliki permintaan yang lebih elastis selama kurun waktu yang lebih panjang. Ketika harga bensin naik, jumlah permintaan bensin hanya sedikit mengalami kemerosotan pada beberapa bulan pertama. Namun setelah itu, bagaimanapun juga, orang-orang akan membeli mobil-mobil yang lebih irit bahan bakar, menggunakan transportasi umum, dan pindah ke tempat kerja yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka. Dalam beberapa tahun, jumlah permintaan bensin akan menurun dratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menghitung Elastisitas Permintaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Para ekonom menghitung elastisitas permintaan sebagai perubahan persentase jumlah permintaan dibagi perubahan persentase variable yang mempengaruhi, yang bisa dimisalkan dengan variable harga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elastisitas harga permintaan = perubahan jumlah prosentase permintaan / perubahan prosentase harga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh anggaplah bahwa peningkatan 10 persen harga es krim mengakibatkan jumlah es krim yang anda beli turun hingga 20 persen. Kita menghitung elastisitas permintaan anda sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elastisitas harga permintaan = 20% / 10% = 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Faktor- faktor yang mempengaruhi Elastisitas :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Seberapa besar barang-barang lain dapat menggantikan barang yang bersangkutan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seberapa besar dari pendapatan yang akan dibelanjakan untuk membeli barang yang bersangkutan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;waktu analisis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Banyak tidaknya macam penggunaan barang yang bersangkutan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manfaat pengukuran Elastisitas Permintaan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kepada perusahaan, dapat digunakan sebagai dasar untuk membuat suatu kebijakan atau strategi penjualan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kepada pemerintah, dengan mengetahui dari sifat barang (eksport dan import) dapat disusun suatu kebijakan yang mendukung.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-7309732165490195712?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/7309732165490195712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/08/makalah-elastisitas-permintaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/7309732165490195712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/7309732165490195712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/08/makalah-elastisitas-permintaan.html' title='MAKALAH ELASTISITAS PERMINTAAN'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-705835434438016944</id><published>2009-08-15T21:05:00.000-07:00</published><updated>2009-08-15T21:19:20.066-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akuntansi Sektor Publik di Indonesia'/><title type='text'>MAKALAH AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Makalah ini membahas tentang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Akuntansi Sektor Publik&lt;/span&gt;,dari sejarahnya sampai Penerapan Akuntansi Sektor Publik di Indonesia&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sejarah Akuntansi Sektor Publik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejarah organisasi sektor publik sebenarnya sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Dalam bukunya, Vernon Kam (1989) menjelaskan bahwa praktik akuntansi sektor publik sebenarnya telah ada sejak ribuan tahun sebelum masehi. Kemunculannya lebih dipengaruhi pada interaksi yang terjadi pada masyarakat dan kekuatan sosial didalam masyarakat. Kekuatan sosial masyarakat, yang umumnya berbentuk pemerintahan. Organisasi sektor publik ini, dapat diklasifikasikan dalam:&lt;br /&gt;1. Semangat kapitalisasi (Capitalistic Spirit).&lt;br /&gt;2. Peristiwa politik dan ekonomi (Economic and Politic Event).&lt;br /&gt;3. Inovasi teknologi (Technology Inovation).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aspek Filosofi Sektor Publik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai buku Anglo Amerika, akuntansi sektor publik diartikan sebagai mekanisme akuntansi swasta yang diberlakukan dalam praktik-praktik organisasi publik. Dari berbagai buku lama terbitan Eropa Barat, akuntansi sektor publik disebut akuntansi pemerintahan. Dan diberbagai kesempatan disebut juga sebagai akuntansi keuangan publik. Berbagai perkembangan terakhir, sebagai dampak penerapan daripada accrual base di Selandia Baru, pemahaman ini telah berubah. Akuntansi sektor publik didefinisikan sebagai akuntansi dana masyarakat. Akuntansi dana masyarakat dapat diartikan sebagai: “… mekanisme teknik dan analisis akuntansi yang diterapkan pada pengelolaan dana masyarakat”. Dari definisi diatas perlu diartikan dana masyarakat sebagai dana yang dimiliki oleh masyarakat - bukan individual, yang biasanya dikelola oleh organisasi -organisasi sektor publik, dan juga pada proyek-proyek kerjasama sektor publik dan swasta. Di Indonesia, akuntansi sektor publik dapat didefinisikan: “… mekanisme teknik dan analisis akuntansi yang diterapkan pada pengelolaan dana masyarakat di lembaga-lembaga tinggi negara dan departemen-departemen dibawahnya, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, LSM dan yayasan sosial, maupun pada proyek- proyek kerjasama sektor publik dan swasta”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JENIS-JENIS ANGGARAN SEKTOR PUBLIK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar terdapat dua pendekatan utama yang memiliki perbedaan mendasar. Kedua pendekatan tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Anggaran tradisional atau anggaran konvensional&lt;br /&gt;  2. Pendekatan baru yang sering dikenal dengan pendekatan New Public Management.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.ANGGARAN TRADISIONAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anggaran tradisional merupakan pendekatan yang paling banyak digunakan di negara berkembang dewasa ini. Terdapat dua ciri utama dalam pendekatan ini, yaitu: (a) cara penyusunan anggaran yang didasarkan atas pendekatan incrementalism dan (b) struktur dan susunan anggaran yang besifat line-item.&lt;br /&gt;Ciri lain yang melekat pada pendekatan anggaran tradisional tersebut adalah: (c) cenderung sentralistis; (d) bersifat spesifikasi; (e) tahunan; dan (f) menggunakan prinsip anggaran bruto. Struktur anggaran tradisional dengan ciri-ciri tersebut tidak mampu mengungkapkan besarnya dana yang dikeluarkan untuk setiap kegiatan, dan bahkan anggaran tradisional tersebut gagal dalam memberikan informasi tentang besarnya rencana kegiatan. Oleh karena tidak tersedianya berbagai informasi tersebut, maka satu-satunya tolok ukur yang dapat digunakan untuk tujuan pengawasan hanyalah tingkat kepatuhan penggunaan anggaran.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;CIRI-CIRI ANGGARAN TRADISIONAL :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Incrementalism&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penekanan dan tujuan utama pendekatan tradisional adalah pada pengawasan dan pertanggungjawaban yang terpusat. Anggaran tradisional bersifat incrementalism, yaitu hanya menambah atau mengurangi jumlah rupiah pada item-item anggaran yang sudah ada sebelumnya dengan menggunakan data tahun sebelumnya sebagai dasar untuk menyesuaikan besarnya penambahan atau pengurangan tanpa dilakukan kajian yang mendalam.&lt;br /&gt;Masalah utama anggaran tradisional adalah terkait dengan tidak adanya perhatian terhadap konsep value for money. Konsep ekonomi, efisiensi dan efektivitas seringkali tidak dijadikan pertimbangan dalam penyusunan anggaran tradisional. Dengan tidak adanya perhatian terhadap konsep value for money ini, seringkali pada akhir tahun anggaran terjadi kelebihan anggaran yang pengalokasiannya kemudian dipaksakan pada aktivitas-aktivitas yang sebenarnya kurang penting untuk dilaksanakan.&lt;br /&gt;Akibat digunakannya harga pokok pelayanan historis tersebut adalah suatu item, program, atau kegiatan akan muncul lagi dalam anggaran tahun berikutnya meskipun sebenarnya item tersebut sudah tidak relevan dibutuhkan. Perubahan anggaran hanya menyentuh jumlah nominal rupiah yang disesuaikan dengan tingkat inflasi, jumlah penduduk, dan penyesuaian lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Line-item&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri lain anggaran tradisional adalah struktur anggaran bersifat line-item yang didasarkan atas dasar sifat (nature) dari penerimaan dan pengeluaran. Metode line-item budget tidak memungkinkan untuk menghilangkan item-item penerimaan atau pengeluaran yang telah ada dalam struktur anggaran, walaupun sebenarnya secara riil item tertentu sudah tidak relevan lagi untuk digunakan pada periode sekarang. Karena sifatnya yang demikian, penggunaan anggaran tradisional tidak memungkinkan untuk dilakukan penilaian kinerja secara akurat, karena satu-satunya tolok ukur yang dapat digunakan adalah semata-mata pada ketaatan dalam menggunakan dana yang diusulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyusunan anggaran dengan menggunakan struktur line-item dilandasi alasan adanya orientasi sistem anggaran yang dimaksudkan untuk mengontrol pengeluaran. Berdasarkan hal tersebut, anggaran tradisional disusun atas dasar sifat penerimaan dan pengeluaran, seperti misalnya pendapatan dari pemerintah atasan, pendapatan dari pajak, atau pengeluaran untuk gaji, pengeluaran untuk belanja barang, dan sebagainya, bukan berdasar pada tujuan yang ingin dicapai dengan pengeluaran yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.ANGGARAN PUBLIK DENGAN PENDEKATAN NPM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Era New Public Management&lt;br /&gt;Sejak pertengahan tahun 1980-an telah terjadi perubahan manajemen sektor publik yang cukup drastis dari sistem manajemen tradisional yang terkesan kaku, birokratis, dan hierarkis menjadi model manajemen sektor publik yang fleksibel dan lebih mengakomodasi pasar. Perubahan tersebut bukan sekedar perubahan kecil dan sederhana. Perubahan tersebut telah mengubah peran pemerintah terutama dalam hal hubungan antara pemerintah dengan masyarakat. Paradigma baru yang muncul dalam manajemen sektor publik tersebut adalah pendekatan New Public Management.&lt;br /&gt;New Public Management berfokus pada manajemen sektor publik yang berorientasi pada kinerja, bukan berorientasi kebijakan. Penggunaan paradigma New Public Management tersebut menimbulkan beberapa konsekuensi bagi pemerintah di antaranya adalah tuntutan untuk melakukan efisiensi, pemangkasan biaya (cost cutting), dan kompetisi tender.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu model pemerintahan di era New Public Management adalah model pemerintahan yang diajukan oleh Osborne dan Gaebler (1992) yang tertuang dalam pandangannya yang dikenal dengan konsep “reinventing government”. Perspektif baru pemerintah menurut Osborne dan Gaebler tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;   Pemerintahan katalis : fokus pada pemberian pengarahan bukan produksi pelayanan publik. Pemerintah harus menyediakan beragam pelayanan publik, tetapi tidak harus terlibat secara langsung dengan proses produksinya (producing). Produksi pelayanan publik oleh pemerintah harus dijadikan sebagai pengecualian, dan bukan keharusan, pemerintah hanya memproduksi pelayanan publik yang belum dapat dilakukan oleh pihak non-pemerintah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Pemerintah milik masyarakat : memberdayakan masyarakat daripada melayani. Pemerintah sebaiknya memberikan wewenang kepada masyarakat sehingga mereka mampu menjadi masyarakat yang dapat menolong dirinya sendiri (self-help community).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Pemerintah yang kompetitif : menyuntikkan semangat kompetisi dalam pemberian pelayanan publik. Kompetisi adalah satu-satunya cara untuk menghemat biaya sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan. Dengan kompetisi, banyak pelayanan publik yang dapat ditingkatkan kualitasnya tanpa harus memperbesar biaya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Pemerintah yang digerakkan oleh misi : mengubah organisasi yang digerakkan oleh peraturan menjadi organisasi yang digerakkan oleh misi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Pemerintah yang berorientasi hasil : membiayai hasil bukan masukan. Pada pemerintah tradisional, besarnya alokasi anggaran pada suatu unit kerja ditentukan oleh kompleksitas masalah yang dihadapi. Semakin kompleks masalah yang dihadapi, semakin besar pula dana yang dialokasikan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Pemerintah berorientasi pada pelanggan : memenuhi kebutuhan pelanggan, bukan birokrasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Pemerintahan wirausaha : mampu menciptakan pendapatan dan tidak sekedar membelanjakan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Pemerintah antisipatif : berupaya mencegah daripada mengobati. Pemerintah tradisonal yang birokratis memusatkan diri pada produksi pelayanan publik untuk memecahkan masalah publik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Pemerintah desentralisasi : dari hierarkhi menuju partisipatif dan tim kerja.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  Pemerintah berorientasi pada (mekanisme) pasar : mengadakan perubahan dengan mekanisme pasar (sistem insentif) dan bukan dengan mekanisme administratif (sistem prosedur dan pemaksaan). Ada dua cara alokasi sumberdaya, yaitu mekanisme pasar dan mekanisme administratif. Dari keduanya, mekanisme pasar terbukti sebagai yang terbaik dalam mengalokasi sumberdaya. Pemerintah tradisional menggunakan mekanisme administratif yaitu menggunakan perintah dan pengendalian, mengeluarkan prosedur dan definisi baku dan kemudian memerintahkan orang untuk melaksanakannya (sesuai dengan prosedur tersebut). Pemerintah wirausaha menggunakan mekanisme pasar yaitu tidak memerintahkan dan mengawasi tetapi mengembangkan dan menggunakan sistem insentif agar orang tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang merugikan masyarakat.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penerapan Akuntansi Sektor Publik di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bentuk penerapan teknik akuntansi sektor publik adalah di organisasi BUMN. Di tahun 1959 pemerintahan orde lama mulai melakukan kebijakan-kebijakan berupa nasionalisasi perusahaan asing yang ditransformasi menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tetapi karena tidak dikelola oleh manajer profesional dan terlalu banyaknya politisasi’ atau campur tangan pemerintah, mengakibatkan perusahaan tersebut hanya dijadikan ‘sapi perah’ oleh para birokrat. Sehingga sejarah kehadirannya tidak memperlihatkan hasil yang baik dan tidak menggembirakan. Kondisi ini terus berlangsung pada masa orde baru. Lebih bertolak belakang lagi pada saat dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 1983 tentang fungsi dari BUMN. Dengan memperhatikan beberapa fungsi tersebut, konsekuensi yang harus ditanggung oleh BUMN sebagai perusahaan publik adalah menonjolkan keberadaannya sebagai agent of development daripada sebagai business entity. Terlepas dari itu semua, bahwa keberadaan praktik akuntansi sektor publik di Indonesia dengan status hukum yang jelas telah ada sejak beberapa tahun bergulir dari pemerintahan yang sah. Salah satunya adalah Perusahaan Umum Telekomunikasi (1989)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-705835434438016944?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/705835434438016944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/08/makalah-akuntansi-sektor-publik.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/705835434438016944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/705835434438016944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/08/makalah-akuntansi-sektor-publik.html' title='MAKALAH AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-1834045734188009761</id><published>2009-08-12T23:36:00.000-07:00</published><updated>2009-08-12T23:56:09.479-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Auditing'/><title type='text'>MAKALAH AUDITING</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DEFINISI DAN FILOSOFI AUDIT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Auditing adalah proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti tentang informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas ekonomi yang dilakukan seseorang yang kompeten dan independen untuk dapat menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi dimaksud dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan (Arens &amp;amp; Leobbecke ; 1998) sedangkan menurut R.K Mautz,Husain A sharaf ;1993 mendefinisikan auditing sebagai rangkaian praktek dan prosedur, metode dan teknik, suatu cara yang hanya sedikit butuh penjelasan, diskripsi, rekonsiliasi dan argumen yang biasanya menggumpal sebagai teori. Selanjutnya Mulyadi &amp;amp; Kanaka Puradiredja (1998) mendifinisikan auditing adalah proses sistematis untuk mempelajari dan mengevaluasi bukti secara objektip mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi, dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan.&lt;br /&gt;Pembicaraan mengenai auditing selalu dikaitkan dengan keberadaan profesi Akuntan Publik, yang dikenal oleh masyarakat sebagai penyedia jasa audit laporan keuangan kepada pemakai informasi keuangan. Para praktisi dan pendidik terkadang timbul suatu pertanyaan teori apakan sebenarnya yang melatar belakangi auditing. Literatur-literatur yang terkait dengan auditing lebih banyak didominasi oleh pembicaraan yang terkait dengan praktek dan teknik audit. Dan sedikit sekali literatur profesional yang mengulas mengenai teori auditing.&lt;br /&gt;Beberapa masalah-masalah dalam auditing sampai saat ini masih menjadi bahan perdebatan dan tidak kunjung terpecahkan, misalnya apakah tes dan pengambilan sampel yang biasa dipakai auditor kurang dalam menjustifikasi opininya ?, masalah independensi auditor dan kepentingan auditor terhadap audit fee. Tidak hanya layanan auditor saja yang menjadi perdebatan akan tetapi juga menyangkut tanggung jawab kinerja dan fungsi historisnya. Bagaimana kedudukan auditor mengenai kewajiban untuk mengungkapkan pelanggaran hukum oleh klien, terlebih lagi peranan auditor dalam pelanggaran hukum klien yang sampai saat ini masih diperdebatkan.&lt;br /&gt;Pembicaraan mengenai teori auditing sebenarnya tidak dapat dilepaskan dari sejarah auditing itu sendiri. Auditing pada awalnya dikembangkan sebagai sebuah prosedur dengan pengecekan yang detail sehingga kelihatannya teori tidak diinginkan dan diperlukan, Para auditor jaman dahulu hanya terdorong untuk menginfestigasi kecocokan hal-hal yang diinfestigasi dengan model atau standar, hal ini tidak beda jauh dengan kondisi pada saat ini. Akan tetapi apakah hal demikian benar ?&lt;br /&gt;“ Kami berpendapat bahwa ada teori auditing, yang terdiri dari sejumlah asumsi dasar dan suatu kerangka dari ide-ide yang terintegrasi, pemahaman yang akan banyak membantu secara langsung dalam pengembangan dan praktek seni auditing. Lebih jauh lagi kami percaya,yang akan kami usahakan untuk mendukung kepercayaan kami ini dibagian-bagian berikut, bahwa pemahaman mengenai teori auditing dapat membawa kita ke solusi yang paling masuk akal dari masalah-masalah yang paling tidak menyenangkan yang dihadapi oleh auditing saat ini” (Mautz, R. K., and Hussein A. Sharaf ; 1961)&lt;br /&gt;Selama bertahun-tahun auditing sibuk menyiapkan kelahirannya dan diterima jika selama bertahun-tahun itu hanya sedikit waktu untuk introspeksi, namun ketika suatu teori menjadi semakin matang maka waktu instrospeksi yang dibutuhkan semakin berkurang. Sungguh ada sesuatu yang tidak layak mengenai profesi dengan tidak ada dukungan yangterlihat dalam bentuk struktur teori yang komprehensip dan terintegrasi, maka diperlukan Filosofi Auditing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perbedaan antara audit dan pencatatan akuntansi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-weight: bold;"&gt;&lt;li&gt;Pencatatan akuntansi menurut tujuannya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Tujuan akhir akuntansi adalah komunikasi data yang relevan &amp;amp; andal sehingga dapat berguna bagi pengambil keputusan. Dengan demikian, akuntansi adalah suatu proses yang kreatif. Para pegawai entitas terlibat dalam proses akuntansi ini, sedangkan tanggung jawab akhir untuk laporan keuangan terletak pada manajemen entitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-weight: bold;"&gt;&lt;li&gt;Dilihat dari proses pencatatan akuntansi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Pencatatan akuntansi mencakup kegiatan mengidentifikasi bukti dan transaksi yang dapat mempengaruhi entitas. Setelah diidentifikasi, maka bukti transaksi ini diukur, dicata, dikelompokkan, serta dibuat ikhtisar dalam catatan-catatan akuntnsi. Hasil proses ini adalah penyusunan dan distribusi laporan keuangan yang sesuai dengan PABU (GAAP).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-weight: bold;"&gt;&lt;li&gt;Audit menurut tujuannya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama audit laporan keuangan bukan untuk menciptakan informasi baru, melainkan untuk menambah keandalan laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen. Audit laporan keuangan ini merupakan tanggung jawab auditor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-weight: bold;"&gt;&lt;li&gt;Dilihat dari proses audit&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Proses audit keuangan yang khas terdiri dari upaya memahami bisnis dan industry klien serta mendapatkan dan mengevaluasi bukti yang berkaitan dengan laporan keuangan manajemen, sehingga memungkinkan auditor meneliti apakah pada kenyataannya laporan keuangan tersebut telah menyajikan posisi keuangan entitas, hasil operasi, serta arus kas secara wajar sesuai dengan GAAP (PABU). Auditor bertanggung jawab untuk mematuhi standar auditing yang berlaku umum-SABU (GAAS) dalam mengumpulkan dan mengevaluasi bukti, serta dalam menerbitkan laporan yang memuat kesimpulan auditor yang dinyatakan dalam bentuk pendapat atau opini atas laporan keuangan. Jadi audit berpedoman selain pada PABU juga berpedoman pada SABU (GAAS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara lebih singkatnya pencatatan akuntansi merupakan rekaman dari data historis keuangan ekonomi suatu entitas dalam bentuk laporan keuangan berdasarkan PABU sedangkan Audit merupakan proses sistematis untuk menelusuri dari laporan keuangan suatu entitas sampai kepada bukti transaksi atas kejadian ekonomi entitas untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang telah dibuat oleh manajemen berdasarkan SABU bahwa laporan keuangan tersebut telah disajikan sesuai PABU.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-1834045734188009761?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/1834045734188009761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/08/makalah-auditing.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/1834045734188009761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/1834045734188009761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/08/makalah-auditing.html' title='MAKALAH AUDITING'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-1713041903192336169</id><published>2009-08-12T17:09:00.000-07:00</published><updated>2009-08-12T17:23:44.994-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biaya dan Definisinya'/><title type='text'>MAKALAH TENTANG BIAYA (COST)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DEFINISI BIAYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi. Biaya terbagi menjadi dua, yaitu biaya eksplisit dan biaya implisit. Biaya eksplisit adalah biaya yang terlihat secara fisik, misalnya berupa uang. Sementara itu, yang dimaksud dengan biaya implisit adalah biaya yang tidak terlihat secara langsung, misalnya biaya kesempatan dan penyusutan barang modal. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Wikipedia)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Biaya akuntansi dan biaya kesempatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam akuntansi, yang dimaksud dengan biaya adalah aliran sumberdaya yang dihitung dalam satuan moneter yang dikeluarkan untuk membeli atau membayar persediaan, jasa, tenaga kerja, produk, peralatan, dan barang lainnya yang digunakan untuk keperluan bisnis atau kepentingan lainnya. Sementara biaya kesempatan merujuk pada setiap alternatif yang dikorbankan untuk melakukan pekerjaan lain yang lebih bernilai. Misalnya, seorang guru dibayar sebesar Rp. 500.000 per bulan. Jika kemudian ia memutuskan untuk berhenti bekerja dan mencoba berwirausaha, maka ia akan kehilangan pekerjaannya sebagai guru dan mengorbankan kesempatan mendapatkan gaji Rp. 500.000. Dapat disimpulkan bahwa—bagi guru itu—biaya kesempatan untuk menjadi wirausahawan adalah Rp. 500.000 per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas akuntan adalah mencatat aliran uang yang keluar masuk dan keluar dari organisasi. karenanya, seorang akuntan—berbeda dengan ekonom—tidak menghitung biaya kesempatan karena pada kenyataannya tidak ada sepersenpun uang yang keluar dari pengorbanan itu, yang hilang hanya kesempatan. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Wikipedia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;Beban (expense) adalah biaya yang dibebankan (matched) dengan pendapatan (revenue) dalam suatu periode akuntansi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;Obyek Biaya (Cost Object) adalah unit atau aktivitas dimana biaya diakumulasikan dan diukur. Unit atau aktivitas itu dapat berupa: produk, order, departemen, divisi, proyek.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Traceability of Cost to Cost Object menghasilkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;    Direct Cost (Biaya langsung)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;    Indirect Cost (Biaya tidak langsung)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KLASIFIKASI BIAYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Biaya Pabrikasi/Manufacturing Cost&lt;/span&gt; diklasifikasikan dalam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;    Bahan Langsung (Direct Material).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;    Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;    Biaya Overhead Pabrik (Factory Overhead) yaitu biaya selain bahan langsung dan tenaga kerja langsung.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Biaya Non-pabrikasi/Commercial Expenses&lt;/span&gt; diklasifikasikan dalam:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;Biaya Pemasaran yaitu biaya yang diperlukan untuk memperoleh pesanan dan menyediakan produk bagi pelanggan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;Biaya Administrasi yaitu biaya yang dibutuhkan untuk mengelola organisasi dan menyediakan dukungan bagi karyawan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prime Cost (Biaya Utama)&lt;/span&gt; adalah jumlah bahan langsung dan tenaga kerja langsung&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Conversion Cost (Biaya Konversi)&lt;/span&gt; adalah jumlah tenaga kerja langsung dan overhead pabrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Volume Produksi&lt;/span&gt; diklasifikasikan dalam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;    Biaya Variabel yaitu biaya yang berubah secara proporsional sesuai dengan volume kegiatan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;    Biaya Tetap yaitu biaya yang tidak berubah karena perubahan volume kegiatan dalam rentang yang relevan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;    Biaya Campuran yaitu biaya yang mempunyai komponen variable dan tetap&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Departemen&lt;/span&gt; diklasifikasikan dalam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;    Common Cost (Biaya bersama) yaitu biaya yang berasal dari penggunaan fasilitas atau jasa oleh dua departemen atau lebih.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;    Joint Cost (Biaya Gabungan) yaitu biaya yang terjadi dalam proses produksi yang menghasilkan dua atau lebih produk jadi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Periode Akuntansi&lt;/span&gt; diklasifikasikan dalam:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;Capital Expenditure (Belanja Modal) yaitu biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh manfaat lebih dari satu periode akuntansi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;Revenue Expenditure (Pengeluaran Pendapatan) yaitu biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh manfaat pada periode akuntansi yang sama dan dicatat sebagai beban.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengambilan Keputusan, Pelaksanaan, dan Evaluasi&lt;/span&gt; diklasifikasikan dalam:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;Differential /Marginal/Incremental Cost yaitu perubahan biaya sebagai akibat pemilihan alternatif tindakan tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;    Opportunity Cost (Biaya kesempatan) yaitu pendapatan/manfaat yang hilang apabila alternatif tertentu dipilih&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;    Sunk Cost yaitu biaya yang telah dikeluarkan dan ternyata tidak relevan dengan keputusan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;    Avoidable dan Unavoidable Cost&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;    Controllable/Uncontrollable Cost&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-1713041903192336169?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/1713041903192336169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/08/makalah-tentang-biaya-cost.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/1713041903192336169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/1713041903192336169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/08/makalah-tentang-biaya-cost.html' title='MAKALAH TENTANG BIAYA (COST)'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-1954986658936524842</id><published>2009-08-12T02:01:00.000-07:00</published><updated>2009-08-12T02:37:09.942-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan'/><title type='text'>MAKALAH AKUNTANSI MANAJEMEN DAN AKUNTANSI KEUANGAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Makalah ini membahas Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan serta keterkaitan diantara keduanya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;.&lt;br /&gt;DEFINISI AKUNTANSI MANAJEMEN DAN AKUNTANSI KEUANGAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Akuntansi manajemen adalah disiplin ilmu yang berkenaan dengan penggunaan informasi akuntansi oleh para manajemen dan pihak-pihak internal lainnya untuk keperluan penghitungan biaya produk, perencanaan, pengendalian dan evaluasi, serta pengambilan keputusan. Adapun tujuan instruksional umum dari mata kuliah ini adalah mahasiswa diharapkan dapat mengevaluasi dan merekayasa sistem akuntansi manajemen yang cocok dengan kondisi operasi dan strategi organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akuntansi keuangan adalah bagian dari akuntansi yang berkaitan dengan penyiapan laporan keuangan untuk pihak luar, seperti pemegang saham, kreditor, pemasok, serta pemerintah. Prinsip utama yang dipakai dalam akuntansi keuangan adalah persamaan akuntansi (Aktiva = Kewajiban + Modal). Akuntansi keuangan berhubungan dengan masalah pencatatan transaksi untuk suatu perusahaan atau organisasi dan penyusunan berbagai laporan berkala dari hasil pencatatan tersebut. Laporan ini yang disusun untuk kepentingan umum dan biasanya digunakan pemilik perusahaan untuk menilai prestasi manajer atau dipakai manajer sebagai pertanggungjawaban keuangan terhadap para pemegang saham. Hal penting dari akuntansi keuangan adalah adanya Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang merupakan aturan-aturan yang harus digunakan didalam pengukuran dan penyajian laporan keuangan untuk kepentingan eksternal. Dengan demikian, diharapkan pemakai dan penyusun laporan keuangan dapat berkomunikasi melalui laporan keuangan ini, sebab mereka menggunakan acuan yang sama yaitu SAK. SAK ini mulai diterapkan di Indonesia pada 1994, menggantikan Prinsip-prinsi Akuntansi Indonesia tahun 1984. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Wikipedia)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SEJARAH AKUNTANSI MANAJEMEN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Pada tahun 1880an, perusahaan manufaktur di Amerika mulai berkonsentrasi dalam pengembangan teknologi produksi yang berkapasitas besar. Para manajer dan insinyur pada perusahaan metal telah mengembangkan prosedur untuk menghitung relevant product cost yang disebut scientific management. Prosedur ini digunakan untuk menganalisis produktivitas dan laba suatu produk. Akan tetapi seiring berkembangnya pemikiran akuntansi maka setelah tahun 1914 prosedur tersebut mulai hilang dari praktik akuntansi perusahaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Setelah Perang Dunia I, terdapat peraturan akuntansi keuangan yang mempunyai dampak berkurangnya informasi akuntansi yang bermanfaat untuk mengevaluasi kinerja bawahan dalam perusahaan besar (lost relevance). Sampai tahun 1920an, semua manajer percaya pada informasi yang berhubungan dengan proses produksi utama, transaksi dan even yang menghasilkan jumlah nominal pada laporan keuangan. Setelah tahun 1925, informasi yang digunakan oleh manajer menjadi lebih sederhana dan banyak perusahaan manufaktur di Amerika telah mengembangkan prosedur akuntansi manajemen seperti yang dikenal sekarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Selama kurun waktu lebih dari enam puluh tahun, akuntan akademisi berusaha untuk mengembalikan relevansi antara informasi kos akunting dengan informasi akuntansi keuangan. Usaha tersebut menggunakan model perusahaan manufaktur sederhana, sejenis dengan perusahaan tekstil abad 19, dan dalam rangka mengatasi masalah produksi, akademisi menyusun ulang informasi pelaporan kos persediaan. Meskipun demikian, model tersebut terlalu sederhana untuk menjelaskan masalah nyata yang dihadapi oleh manajer akan tetapi hal tersebut dimahfumkan dalam rangka mempermudah bagaimana informasi kos yang berasal dari laporan keuangan dapat dibuat relevan dengan pengambilan keputusan (kos manajemen).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mulai tahun 1980an sampai sekarang, akuntansi manajemen mengalami masa perkembangan yang pesat dengan perannya sebagai pendamping akuntansi keuangan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Johnson dan Kaplan menuliskannya dengan indah dalam “Relevance Lost: The Rise and Fall of Management Accounting”. Buku yang cukup layak baca untuk memahami tentang akuntansi manajemen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KRISIS DALAM AKUNTANSI MANAJEMEN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bob Eiler dan Tom Cucuzza&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Selama beberapa bulan lalu, profesi akuntansi mengalami peristiwa dan perubahan besar, yang kebanyakan hanya berfokus pada kinerja dan isu akuntansi keuangan ( seperti aturan-aturan akuntansi keuangan yang kompleks, aspek etis dalam profesi dan sebagainya). Sedangkan dalam jurnal yang kami ambil berargumen bahwa krisis dalam akuntansi manajemen sama besar dengan krisis dalam akuntansi keuangan. Maka dapat disimpulkan dengan kaitannya krisis yang terjadi pada akuntansi manajemen adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. DARI FAKTOR PENGGUNANYA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Dalam akuntansi manajemen tradisional hanya berfokus pada penyediaan kepada pengguna internal seperti pabrik, divisi, atau lingkungan internal perusahaan dan tidak mengikuti perluasan ekonomi perusahaan, terutama pada bagian eksternal dari bisnis yang terdiri dari persediaan, joint venture, dan tujuan khusus perusahaan yang lain. Seiring dengan tuntutan global lebih diperhatikan focus pada kemampuan akuntansi manajemen untuk mengukur dan mengevaluasi secara internal dan eksternal bidang-bidang dalam perusahaan guna mengoptimalisasikan keputusan yang akan diambil oleh pihak eksternal. Pihak-pihak tersebut adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;1. Pihak internal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Pihak internal adalah pihak yang berada dalam struktur organisasi. Manajemen adalah pihak yang paling membutuhkan laporan akuntansi yang tepat dan akurat untuk mengambil keputusan yang baik dan benar. Contohnya seperti manajer yang melihat posisi keuangan perusahaan untuk memutuskan apakah akan membeli gedung untuk kantor cabang baru atau tidak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;2. Pihak eksternal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;a. Investor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Investor membutuhkan informasi keuangan perusahaan untuk menentukan apakah akan menanamkan modalnya atau tidak. Jika dalam prediksi investor akan memberikan keuntungan yang baik, maka investor akan menyetorkan modal ke perusahaan, dan begitu juga sebaliknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;b. Pemegang saham / pemilik perusahaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Para pemilik perusahaan yang mempunyai bagian saham perusahaan membutuhkan informasi keuangan perusahaan untuk dapat mengetahui sejauh mana kemajuan atau kemunduran yang dialami perusahaan. Pemegang saham akan mendapatkan keuntungan dari dividen yang akan semakin besar jika perusahaan untung besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;c. Pemerintah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Besarnya pajak yang harus dibayarkan perusahaan atau organisasi kepada pemerintah sebagaian besar berdasarkan atas informasi pada laporan keuangan perusahaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;d. Kreditur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Jika perusahaan sedang terdesak dan membutuhkan dana segar perusahaan mungkin akan meminjam uang pada kreditor seperti meminjam uang di bank, berhutang barang pada supplyer / pemasok. Kreditur akan memberikan dana jika perusahaan memiliki kondisi keuangan yang baik dan tidak akan memiliki potensi yang besar untuk merugi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;e. Pihak lainnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Sebenarnya masih banyak pihak lain dari luar perusahaan perusahaan yang mungkin saja akan menggunakan laporan / informasi akuntansi suatu organisasi seperti para karyawan, serikat pekerja, auditor akuntan publik, polisi, pelajar / mahasiswa, wartawan, dan banyak lagi lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. DARI FAKTOR PEMBATASAN PADA MASUKAN DAN PROSES&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Akuntansi manajemen tidak tergantung pada prinsip-prinsip akuntansi. SEC dan FASB menetapkan prosedur akuntansi yang harus di dikuti untuk laporan keuangan.masukan dan prosess dari akuntansi keuangan harus jelas dan terbatas. Hanya kegiatan-kegiatan ekonomi tertentu yang memenuhi kualifikasi sebagai masukan dan proses, harus mengikuti metode yang di terima oleh umum. Tidak seperti akuntansi keuangan, akuntansi manajemen tidak mempunyai lembaga khusus yang mengatur format, isi, aturan dalam memilih masukan serta proses, dan penyusunan laporan keuangan. Manajer bebas memilih informasi yang apa pun yang mereka inginkan-penyediaanya dapat di benarkan atas dasar analisis biaya-mamfaat (cost-benefit analysis).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Dewasa ini pembebanan biaya secara konvensional sudah mulai ditinggalkan dan beralih ke pembebanan biaya berdasarkan aktivitas/activity based costing system (ABC-system). Dalam perkembangan akuntansi manajemen banyak sekali isu kontemporer dalam teknik-teknik manajemen mulai diterapkan, seperti metode just in time (JIT), total quality management (TQM), target costing, dan orientasi pelanggan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Penilaian kinerja manajer saat ini sudah mulai mengalami pergeseran. Jika dahulu menilai kinerja seorang manajer cukup hanya dari perspektif keuangan, tetapi sekarang untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif harus dari dua perspektif yang dikenal dengan istilah balanced scorecard. Penilaian kinerja akan dilakukan dari dua sisi, yaitu keuangan (financial) dan non financial seperti penilaian pelanggan/ customer, pertumbuhan dan pembelajaran, serta proses bisnis internal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Balanced scorecard merupakan isu-isu terbaru dalam akuntansi manajemen. Balanced scorecard merupakan suatu sistem manajemen strategic yang menjabarkan misi dan strategi suatu organisasi ke dalam tujuan operasional dan tolak ukur kinerja untuk empat perspektif yang berbeda, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. JENIS INFORMASI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Tipe informasi akuntansi manajemen :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Informasi akuntansi manajemen dapat dihubungkan dengan tiga hal, yaitu obyek informasi (produk, departemen, aktivitas), alternatif yang akan dipilih, dan wewenang manajer. Oleh karena itu, informasi akuntansi manajemen dibagi menjadi tiga tipe informasi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;1. Informasi Akuntansi Penuh (Full Accounting Information).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Informasi akuntansi penuh mencakup informasi masa lalu maupun informasi masa yang akan datang. Informasi akuntansi penuh yang berisi informasi masa lalu bermanfaat untuk pelaporan informasi keuangan kepada manajemen puncak dan pihak luar perusahaan, analisis kemampuan menghasilkan laba, pemberian jawaban atas pertanyaan “berapa biaya yang telah dikeluarkan untuk sesuatu”, dan penentuan harga jual dalam cost type contract.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Informasi akuntansi penuh yang berisi informasi masa yang akan datang bermanfaat untuk penyusunan program, penentuan harga jual normal, penentuan harga transfer, dan penentuan harga jual yang diatur oleh pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;2. Informasi Akuntansi Diferensial (Differential Accounting Information).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Informasi akuntansi diferensial merupakan taksiran perbedaan aktiva, pendapatan, dan/atau biaya dalam alternatif tindakan yang lain. Informasi akuntansi diferensial mempunyai dua unsur pokok, yaitu merupakan informasi masa yang akan datang dan berbeda di antara alternatif yang dihadapi oleh pengambil keputusan. Informasi akuntansi diferensial yang hanya bersangkutan dengan biaya disebut biaya diferensial (differential costs), yang hanya bersangkutan dengan pendapatan disebut pendapatan diferensial (differential revenue), dan yang bersangkutan dengan aktiva disebut aktiva diferensial (differential assets).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;3. Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban (Responbility Accounting )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Informasi akuntansi pertanggungjawaban merupakan informasi aktiva, pendapatan, dan/atau biaya yang dihubungkan dengan manajer yang bertanggungjawab atas pusat pertanggungjawaban tertentu. Informasi akuntansi pertanggungjawaban merupakan informasi yang penting dalam proses pengendalian manajemen karena informasi tersebut menenkankan hubungan antara informasi keuangan dengan manajer yang bertanggungjawab terhadap perencanaan dan pelaksanaannya. Informasi akuntansi pertanggungjawaban dengan demikian merupakan dasar untuk menganalisis kinerja manajer dan sekaligus untuk memotivasi para manajer dalam melaksanakan rencana mereka yang dituangkan dalam anggaran mereka masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Sistem informasi akuntansi manajemen tidak terikat oleh suatu kriteria formal yang menjelaskan sifat dari masukan, proses dan keluarannya. Kriteria tersebut fleksibel dan berdasarkan pada tujuan yang hendak dicapai manajemen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tujuan umum sistem akuntansi manajemen:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;   Menyediakan informasi yang diperlukan dalam penghitungan harga pokok jasa,produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;   Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;   Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja. Jadi, informasi akuntansi manajemen dibutuhkan dan dipergunakan dalam semua tahapmanajemen, termasuk perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Informasi Akuntansi Keuangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Informasi akuntansi keuangan adalah informasi bertujuan umum (general purposes) yang disajikan sesuai dengan Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU). Informasi ini digunakan untuk pihak internal dan eksternal. Informasi Akuntansi Keuangan disajikan dengan asumsi bahwa informasi yang dibutuhkan investor, kreditor, calon investor dan kreditor, manajemen, pemerintah, dan sebagainya dapat mewakili kebutuhan informasi pihak lain selain investor dan kreditor. Dengan demikian dibutuhkan satu informasi seragam untuk semua pihak yang berkepentingan dengan bisnis perusahaan. Pada umumnya, Informasi Akuntansi Keuangan disusun dan dilaporkan secara periodik sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan manajemen terhadap informasi yang tepat waktu. Selain itu, Informasi Akuntansi Keuangan disajikan dengan format yang terlalu kaku sehingga kurang mampu memenuhi informasi yang dibutuhkan manajemen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Menurut Statement of Financial Accounting (SFAC) No. 2 karakteristik kualitatif dari informasi keuangan adalah sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;1. Relevan maksudnya adalah kapasitas informasi yang dapat mendorong suatu keputusan apabila dimanfaatkan oleh pemakai untuk kepentingan memprediksi hasil di masa depan yang berdasarkan kejadian waktu lalu dan sekarang. Ada tiga karakteristik utama, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;    Ketepatan waktu (timeliness), yaitu informasi yang siap digunakan para pemakai sebelum kehilangan makna dan kapasitas dalam pengambilan keputusan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;    Nilai prediktif (predictive value), yaitu informasi dapat membantu pemakai dalam membuat prediksi tentang hasil akhir dari kejadian yang lalu, sekarang dan masa depan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;    Umpan balik (feedback value), yaitu kualitas informasi yang memngkinkan pemakai dapat mengkonfirmasikan ekspektasinya yang telah terjadi di masa lalu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;2. Reliable, maksudnya adalah kualitas informasi yang dijamin bebas dari kesalahan dan penyimpangan atau bias serta telah dinilai dan disajikan secara layak sesuai dengan tujuannya. Reliable mempunyai tiga karakteristik utama, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;    Dapat diperiksa (veriviability), yaitu konsensus dalam pilihan pengukuran akuntansi yang dapat dinilai melalui kemampuannya untuk meyakinkan bahwa apakah informasi yang disajikan berdasarkan metode tertentu memberikan hasil yang sama apabila diverivikasi dengan metode yang sama oleh pihak independen.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;    Kejujuran penyajian (representation faithfulness), yaitu adanya kecocokan antara angka dan diskripsi akunatnsi serta sumber-sumbernya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;    Netralitas (neutrality), informasi keuangan yang netral diperuntukkan bagi kebutuhan umum para pemakai dan terlepas dari anggapan mengenai kebutuhan tertentu dan keinginan tertrentu para pemakai khusus informasi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;3. Daya Banding (comparability), informasi keuangan yang dapat dibandingkan menyajikan kesamaan dan perbedaan yang timbul dari kesamaan dasar dan perbedaan dasar dalam perusahaan dan transaksinya dan tidak semata-mata dari perbedaan perlakuan akuntansinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;4. Konsistensi (consistency), yaitu keseragaman dalam penetapan kebijaksanaan dan prosedur akuntansi yang tidak berubah dari periode ke periode.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D. ORIENTASI WAKTU&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Akuntansi keuangan lebih cenderung ke orientasi masa lalu dan dilaporkan setelah kejadian tersebut terjadi. Meskipun akuntansi manajemen juga dicatat dan dilaporkan setelah kejadian tersebut berlangsung. Hal tersebut secara kuat menegaskan penyediaan informasi. Manajemen, sebagai contoh, tidak hanya ingin tahu berapa biaya yang dikeluarkan untuk proses produksi, tetapi juga ingin mengetahui biaya apa saja yang akan dikeluarkan untuk memproduksi sebuah produk. Dengan mengetahui biaya apa saja yang digunakan untuk sebuah produksi tersebut dapat membantu perencanaan pembelian bahan baku dan penetapan harga, disamping hal-hal lainnya. Orientasi masa depan ini digunakan untuk mendukung perencanaan manajerial dan pengambilan keputusan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Dalam artikel ini banyak kritik mengatakan bahwa akuntansi manajemen telah menjadi berorientasi jangka pendek. Sebuah perusahaan membutuhkan kebenaran informasi untuk mengukur kinerja perusahaan secara efektif, oleh karena itu pada balance scorecard seharusnya tidak hanya satu laporan saja yang menjelaskan apa yang terjadi tetapi harus berdasar pada variabilitas factor kunci yang berdampak pada kinerja ekonomi perusahaan di masa yang akan datang. Dan perusahaan sering tidak melaporkan keseluruhan secara internal untuk memahami tujuan perusahaan jangka panjang. Sehingga tidak ada gambaran seluruh perusahaan, yang pada akhirnya menyebabkan krisis di akuntansi manajemen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;E. TINGKAT AGREGASI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Akuntansi manajemen menyediakan ukuran dan laporan internal yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan, lini produk, departemen, dan manajer. Intinya informasi yang sangat terinci di butuhkan dan disediakan. Akuntansi keuangan di lain pihak memfokuskan pada kinerja perusahaan secara keseluruhan dan memberikan sudut pandang yang lebih agregat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Ada beberapa tahap dalam mengukur kinerja internal :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;1. Melaporkan pendapatan bersih atas pembelian material di garis awal pada pelaporan manajemen dan menggunakan biaya modal untuk asset-asset. Dalam tahap ini menggunakan dasar,laporan laba rugi perusahaan terdiri dari beberapa komponen :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Pendapatan kotor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;(-) biaya bahan baku (BBB)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Pendapatan setelah BBB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Penyesuaian pendapatan (kembalian ,diskon)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Pendapatan bersih setelah BBB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Biaya internal dan outsource&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Margin operasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Interest (cost of capital x asset bersih)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Laba bersih sebelum pajak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Pajak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Laba bersih setelah pajak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;2. Untuk tujuan pengukuran kinerja internal,presentasi margin seharusnya di laporkan adalah laba bersih setelah pajak atas pendapatan bersih setelah BBB.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;3. Laporan ukuran tambahan (operating leverage), yang mengukur perubahan persentase laba bersih antar dua periode atas perubahan persentase pendapatan bersih sehingga mencapai economies of scale yang positif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;4. Focus pada aktivitas outsource, seperti biaya teknologi informasi. Ukuran dari total biaya aktivitas outsource tidak hanya yang tercantum dalam tagihan tapi juga termasuk biayadari aktivitas internal seperti utang dagang, pengadaan barang, dan manajemen yang diperlukan untuk mendukung aktivitas outsource.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Sedangkan untuk elemen pelaporan eksternal bisa digambarkan sbb :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;F. KELUASAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Akuntansi manajemen jauh lebih luas daripada akuntansi keuangan. Akuntansi manajemen meliputi aspek-aspek ekonomi manajerial, rekayasa industry (industial reengineering), ilmu manajemen, dan juga bidang-bidang lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Keluasan pada akuntansi manajemen memiliki sifat objektivitas dan keberdayaujian yang relative tidak sepenting akuntansi keuangan, karena pada akuntansi manajemen berorientasi pada masa depan dan tidak mempengaruhi pihak luar. Keputusan yang diambil pada akmen hanya berdasarkan pada informasi taksiran (perkiraan atau amatan), tanpa melihat terlebih dahulu realitas yang sebenarnya terjadi. Oleh karena itu, keputusan yang diambil haruslah cepat sebagai tindakan yang akan dilakukan dari hasil amatan yang diperoleh. Dengan kata lain, tindakan yang diambil berupa tindakan preventif. Yakni, mencoba menaksir apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang pada jangka pendek, meresponnya dengan harapan dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KESIMPULAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Ada beberapa isu yang dihadapi oleh para profesi. Akuntansi manajemen membutuhkan kebenaran informasi untuk pengukuran kinerja efektif. Akuntansi manajemen harus siap untuk menyediakan manajemen dengan seluruh gambaran perusahaan. Melapor kepada pihak-pihak di dalam organisasi untuk :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;    Perencanaan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;    Pengarahan dan pemberian motivasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;    Pengendalian&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;    Evaluasi kerja&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;    Penekanan pada pengambilan keputusan yang memengaruhi masa depan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;    Penekanan pada data yang relevan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;    Dibutuhkan informasi yang tepat waktu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;    Yang di susun adalah laporan segmen terinci mengenai departemen, produk, pelanggan, dan pegawai.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;    tidak perlu mengikuti prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;    Tidak bersifat wajib.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-1954986658936524842?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/1954986658936524842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/08/makalah-akuntansi-manajemen-dan.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/1954986658936524842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/1954986658936524842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/08/makalah-akuntansi-manajemen-dan.html' title='MAKALAH AKUNTANSI MANAJEMEN DAN AKUNTANSI KEUANGAN'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-2867958954764890191</id><published>2009-08-11T05:48:00.000-07:00</published><updated>2009-08-11T06:13:53.021-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arbitrase'/><title type='text'>MAKALAH TENTANG ARBITRASE</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Makalah&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;ini membahas tentang arbitrase atau SALAH SATU BENTUK PENYELESAIAN SENGKETA DI LUAR PENGADILAN&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Terlebih dahulu,akan dibahas tentang definisi arbitrase.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Definisi Arbitrase&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kata “arbitrase” berasal dari bahasa asing yaitu “arbitrare”. Arbitrase juga dikenal dengan sebutan atau istilah lain yang mempunyai arti sama, seperti : perwasitan atau arbitrage (Belanda), arbitration (Inggris), arbitrage atau schiedsruch (Jerman), arbitrage (Prancis) yang berarti kekuasaan menyelesaikan sesuatu menurut kebijaksanaan. Arbitrase di Indonesia dikenal dengan “perwasitan” secara lebih jelas dapat dilihat dalam Undang-undang No. 1 Tahun 1950, yang mengaturtentang acara dalam tingkat banding terhadap putusan-putusan wasit, dengan demikian orang yang ditunjuk mengatasi sengketa tersebut adalah wasit atau biasa disebut “arbiter”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Pasal 1 angka 1 Undang-undang No.30 Tahun 1999, arbitrase adalah cara penyelesaian suatu sengketa perdata di luar pengadilan umum yang didasarkan pada perjanjian arbitrase yang dibuat secara tertulis oleh para pihak yang bersengketa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pada dasarnya arbitrase dapat berwujud dalam dua bentuk, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Factum de compromitendo yaitu klausa arbitrase yang tercantum dalam suatau perjanjian tertulis yang dibuat para pihak sebelum timbul sengketa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Akta Kompromis yaitu suatu perjanjian arbitrase tersendiri yang dibuat para pihak setelah timbul sengketa.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sebelum UU arbitrase berlaku, ketentuan mengenai arbitrase diatur dalam pasal 615 s/d 651 Reglemen Acara Perdata (Rv). Selain itu, pada penjelasan pasal 3 ayat 1 Undang-undang No.14 Tahun 1970 tentang Pokok-pokok Kekuasaan Kehakiman menyebutkan bahwa penyelesaian perkara di luar pengadilan atas dasar perdamaian atau melalui wasit (arbitrase) tetap diperbolehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JENIS-JENIS ARBITRASE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Arbitrase dapat berupa arbitrase sementara (ad-hoc) maupun arbitrase melalui badan permanen (institusi). Arbitrase Ad-hoc dilaksanakan berdasarkan aturan-aturan yang sengaja di bentuk untuk tujuan arbitrase, misalnya Undang-undang No.30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa. Pada umumnya arbitrase ad-hoc ditentukan berdasarkan perjanjian yang menyebutkan penunjukan majelis arbitrase serta prosedur pelaksanaan yang yang telah disepakati oleh para pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arbitrase insitusi adalah suatu lembaga permanen yang dikelola oleh berbagai badan arbitrase berdasarkan aturan-aturan yang mereka tentukan sendiri. Saat ini dikenal berbagai aturan arbitrase yang dikeluarkan oleh badan-badan arbitrase seperti Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI), maupun yang internasional seperti The Rules of Arbitration dari International Chamber of Commerce (ICC) di Paris, The Arbitration Rules dari The International Centre for Settlement of Investment Disputes (ICSID) di Washington. Badan-badan tersebut mempunyai peraturan dan sistem arbitrase sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LINGKUP ARBITRASE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Objek perjanjian arbitrase (sengketa yang akan diselesaikan di luar pengadilan melalui lembaga arbitrase dan atau lembaga alternatif penyelesaian sengketa lainnya) menurut Pasal 5 ayat 1 Undang Undang Nomor 30 tahun 1999 (“UU Arbitrase”) hanyalah sengketa di bidang perdagangan dan mengenai hak yang menurut hukum dan peraturan perundang-undangan dikuasai sepenuhnya oleh pihak yang bersengketa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kegiatan dalam bidang perdagangan itu antara lain: perniagaan, perbankan, keuangan, penanaman modal, industri dan hak milik intelektual. Sementara itu Pasal 5 (2) UU Arbitrase memberikan perumusan negatif bahwa sengketa-sengketa yang dianggap tidak dapat diselesaikan melalui arbitrase adalah sengketa yang menurut peraturan perundang-undangan tidak dapat diadakan perdamaian sebagaimana diatur dalam KUH Perdata Buku III bab kedelapan belas Pasal 1851 s/d 1854.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENYELESAIAN SENGKETA MELALUI ARBITRASE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Sengketa Dagang&lt;br /&gt;Sengketa atau perselisihan dalam kegiatan dagang sebenarnya sesuatu yang tidak diharapkan terjadi, karena akan merugikan pihak-pihak yang bersengketa. Oleh sebab itu, kemungkinan terjadinya sengketa dagang perlu diminimalisasi atau dihindari, meskipun demikian terkadang sengketa tidak dapat dihindari karena adanya kesalahpahaman, dan pelanggaran oleh salah salah satu pihak, atau timbul kepentingan yang berlawanan. Perbedaan paham, perselisihan pendapat, pertentangan maupun sengketa tersebut tidak dapat dibiarkan berlarut-larut dan harus diselesaikan secara memuaskan bagi semua pihak. Meskipun tiap-tiap masyarakat memiliki cara sendiri-sendiri untuk menyelesaikan perselisihan tersebut, akan tetapi perkembangan dunia usaha yang berkembang secara universal dan global mulai mengenal bentuk-bentuk penyelesaian sengketa yang homogen, “menguntungkan” dan memberikan rasa “aman” dan keadilan bagi para pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERADILAN ARBITRASE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salah satu alternatif yang dapat ditempuh apabila terjadi sengketa adalah dengan menggunakan arbitrase sebagai peradilan swasta, arbitrase ini dapat dijadikan solusi terbaik dari perselisihan yang terjadi, karena penyelesaian sengketa melalui peradilan wasit (arbitrase) memiliki arti penting dibanding dengan pengadilan resmi seperti yang dikemukakan oleh HMN Purwosutjipto, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;   Penyelesaian sengketa dapat dilaksanakan dengan cepat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Para wasit terdiri dari orang-orang ahli dalam bidang yang diper-sengketakan, yang diharapkan mampu membuat putusan yang memuaskan para pihak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Putusan akan lebih sesuai dengan perasaan keadilan para pihak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Putusan peradilan wasit dirahasiakan, sehingga umum tidak mengetahui tentang kelemahan-kelemahan perusahaan yang bersangkutan. Sifat rahasia pada putusan perwasitan inilah yang dikehendaki oleh para pengusaha.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Apabila para pihak telah memilih penyelesaian sengketa melalui arbitrase baik secara tertulis dalam kontrak maupun diluar kontrak, yang dengan tegas memberikan kewenangan kepada arbiter untuk memutus pada tingkat pertama dan terakhir, maka hal ini mengikat mereka sebagai Undang-undang sesuai dengan asas keperdataan yang diatur dalam pasal 133 K.U.H perdata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian pihak-pihak yang berselisih memilih cara penyelesaian sengketa antara mereka dengan mengangkat seorang arbiter atau lebih, yang bertindak sebagai penengah (arbitrator) dan memiliki kekuasaan untuk memutus (arbitrator power) menurut kebijaksanaanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PUTUSAN ARBITRASE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam menyelesaikan perselisihan dalam prakteknya para arbiter memutuskan sebagai orang-orang baik, menurut keadaan dan kepatuhan. Hal ini sesuai dengan prinsip-prinsip umum mengenai kontrak dalam hukum, yang harus dilaksanakan dengan itikad baik sesuai dengan ketentuan pasal K.U.H perdata. Para arbiter yang diberikan kekuasaan untuk memberikan keputusan sesuai dengan keadilan maka keputusan harus sesuai dengan peraturan yang berlaku, mereka juga terikat memberikan alasan-alasan untuk keputusan mereka dan memperhatikan peraturan-peraturan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan dalam arbitrase dapat mengikutsertakan pihak ketiga di luar perjanjian dalam proses penyelesaian sengketa dengan syarat terdapat unsur kepentingan yang terkait, keikutsertaannya disepakati oleh para pihak yang bersengketa, dan juga disetujui oleh arbiter atau majelis yang memeriksa sengketa yang besangkutan (Pasal 30). Para pihak bebas menetukan acara arbitrase yang akan digunakan selama tidak bertentangan dengan Undang-undang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putusan arbitrase harus diambil menurut peraturan hukum yang berlaku, kecuali dalam klausula atau persetujuan arbitrase tersebut telah diberikan kekuasaan kepada (para) arbiter untuk memutus menurut kebijaksanaan (ex aequo et bonu) (pasal 631 Rv). Dalam hal ini putusan yang diambil harus menyebutkan nama-nama dan tempat tinggal para pihak berikut amar putusan nya, yang disertai dengan alasan- dan dasar pertimbangan yang dipergunakan (para) arbiter dalam mengambil putusan , tanggal diambilnya putusan, dan tempat dimana putusan diambil, yang ditnda tangani oleh (para) arbiter. Dalam hal salah seorang arbiter menolak menandatangani putusan, hal ini harus dicantumkan dalam putusan tersebut, agar putusan ini berkekuatan sama dengan putusan yang ditanda tangani oleh semua arbiter. (pasal 632 jo pasal 633 Rv)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebutan tanggal dan tempat putusan diambil merupakan hal yang penting, karena terhitung empat belas hari dari sejak putusan dikeluarkan, putusan tersebut harus didaftarkan di kantor Panitera Pengadilan Negeri setempat, yaitu tempat dimana putusan arbitrase telah diambil (pasal 634 ayat (1) Rv). Putusan arbitrase tersebut hanya dapat dieksekusi , jika telah memperoleh perintah dari Ketua Pengadilan Negeri tempat putusan itu didaftarkan, yang berwujud pencantuman irah-irah “DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA” pada bagian atas dari asli putusan arbitrase tersebut . selanjutnya putusan arbitrase yang telah memperoleh irah-irah “DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA” tersebut dapat dilaksanakan menurut tatacara yang biasa berlaku bagi pelaksanaan suatu putusan pengadilan (pasal 639 Rv).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ketentuan pasal 641 ayat (1) Rv, terhadap putusan arbitrase yang mempunyai nilai perselisihan pokok lebih dari 500 rupiah dimungkinkan untuk banding kepada Mahkamah Agung. Selanjutnya dalam pasal 15 Undang-undang Nomor 1/1950 tentang Susunan, Kekuasaan, dan Jalan pengadilan Mahkamah Agung Indonesia ditentukan pula bahwa hanya putusan dengan pokok perselisihan yang memiliki nilai lebih dari 25.000 rupiah saja yang dapat dimintakan bandingnya kepada Mahkamah Agung. Walaupun menurut kedua ketentuan tersebut, putusan arbitrase dapat dimintakan banding, ketentuan pasal 642 Rv. Dengan jelas menyebutkan bahwa tiada kasasi maupun peninjauan kembali dapat diajukan terhadap suatu putusan arbitrase, meskipun para pihak telah memperjanjian yang demikian dalam persetujuan mereka. Dapat ditambahkan disini bahwa kemungkinan untuk meminta banding, seperti disebut diatas, dapat dikesampingkan oleh para pihak dengan mencantumkan secara tegas kehendak tersebut dalam klausula atau persetujuan arbitrase yang mereka buat tersebut (Pasal 641 ayat (1) Rv)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PELAKSANAAN PUTUSAN ARBITRASE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan putusan arbitrase dibedakan menjadi dua yaitu putusan arbitrase nasional dan putusan arbitrase asing (internasional). Putusan arbitrase nasional adalah putusan arbitrase baik ad-hoc maupun institusional, yang diputuskan di wilayah Republik Indonesia. Sedangkan, putusan arbitrase asing adalah putusan arbitrase yang diputuskan di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Putusan Arbitrase Nasional&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan putusan arbitrase nasional diatur dalam Pasal 59-64 UU No.30 Tahun 1999. Pada dasarnya para pihak harus melaksanakan putusan secara sukarela. Agar putusan arbitrase dapat dipaksakan pelaksanaanya, putusan tersebut harus diserahkan dan didaftarkan pada kepaniteraan pengadilan negeri, dengan mendaftarkan dan menyerahkan lembar asli atau salinan autentik putusan arbitrase nasional oleh arbiter atau kuasanya ke panitera pengadilan negeri, dalam waktu 30 (tiga puluh) hari setelah putusan arbitase diucapkan. Putusan Arbitrase nasional bersifat mandiri, final dan mengikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putusan Arbitrase nasional bersifat mandiri, final dan mengikat (seperti putusan yang mempunyai kekeuatan hukum tetap) sehingga Ketua Pengadilan Negeri tidak diperkenankan memeriksa alasan atau pertimbangan dari putusan arbitrase nasional tersebut. Kewenangan memeriksa yang dimiliki Ketua Pengadilan Negeri, terbatas pada pemeriksaan secara formal terhadap putusan arbitrase nasional yang dijatuhkan oleh arbiter atau majelis arbitrase. Berdasar Pasal 62 UU No.30 Tahun 1999 sebelum memberi perintah pelaksanaan , Ketua Pengadilan memeriksa dahulu apakah putusan arbitrase memenuhi Pasal 4 dan pasal 5 (khusus untuk arbitrase internasional). Bila tidak memenuhi maka, Ketua Pengadilan Negeri dapat menolak permohonan arbitrase dan terhadap penolakan itu tidak ada upaya hukum apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Putusan Arbitrase Asing (Internasional)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semula pelaksanaan putusan-putusan arbitrase asing di indonesia didasarkan pada ketentuan Konvensi Jenewa 1927, dan pemerintah Belanda yang merupakan negara peserta konvensi tersebut menyatakan bahwa Konvensi berlaku juga di wilayah Indonesia. Pada tanggal 10 Juni 1958 di New York ditandatangani UN Convention on the Recognition and Enforcement of Foreign Arbitral Award. Indonesia telah mengaksesi Konvensi New York tersebut dengan Keputusan Presiden Nomor 34 Tahun 1981 pada 5 Agustus 1981 dan didaftar di Sekretaris PBB pada 7 Oktober 1981. Pada 1 Maret 1990 Mahkamah Agung mengeluarkan Peraturan mahkamah Agung Nomor 1 tahun 1990 tentang Tata Cara Pelaksanaan Putusan arbitrase Asing sehubungan dengan disahkannya Konvensi New York 1958. Dengan adanya Perma tersebut hambatan bagi pelaksanaan putusan arbitrase asing di Indonesia seharusnya bisa diatasi. Tapi dalam prakteknya kesulitan-kesulitan masih ditemui dalam eksekusi putusan arbitrase asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HAPUSNYA PERJANJIAN ARBITRASE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perjanjian arbitrase dinyatakan batal, apabila dalam proses penyelesaian sengketa terjadi peristiwa-peristiwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;  Salah satu dari pihak yang bersengketa meninggal dunia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  Salah satu dari pihak yang bersengketa mengalami kebangkrutan, novasi (pembaharuan utang), dan insolvensi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  Pewarisan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  Hapusnya syarat-syarat perikatan pokok.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  Pelaksanaan perjanjian arbitrase dialihtugaskan pada pihak ketiga dengan persetujuan pihak yang melakukan perjanjian arbitrase tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  Berakhirnya atau batalnya perjanjian pokok.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-2867958954764890191?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/2867958954764890191/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/08/makalah-tentang-arbitrase.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/2867958954764890191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/2867958954764890191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/08/makalah-tentang-arbitrase.html' title='MAKALAH TENTANG ARBITRASE'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-3408888630222450496</id><published>2009-08-11T05:03:00.000-07:00</published><updated>2009-08-11T05:35:35.295-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anggaran (Budgeting)'/><title type='text'>MAKALAH MENGENAI ANGGARAN (BUDGETING)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DEFINISI ANGGARAN (BUDGETING)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut National Committee on Governmental Accounting (NCGA), saat ini Governmental Accounting Standarts Board (GASB), definisi anggaran (budget) sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"…. Rencana operasi keuangan, yang mencakup estimasi pengeluaran yang diusulkan, dan sumber pendapatan yang diharapkan untuk membiayainya dalam periode waktu tertentu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan dalam menyiapkan anggaran sangatlah penting. Bagaimanapun juga jelas mengungkapkan apa yang akan dilakukan dimasa mendatang. Pemikiran strategis disetiap organisasi adalah proses dimana manajemen berfikir tentang pengintegrasian aktivitas organisasional ke arah tujuan yang beroerientasi kesasaran masa mendatang. Semakin bergejolak lingkungan pasar, teknologi atau ekonomi eksternal, manajemen akan didorong untuk menyusun stategi. Pemikiran strategis manajemen, direalisasi dalam berbagai perencanaan, dan proses integrasi keseluruhan ini didukung prosedur penganggaran organisasi. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Wikipedia)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Unsur-unsur utama dalam anggaran:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;   Keseluruhan Rencana, merupakan penentuan kegiatan yang dilakukan pada waktu yang akan datang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Kegiatan Perusahaan, meliputi seluruh kegiatan yang akan dilakukan oleh semua bagian-bagian dalam perusahaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Dinyatakan dalam angka, adalah unit yang dapat digunakan pada semua kegiatan perusahaan yang bermacam-macam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Periode tertentu, adalah keseluruhan mengenai apa-apa saja yang akan terjadi pada masa yang akan datang.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Terdapat 2 macam anggaran (budget):&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;   Budget Strategis, ialah anggaran yang berlaku untuk jangka panjang yaitu melebihi satu periode akuntansi (melebihi 1 tahun)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Budget Taktis, ialan anggaran yang berlaku untuk jangka pendek, yaitu satu periode akuntansi atau kurang.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Budget disusun oleh panitia penyusun anggaran ( Budgeting Committee ). Yang terdiri atas pemegang fungsi-fungsi utama ( Budget Participative ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anggaran mempunyai 3 kegunaan pokok yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;   Sebagai pedoman kerja. Anggaran berfungsi sebagai pedoman kerja dan memberikan arah serta target-target yang harus dicapai oleh kegiatan-kegiatan perusahaan pada waktu yang akan datang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Sebagai alat koordinasi kerja. Dengan adanya anggaran semua bagian-bagian yang terdapat di dalam perusahan dapat saling menunjang dan bekerja sama dengan baik, untuk menuju pada sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Sebagai alat pengawasan atau pengendalian. Anggaran berfungsi sebagai tolok ukur (alat pembanding) untuk menilai dan mengevaluasi realisasi kegiatan perusahaan pada masa yang akan datang.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Disisi lain anggaran juga memiliki kelemahan antara lain:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;   Anggaran (Budget) hanyalah suatu alat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Anggaran (Budget) tidak menggantikan posisi manajemen.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Proses penyusunan anggaran:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;    Mencari faktor yang tersulit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Posisi perusahaan dalam persaingan ( Leader / Follower ).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Memperoleh data akurat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Ahli.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cara penyajian:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;    Angka akurat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Informatif&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Mudah dilihat pergerakannya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Faktor yang mempengaruhi penyusunan budget yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;   Faktor intern adalah faktor-faktor yang ada dalam perusahaan itu sendiri. Factor-faktor tersebut antara lain berupa penjualan tahun lalu, kebijaksanaan perusahaan, modal kerja yang dimiliki, tenaga kerja yang dimiliki, kapasitas perusahaan yang dimiliki, dll.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Faktor ekstern adalah faktor-faktor yang ada diluar perusahaan tapi mempengaruhi kehidupan perusahaan. Factor-faktor tersebut antara lain berupa keadaan persaingan, tingkat pertumbuhan penduduk, penghasilan masyarakat, pendidikan masyarakat, penyebaran penduduk, agama, adat-istiadat dan kebiasaan masyarakat, dll.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anggaran (Budget) yang baik haruslah mencakup seluruh kegiatan perusahaan, yang sering dinamakan Budget Komprehensif. Secara garis besar isi dari Budget Komprehensif terdiri dari:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;   Budget Taksiran (Forecasting Budget), berisi taksiran-taksiran tentang kegiatan-kegiatan perusahaan dan keadaan (posisi) financial perusahaan pada saat tertentu pada waktu yang akan datang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Budget Variabel, berisi tentang tingkat perubahan atau variabilitas biaya, khususnya biaya-biaya yang termasuk kelompok biaya ”semi-variabel” sehubungan dengan adanya produktivitas perusahaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Analisa Statistika dan Matematika Pembantu, yang dipergunakan untuk membuat taksiran-taksiran serta mengadakan penilaian (evaluasi) dalam rangka mengadakan pengawasan kerja.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Laporan Budget (Budget Report), yaitu laporan tentang realisasi pelaksanaan budget yang dilengkapi dengan berbagai analisa perbandingan antara budget dan realisasinya sehingga dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dan sebab-sebabnya, baik yang bersifat positif (menguntungkan) maupun negative (merugikan), sehingga dapat ditarik kesimpulan dan tindak lanjut (follow-up) yang segera perlu dilakukan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-3408888630222450496?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/3408888630222450496/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/08/makalah-mengenai-anggaran-budgeting.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/3408888630222450496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/3408888630222450496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/08/makalah-mengenai-anggaran-budgeting.html' title='MAKALAH MENGENAI ANGGARAN (BUDGETING)'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-991124800339261280</id><published>2009-08-07T04:54:00.000-07:00</published><updated>2009-08-07T05:24:53.044-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Merger Perusahaan'/><title type='text'>MAKALAH TENTANG MERGER PERUSAHAAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Makalah ini membahas mengenai definisi merger beserta regulasi merger,alasan melakukan merger,jenis merger,dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan merger sebuah perusahaan.&lt;/span&gt;Dan juga kaitannya dengan sistem Perekonomian Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DEFINISI MERGER&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Merger, konsolidasi, akuisisi adalah hal yang sangat umum dilakukan agar perusahaan dapat memenangkan persaingan, serta terus tumbuh dan berkembang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Merger merupakan salah satu pilihan terbaik untuk memperkuat fondasi bisnis, jika merger tersebut dapat memberikan sinergi. Sutan Remy Syahdeini dalam makalah berjudul “Merger, Konsolidasi dan Akuisisi Bank” memberikan definisi merger atau penggabungan usaha adalah penggabungan dari dua Bank atau lebih dengan cara tetap mempertahankan berdirinya salah satu Bank dan melikuidasi Bank-bank lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MOTIVASI MERGER&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Joseph F. Sinkey (1983), menjelaskan motivasi yang mendorong bank untuk melakukan merger, antara lain:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk mendapatkan kesempatan beroperasi dalam skala usaha yang hemat, &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Guna meningkatkan pangsa pasar, &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menghilangkan tidak efisien melalui operasional dan pengendalian finansial yang lebih baik,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kesempatan menggabungkan sumber daya ataupun pasar yang dimiliki masing-masing Bank. Selain itu masih terdapat beberapa faktor yang mendorong motivasi untuk merger, seperti: upaya diversifikasi, menurunkan biaya dana, dan menaikkan harga saham secara emosi (bootstrapping of earning per share) karena adanya pengumuman akan merger bagi Bank publik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SYARAT MERGER&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hazel J.Johnson (1995) menyatakan, prasyarat yang harus dianalisis terlebih dahulu dari kedua Bank yang akan melakukan merger adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Kondisi keuangan masing-masing Bank, merger sesama bank sehat atau karena collapse&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Kecukupan modal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. Manajemen, baik sebelum atau sesudah merger&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4. Apakah merger dapat memberi manfaat bagi pengguna jasa Bank tersebut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Johnson lebih lanjut menyatakan setiap lembaga yang akan melakukan merger, pada umumnya mempunyai beberapa isu penting yang relevan untuk dianalisis sebelum merger dilakukan, antara lain:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kapan waktu yang tepat untuk melakukan merger?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bagaimana mengidentifikasi kecocokan pasangan (partner) untuk merger?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bagaimana mengkomunikasikan dengan baik atas rencana merger ini kepada seluruh pihak yang berkepentingan agar niat merger mempunyai dampak yang positif di pasar?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagaimana melakukan cara, yang akan dilakukan untuk konsolidasi diantara Bank yang merger?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DASAR PEMIKIRAN DIBALIK MERGER&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-weight: bold;"&gt;&lt;li&gt;Pertimbangan Pajak&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Pertimbangan pajak telah mendorong pula terjadinya sejumlah merger. Sebagai contoh, perusahaan yang menguntungkan dan berada di rentang pajak tertinggi dapat mengakuisisi sebuah perusahaan yang memiliki akumulasi kerugian pajak dalam jumlah besar. Kerugian secara pajak ini selanjutnya dapat langsung diubah menjadi penghematan pajak daripada dibawa ke tahun berikutnya dan digunakan di maa mendatang. Jika perusahaan mengalami kekurangan peluang investasi internal jika dibandingkan dengan arus kas bebas yang tersedia, maka perusahaan dapat (membayarkan dividen tambahan, (2) berinvestasi pada sekuritas, (3) membeli kembali sahamnya, atau (4) membeli perusahaan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-weight: bold;"&gt;&lt;li&gt;Pembelian Aktiva di Bawah Biaya Penggantinya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Terkadang perusahaan akan dipandang sebagai kandidat akuisisi karena biaya penggantian aktivanya jauh lebih tinggi daripada nilai pasarnya. Sebagai contoh, di awal tahun 1980-an, perusahaan minyak dapat membeli cadangan dengan harga lebih murah melalui pembelian perusahaan minyak lainnya daripada melakukan pengeboran eksplorasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-weight: bold;"&gt;&lt;li&gt;Diversifikasi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Para manajer sering kali menyebutkan diversifikasi sebagai salah satu alasan dari merger. Mereka berpendapat bahwa diversifikasi akan membantu menstabilisasi keuntungan perusahaan dan akibatnya memberikan keuntungan bagi para pemiliknya. Stabilisasi keuntungan sudah pasti merupakan hal yang menguntungkan bagi para karyawan, pemasok dan pelanggan, namun dari sudut pandang pemegang saham, stabilisasi merupakan nilai yang kurang pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-weight: bold;"&gt;&lt;li&gt;Insentif Pribadi Manajer&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Ekonom keuangan suka berpendapat bahwa keputusan bisnis hanya didasarkan atas pertimbangan ekonomi saja, khususnya dalam hal memaksimalkan nilai sebuah perusahaan. Namun, banyak keputusan bisnis sebetulnya lebih didasarkan pada motivasi pribadi manajer daripada pada analisis ekonomi.&lt;br /&gt;Petimbangan pribadi akan dapat menghalangi sekaligus juga dapat memotivasi merger. Setelah sebagian besar pengambilalihan, sebagian manajer dari perusahaan yang diakusisi kehilangan pekerjaan mereka, atau paling tidak otonomi yang mereka miliki. Karenanya, para manajer yang memiliki kurang dari 51% saham perusahaan mereka mencoba mencarai cara yang akan memperkecil peluang erjadinya pengambilalihan. Merger defensif seperti itu sangat sukar untuk dipertahankan berdasarkan alasan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-weight: bold;"&gt;&lt;li&gt;Nilai Residu&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Perusahaan dapat dinilai dari nilai bukunya, nilai ekonominya, maupun nilai penggantinya. Baru-baru ini, para spesialis pengambilalihan perusahaan telah mulai mengakui nilain residu sebagai salah satu basis lain untuk melakukan valuasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JENIS MERGER&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terdapat empat jenis merger:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;   Merger horisontal, terjadi ketika sebuah perusahaan bergabung dengan perusahaan lain di dalam lini bisnis yang sama.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Merger vertikal, berupa akuisisi sebuah perusahaan dengan salah satu pemasok atau pelanggannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Merger kongenerik akan melibatkan perusahaan-perusahaan yang saling berhubungan tetapi bukan merupakan produsen dari sebuah produk yang sama atau perusahaan yang memiliki hubungan pemasok-produsen.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Merger konglomerat, terjadi ketika perusahaan-perusahaan yang tidak saling berhubungan bergabung.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;REGULASI MERGER&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pertengahan 1960-an, akuisisi secara bersahabat pada umumnya terjadi dalam bentuk merger melalui pertukaran saham sederhana, dan perebutan mandat adalah senjata utama yang digunakan dalam perang atas pengendalian secara paksa. Namun, pertengahan tahun 1960-an para penjarah perusahaan mulkai beroperasi dengan cara berbeda. Pertama, menjalani perebutan mandat akan membutuhkan waktu yang lama—para penjarah tersebut harus terlebih dahulu meminta daftar pemegang saham perusahaan sasaran, ditolak, dan kemudian berusaha mendapatkan surat perintah pengadilan yang memaksa menajemen menyerahkan daftar tersebut.&lt;br /&gt;Kemudian para penjarah mulai berpikir bahwa jika kita membawa keputusan langsung kepada sasaran dengan cepat, sebelum manajemen sempat mengambil tindakan pencegahan, maka hal tersebut tentu akan meningkatkan peluang keberhasilan. Hal tersebut kemudian menyebabkan penjarah berpaling dari perebutan mandat ke pengajuan penawaran, yang memilki waktu respon jauh lebih singkat.&lt;br /&gt;Hal ini tidak adil bagi perusahaan sasaran sehingga akhirnya Kongres mengeluarkan Undang-undang Williams (Williams Act) pada tahun 1968. Peraturan ini memiliki dua tujuan: (1) mengatur cara perusahaan pengakuisisi dapat menstrukturisasi pengajuan penawaran, dan (2) memaksa perusahaan pengakuisisi mengunkapkan lebih banyak informasi tentang penwaran yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ANALISIS MERGER&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Secara teori, analisis merger sebenarnya cukup sederhana. Peusahaan pengakuisisi hanya perlu melakukan suatu analisis untuk menilai perusahaan sasaran dan kemudian menentukan apakah perusahaan sasaran dapat dibeli pada nilai tersebut, atau, yang lebih disukai lagi, lebih rendah dari estimasi nilai tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-991124800339261280?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/991124800339261280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/08/makalah-tentang-merger-perusahaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/991124800339261280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/991124800339261280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/08/makalah-tentang-merger-perusahaan.html' title='MAKALAH TENTANG MERGER PERUSAHAAN'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-8277795720647468110</id><published>2009-06-19T04:52:00.000-07:00</published><updated>2009-06-19T09:36:18.779-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Saham Treasury'/><title type='text'>MAKALAH TENTANG SAHAM TREASURY (TREASURY STOCK)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Makalah tentang Saham Treasury ini akan membahas mengenai definisi saham treasury,pencatatannya,dan segala yang berkaitan dengan saham treasury serta hubungannya dengan sistem ekonomi Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Treasury stock &lt;/span&gt;adalah saham perusahaan yang dibeli kembali dari peredaran untuk sementara waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan pembelian kembali saham yang beredar:&lt;br /&gt;a. Untuk menaikan harga pasar saham&lt;br /&gt;b. Akan dijual kembali pada karyawan perusahaan.&lt;br /&gt;c. Akan dibagikan sebagai dividen.&lt;br /&gt;d. Untuk menukar surat-surat berharga perusahaan lain dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pencatatan Transaksi Saham Treasury (Treasury Stock)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada dua metode pencatatan treasury stock:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1). Metode nilai nominal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pembelian treasury stock dipandang sebagai penghentian peredaran   sebagian saham yang beredar. Jika treasury stock dijual lagi maka penjualannya dianggap mencari pemegang saham baru.&lt;br /&gt;Treasury stock yang dibeli dicatat dengan cara:&lt;br /&gt;a. Mendebet rekening modal saham ..........&lt;br /&gt;b. Mendebet rekening treasury stock dan saldonya mengurangi modal yang beredar dalam neraca.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;D  Modal saham atau Treasury stock sebesar nilai nominal saham yang dibeli.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekening agio / disagio saham ...... yang timbul pada saat penjualan dihapus.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selisih antara harga beli saham dengan nilai saham yang dibeli dicatat dalam rekening agio saham ........( K) atau laba tidak dibagi (D).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika tresury stock dijual kembali pencatatannya sama seperti pengeluaran saham biasa.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2). Metode harga perolehan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pembelian treasury stock dipandang sebagai tambahan terhadap elemen modal yang belum ditentukan penyelesaiannya (biasa dijual kembali / tidak).&lt;br /&gt;Treasury stock yang dibeli dianggap sebagai elemen modal yang negatif dan tidak usah diidentifikasikan dengan elemen modal yang ada.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Treasury stock yang dibeli dicatat dalam rekening treasury stock sebesar harga belinya / biaya perolehannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika belum dijual dalam neraca treasury stock mengurangi jumlah modal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika harga jual treasury stock lebih tinggi dari biaya perolehannya selisihnya dicatat dalam rekening agio saham .........(K).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika harga jual treasury stock lebih rendah dari biaya perolehannya selisihnya dicatat dalam rekening laba tidak dibagi (D).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TREASURY STOCK DITERIMA SEBAGAI SUMBANGAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bisa dimanfaatkan perusahaan untuk:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Untuk menambah modal kerja&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebagai hadiah untuk perusahaan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menunjukan pengembalian saham karena adanya penilaian yang terlalu tinggi  terhadap aktiva yang diserahkan untuk menukar saham tsb.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ada 3 metode untuk mencatat penerimaan sumbangan saham:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Saham yang diterima dicatat dengan memo yang berisi:&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Macam saham&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jumlah lembar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyumbangnya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Treasury stock (D) sebesar harga pasar saham pada saat penerimaan dan di K modal sumbangan. Jika treasury stock dijual selisih antara harga jual dengan harga pasar pada saat penerimaan dicatat dalam rekening modal sumbangan (D/K).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Treasury stock (D) sebesar nilai nominalnya , agio / disagio saham .....yang timbul pada saat penjualan saham dihapus dan modal sumbangan (K). Jika treasury stock dijual selisih antara harga jual dengan nilai nominalnya dicatat dalam rekening modal sumbangan (D/K).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HAK YANG DIBERIKAN PADA PEMBELI SURAT BERHARGA JENIS LAIN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan penjualan surat berharga, perusahaan bisa memberikan hak untuk membeli surat berharga lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HAK BELI SAHAM YANG DIBERIKAN PADA PEGAWAI PERUSAHAAN &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Perusahaan bisa memberikan hak beli saham kepada pegawainya sebagai kopensasi tambahan untuk jasa-jasa yang sudah diberikan. Hak beli saham ini diberikan dengan harga dan waktu pembelian yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;Biasanya hak beli untuk pegawai dibatasi agar tidak dijual kepada fihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERTUKARAN SAHAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika saham perusahaan adalah convertible stock maka pemegang saham dapat menukarkan saham yang dimilikinya dengan saham jenis lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-8277795720647468110?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/8277795720647468110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/06/makalah-tentang-saham-treasury-treasury.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/8277795720647468110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/8277795720647468110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/06/makalah-tentang-saham-treasury-treasury.html' title='MAKALAH TENTANG SAHAM TREASURY (TREASURY STOCK)'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-1481572980777449791</id><published>2009-06-12T20:03:00.000-07:00</published><updated>2009-06-14T23:20:58.559-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Analisis Laporan Keuangan'/><title type='text'>MAKALAH ANALISIS LAPORAN KEUANGAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Makalah&lt;/span&gt; ini akan membahas tentang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;analisis Laporan Keuangan&lt;/span&gt; dan hubungannya dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ekonomi Indonesia&lt;/span&gt;.Tapi,sebelumnya kita harus tahu dulu definisi laporan keuangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LAPORAN KEUANGAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Adalah sebuah laporan yang diterbitkan oleh perusahaan bagi pemakai laporan keuangan.Laporan ini memuat laporan keuangan dasar dan juga analisis manajemen atas operasi tahun lalu dan pendapat mengenai prospek-prospek perusahaan di masa yang akan datang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAGIAN-BAGIAN LAPORAN KEUANGAN MELIPUTI :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Neraca (Balance Sheet)&lt;/span&gt;, menyajikan aktiva pada sisi sebelah kiri,yang merupakan alokasi dari dana,kewajiban dan ekuitas pada sebelah kanan yang merupakan sumber dana perusahaan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Laporan Laba Rugi (Income Statement)&lt;/span&gt;, Laporan yang mengikhtisarkan pendapatan dan pengeluaran perusahaan selama satu periode akuntansi,biasanya setiap satu kuartal atau satu tahun.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Laporan Laba Ditahan (Statement of Shareholders Equity),&lt;/span&gt; menyajikan perubahan-perubahan pada pos-pos ekuitas untuk mengidentifikasi alasa perubahan klaim pemegang ekuitas atas aktivanya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flow),&lt;/span&gt; Tujuan dari pembuatan laporan arus kas ini adalah:&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Memberikan informasi mengenai penerimaan dan pembayaran kas perusahaan selama periode tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Memberikan informasi mengenai efek kas dari tiga kategori aktivitas yaitu aktivitas investasi,aktivitas pendanaan,aktivitas operasi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TUJUAN LAPORAN KEUANGAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Untuk menyediakan informasi yang menyangkut kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menunjukkan apa yang dilakukan manajemen(stewardship),atau pertanggungjawaban manajemen atas sumberdaya yang dipercayakan kepadanya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGGUNA LAPORAN KEUANGAN DAN TUJUAN PENGGUNAANNYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Investor :&lt;/span&gt; penanam modal dan penasihat mereka berkepentingan dengan risiko yang melekat serta hasil pengembangan dari investasi yang mereka lakukan. Mereka membutuhkan informasi untuk membantu menentukan apakah harus membeli, menahan, atau menjual investasi tersebut. Pemegang saham juga tertarik pada informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan untuk membayar dividen.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Karyawan :&lt;/span&gt; karyawan dan kelompok yang mewakili merekatertarik pada informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan, juga tertarik dengan informasi untuk~ menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa, imbalan pasca kerja dan kesempatan kerja. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemberi pinjaman :&lt;/span&gt; pemberi pinjaman tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjamari serta bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo.                              ~&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemasok dan kreditor usaha lainnya :&lt;/span&gt; pemasok dan kreditor usaha lainnya tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang kewajibannya akan dibayar pada saat jatuh tempo. Kreditor usah berkepentingan pada perusahaan dalam tenggang waktu yang lebih pendek daripada pemberi pinjaman kecuali kalau sebagai pelanggan utam rnereka bergantung pada kelangsungan hidup perusahaan.                          &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pelanggan :&lt;/span&gt; para pelanggan berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan hidup perusahaan, terutama kalau mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan, atau bergantung pada perusahaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemerintah :&lt;/span&gt; pemerintah dan berbagai lembaga yang berada dibawah kekuasaannya berkepentingan dengan alokasi sumberdaya dan karena itu berkepentingan dengan aktivitas perusahaan. Mereka juga membutuhkan informasi untuk mengatur aktivitas perusahan, menetapkan kebijakan pajak, dan sebagai dasar menyusun statistik pendapatan nasional dan statisti lainnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Masyarakat :&lt;/span&gt; perusahaan mempengaruhi anggota masyarakat daiam berbagai cara. Misalnya: perusahaan dapat memberikan kontribusi berarti pada perekonomian nasional, termasuk jumlah orang yang dipekerjakan dan perlindungan kepada penanam modal domestik. Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informasi kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan dan rangkaian aktivitasnya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MACAM-MACAM ANALISIS LAPORAN KEUANGAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-weight: bold; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Analisis Time Series dan Cross Sectional&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Analisis Trend atau time series&lt;/span&gt; adalah analisis rasio perusahaan untuk beberapa periode. Membandingkan rasio sekarang (present ratio) dengan rasio-rasio dari waktu yang lalu (rasio historis) atau dengan rasio-rasio yang diperkirakan untuk waktu-waktu yang akan datang pada perusahaan yang sama. Analisis trend dapat melihat apakah prestasi perusahaan itu meningkat atau menurun selama periode tertentu, mengestimasi kemungkinan terjadi peningkatan atau penurunan pada kondisi keuangan tertentu                        &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Analisis Cross Sectional,&lt;/span&gt; dengan analisis ini analis membandingkan rasio-rasio perusahaan (company ratio) dengan rata-rata rasio perusahaan sejenis atau industri (rasio rata-rata/rasio standard) untuk waktu yang sama.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-weight: bold; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Analisis Commond Size dan Analisis Index&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Analisis Commond Size, &lt;/span&gt;untuk membuat perbandingan elemen-elemen laporan keuangan dengan command base-nya. Laporan keuangan neraca pada sisi aktiva didasarkan pada total aktiva sehingga total aktiva sama dengan 100%. Elemen-elemen lain dari aktiva dibandingkan dengan total aktiva. Elemen-elemen kewajiban dan modal sendiri didasarkan pada total kewajiban dan modal sendiri. Laporan laba rugi commond base-nya penjualan, elemen-elemen laporan laba rugi dibandingkan dengan penjualan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Analisis Index, &lt;/span&gt;memilih tahun dasar sebagai commond base-nya elemen-elemen laporan keuangan pada periode lain dibandingkan dengan elemen-elemen laporan keuangan yang sama dengan tahun dasar tersebut.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-1481572980777449791?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/1481572980777449791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/06/makalah-analisis-laporan-keuangan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/1481572980777449791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/1481572980777449791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/06/makalah-analisis-laporan-keuangan.html' title='MAKALAH ANALISIS LAPORAN KEUANGAN'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-4600771765262028481</id><published>2009-06-04T07:46:00.000-07:00</published><updated>2009-06-04T08:51:46.517-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Efisiensi Pasar di Indonesia'/><title type='text'>MAKALAH TENTANG EFISIENSI PASAR</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Makalah ini akan membahas Efisiensi Pasar dalam hubungannya dengan kehidupan Perekonomian indonesia.Secara umum, efisiensi pasar  (market efficiency) didefinisikan oleh Beaver (1989) sebagai hubungan antara harga-harga sekuritas dengan informasi. Secara detail, efisiensi pasar dapat didefinisikan dalam beberapa macam definisi,yaitu: (1)definisi pasar didasarkan pada nilai intrinsik sekuritas, (2) definisi efisiensi pasar didasarkan pada akurasi dari harga sekuritas (Fama, 1970), (3)definisi efisiensi pasar  didasarkan pada disstribusi dan informasinya (Beaver, 1989) dan (4) definisi efsiensi pasar didasarkan pada proses dinamik (Jones, 19951)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Definisi Efisiensi Pasar Berdasarkan Nilai Intrinsik Sekuritas &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Konsep awal dari  efsiensi pasar yang berhubungan dengan informasi laporan keuangan berasal dari praktek analis sekuritas yang mencoba menemukan sekuritas-sekuritas dengan harga yang kurang benar (mispriced). Sekuritas:sekuritas yang dihargat kurang benar (mispriced) merupakan sekuritas-sekuritas yang haganya menyimpang dari nilai intrinsiknya atau nilai fundamentalnya. Untuk konteks seperti ini,maka efisiensi pasar (market efficiency) diukur dari seberapa jauh harga~harga sekuntas menyimpan. dari nilai intrisiknya(Beaver, 1989). Dengan demikian suatu pasar yang efisien menurut konsep ini dapat didefinisikan sebagai pasar yang nilai-nilai sekuritasnya tidak menyimpang dari nilai-nilai intinsiknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Definisi Efisiensi Pasar Berdasarkan Akurasi Ekspektasi Harga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fama (1970) mendefinisikan efisiensi pasar sebagai berikut:&lt;br /&gt;"Suatu pasar sekuritas dikatakan efisien jika harga-harga sekuritas"mencerminkan secara penuh" informasi yang tersedia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Definisi Efisiensi pasar berdasarkan Distribusi informasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beaver (1989) memberikan definisi efisiensi pasar yang didasarkan pada distribusi informasi sebagai berikut :&lt;br /&gt;"Pasar dikatakan efisien terhadap suatu sistem informasi,jika dan hanya jika harga-harga sekuritas bertindak seakan-akan setiap orang emngamati sistem informasi tersebut".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Definisi Efisiensi Pasar didasarkan pada Proses Dinamik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Efisiensi Pasar yang mempertimbangakan distribusi informasi yang tidak simetris dan menjelaskan bagaimana harga-harga akan menyesuaikan karena informasi tidak simetris tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ALASAN-ALASAN YANG MENYEBABKAN PASAR MENJADI EFISIEN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Investor adalah penerima harga (price takers),yang berarti bahwa sebagai pelaku pasar, investor seorang diri tidak dapat mempengaruhi harga dari suatu sekuritas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Informasi tersedia secara luas kepada semua pelaku pasar pada saat yang bersamaan dan harga untuk memeproleh informasi tersebut murah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Informasi dihasilkan secara acak (random) dan tiap-tiap pengumuman informasi sifatnya random satu dengan yang lainnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Investor bereaksi dengan menggunakan informasi secara penuh dan cepat,sehingga harga dari sekuritas berubah dengan semestinya mencerminkan informasi tersebut untuk mencapai keseimbangan yang baru.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ALASAN YANG MENYEBABKAN PASAR MENJADI TIDAK EFISIEN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Terdapat sejumlah kecil pelaku pasar yang dapat mempengaruhi harga dari sekuritas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Harga dari informasi adalah mahal dan terdapat akses yang tidak seragam antara pelaku pasar yang satu dengan yang lainnyaterhadap suatu informasi yang sama.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Informasi yang disebarkan dapat diprediksi dengan baik oleh sebagian pelaku-pelaku pasar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Investor adalah individual-individual yang lugas dan tidak canggih&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bentuk-Bentuk Efisiensi Pasar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Efisiensi Pasar secara Informasi , Pasar Efisien yang ditinjau dari sudut informasi saja&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Efisiensi Pasar secara Keputusan, Pasar Efisien yang ditinjau dari sudut kecanggihan pelaku pasar dalam mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tersedia&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-4600771765262028481?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/4600771765262028481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/06/makalah-tentang-efisiensi-pasar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/4600771765262028481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/4600771765262028481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/06/makalah-tentang-efisiensi-pasar.html' title='MAKALAH TENTANG EFISIENSI PASAR'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-4306118773733637842</id><published>2009-06-01T21:50:00.000-07:00</published><updated>2009-06-01T22:02:44.319-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Keuangan Indonesia'/><title type='text'>MAKALAH MANAJEMEN KEUANGAN</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Definisi Manajemen Keuangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Pengertian Manajemen Keuangan mengalami perkembangan mulai dari pengertian manajemen yang hanya mengutamakan aktivitas memperoleh dana saja sampai yang mengutamakan aktivitas memperoleh dan menggunakan dana serta pengelolaan terhadap aktiva.Beberapa definisi manajemen keuangan diberikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Liefman: usaha untuk menyediakan uang dan menggunakan uang untuk mendapat atau memperoleh aktiva.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Suad Husnan: manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Grestenberg: how business are organized to acquire funds, how they acquire funds, how the use them and how the prof ts business are distributed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. James Van Horne: segala aktivitas yang berhubungan dengan perolehan, pendanaan dan pengelolaan aktiva dengan tujuan menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Bambang Riyanto: keseluruhan aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan us aha mendapatkan dana yang dip erlukan dengan b i aya yang minimal dan syaratsyarat yang paling menguntungkan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut seefisien mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pengertian diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan bahwa manajemen keuangan berhubungan dengan tiga aktivitas (fungsi) utama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Allocation of funds (aktivitas penggunaan dana) yaitu aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai aktiva. Alokasi dana berbentuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Financial assets (aktiva finansial) yaitu selembar kertas berharga yang mempunyai nilai pasar karena mempunyai hak memperoleh penghasilan, misalnya: saham, sertif~kat deposito, atau obligasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Real assets (aktiva riil) yaitu aktiva nyata: tanah, bangunan, peralatan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;b. Raising of funds (aktivitas perolehan dana) yaitu aktivitas untuk mendapatkan sumber dana balk dari sumber internal perusahaan maupun sumber eksternal perusahaan, termasuk juga politik dividen. Sumber dana pada perusahaan secara keseluruhan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Manajemen assets (aktivitas pengelolaan aktiva) yaitu setelah dana diperoleh dan dialokasikan dalam bentuk aktiva-aktiva harus dikelola seefisien mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B.Tiga Keputusan Yang Diambil Manajemen Keuangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga keputusan yaitu keputusan investasi, keputusan pendanaan, dan keputusan mengenai dividen. Kegiatan mencari alternatif sumber dana menimbulkan adanya arus kas masuk, sementara kegiatan mengalokasikan dana dan pembayaran dividen menimbulkan arus kas keluar, maka manajemen keuangan sering disebut manajemen aliran (arus) kas.&lt;br /&gt;Keterangan lebih lanjut dari masing-masing keputusan sebagai berikut: (Van Horne)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Financing dicision: keputusan pendanaan atau pembelanjaan pasif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Implementasi dari rasing of funds, meliputi besarnya dana, jangka waktu penggunaan, asalnya dana serta, persyaratan-persyaratan yang timbul karena penarikan dana tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hasil financing dicision tercermin di sebelah kanan dari neraca.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Raising of funds bisa diperoleh dari internal (modal sendiri) meliputi: saham preferen, saham biasa, laba ditahan dan cadangan, maupun eksternal (modal asing) jangka pendek maupun jangka panjang. Sumber dana jangka pendek, misalnya utang dagang (trade payable atau open account), utang wesel (notes payable), utang gaji, utang pajak. Sumber dana jangka panjang misalnya, utang bank, dan obligasi.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;2. Investmenf Dicision: keputusan investasi atau pembelanjaan aktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Implementasi dari allocation off funds.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Allocation of funds bisa dalam jangka pendek dalam bentuk working capital, berupa aktiva lancar atau jangka panjang dalam bentuk capital investment, berupa aktiva tetap.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tercermin di sisi aktiva (kiri) sebuah neraca. Komposisi aktiva harus ditetapkan misalnya berapa aktiva total yang dialokasikan untuk kas atau persediaan, aktiva yang secara ekonomis tidak dapat dipertahankan harus dikurangi, dihilangkan atau diganti.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;3. Dividen Policy: keputusan mengenai dividen&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Berhubungan dengan penentuan prosentase dari keuntungan neto yang akan dibayarkan sebagai cash dividend. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penentuan stock dividen dan pembelian kembali saham.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Tanggung Jawab Staf Keuangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas staf keuangan adalah mendapatkan dan mengoperasikan sumber-sumber daya sehinggadapat memaksimalkan nilai perusahaan dengan berbagai aktivitas (Brigham &amp;amp; Houston: 2006, 18) yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.	Peramalan dan perencanaan: mengkoordinasi prose~s perencanaan yang akan membentuk masa depan perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.	Keputusan-keputusan investasi dan pendanaan: membantu menentukan tingkat penjualan perusahaan yang optimal, memutusakan aset spesifik yang harus diperoleh, dan memilih cara terbaik untuk mendanai aset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.	Koordinasi dan kontrol: berinteraksi dengan karyawan-karyawan lain untuk memastikan bahwa perusahaan telah beroperasi seefisien mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.	Berinteraksi dengan pasar keuangan: berinteraksi untuk mendapatkan atau menanamkan dana perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.	Manajemen risiko: bertanggung jawab untuk program manajemen risiko secara lceseluruhan termasuk mengidentifiksi risiko dan kemudian mengelolanya secara efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D. Tujuan Manajemen Keuangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen keuangan yang efisien memenuhi adanya tujuan yang digunakan sebagai standar dalam memberi penilaian keefisienan (Sartono: 2000, 3) yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tujuan normatif manajemen keuangan adalah mazimization wealth of stockholders atau memaksimalkan kemakmuran pemegang saham yaitu memaksimalkan nilai perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Tujuan memaksimumkan kemakmuran pemegang saham dapat ditempuh dengan memaksimumkan nilai sekarang perusahaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Secara konseptual jelas sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan yang mempertimbangkan faktor risiko.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manajemen harus mempertimbangkan kepentingan pemilik, kreditor dan pihak lain yang berkaitan dengan perusahaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memaksimalkan kemakmuran pemegang saham lebih menekankan pada aliran kas daripada laba bersih dalam pengertian akuntansi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak mengabaikan social objectives dan kewajiban sosial, seperti lingkungan eksternal, keselamatan kerja, dan keamanan produk.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;2. Nilai perusahaan yang belum go-publik dapat diukur dengan harga jual seandainya perusahaan tersebut dijual. Jadi tidak hanya nilai asset (laporan di neraca) tetapi diperhitungkan juga tingkat risiko usaha, prospek perusahaan, manajemen lingkungan kerja dan sebagainya. Indikasi nilai perusahaan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Perusahaan belum/tidak go-publik: harga seandainya perusahaan dijual &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perusahaan go-publik: harga saham yang dijual belikan di pasar modal.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;3. Dari indikasi tersebut dapat ditarik pengertian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Memaksimalisasi nllai perusahaan tidak sama dengan memaksimalisasi laba:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Perusahaan bisa saja meningkatkan laba dengan cara mengeluarkan saham dengan hasll penjualan saham dlinvestaslkan pada deposlto atau obllgasl pemerintah. Dengan cara ini dijamin laba akan besar tetapl keuntungan per lembar saham akan menurun, karena jumlah lembar saham yang beredar bertambah, sehlngga kondlsl perusahaan tldak balk.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terminologl profit memlllki pengertian ganda, dlsebabkan terdapat banyak definlsl profit.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;b. Memaksimalkan nilai perusahaan tidak sama dengan memaksimalkan laba per~lembar saham (earning per share = EPS) alasannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Tujuan memaksimalisasi laba tidak memperhatikan waktu dan lamanya keuntungan yang diharapkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak mempertimbangkan risiko atau ketidakpastian dari keuntungan di masa yang akan datang. Jika suatu usulan mengandung risiko yang besar, maka kenaikan keuntungan per lembar saham akan diikuti dengan penurunan harga saham.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5Cagung%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:usefelayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:"MS Mincho"; 	panose-1:2 2 6 9 4 2 5 8 3 4; 	mso-font-alt:"ＭＳ 明朝"; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:modern; 	mso-font-pitch:fixed; 	mso-font-signature:-536870145 1791491579 18 0 131231 0;} @font-face 	{font-family:"\@MS Mincho"; 	panose-1:2 2 6 9 4 2 5 8 3 4; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:modern; 	mso-font-pitch:fixed; 	mso-font-signature:-536870145 1791491579 18 0 131231 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"MS Mincho"; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-language:AR-SA;}  /* Page Definitions */  @page 	{mso-endnote-position:end-of-section;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:860123008; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1757352696 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	font-family:Symbol;} @list l1 	{mso-list-id:1361392084; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-2047728392 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l1:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	font-family:Symbol;} @list l2 	{mso-list-id:1605992075; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1935255516 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l2:level1 	{mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l3 	{mso-list-id:1760712828; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1089206848 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l3:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	font-family:Symbol;} @list l4 	{mso-list-id:1811435095; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:795260660 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l4:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	font-family:Symbol;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-4306118773733637842?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/4306118773733637842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/06/makalah-manajemen-keuangan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/4306118773733637842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/4306118773733637842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/06/makalah-manajemen-keuangan.html' title='MAKALAH MANAJEMEN KEUANGAN'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-2946558981400303476</id><published>2009-05-29T07:04:00.000-07:00</published><updated>2009-05-29T07:13:33.429-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pasar Modal Indonesia'/><title type='text'>MAKALAH PASAR MODAL (BURSA EFEK)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Makalah ini membahas tentang proses transaksi yang terjadi di pasar modal.&lt;br /&gt;Proses penjualan saham di stock exchange market (pasar bursa saham atau pasar modal atau bursa efek) umumnya menggunakan sistem lelang (auction) sehingga pasar sekunder ini juga sering disebut dengan pasar leleang (auction market). Disebut dengan pasar lelang karena dilakukan secara terbuka dan harga ditentukan oleh supply (penawaran) dan demand (permintaan) dari anggota bursa,yang meneriakkan ask price(atau offer price atau harga penawaran terendah untuk jual) dan bid price (harga permintaan tertinggi untuk beli). New York Stock Exchange (NYSE), Tokyo Stock Exchange (TSE), Bursa Efek Indonesia (BEI) menggunakan sistem lelang, yaitu order pembelian dan penjualan sekuritas ditemukan sampai dicapai harga kesepakatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini pasar sekunder yang terbesar di dunia adalah New York Stock Exchange (NYSE) dan Tokyo Stock Exchange (TSE).  NYSE didirikan tahun 1792. American Stock Exchange (AMEX) juga merupakan pasar sekunder  lainnya di Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transaksi di bursa dilakukan dengan order standar dalam ukuran round lot, yaitu 100 1embar saharn (di NYSE) atau kelipatannya (di BEI, round lot adalah 500 lembar saharn untuk investor perorangan). Jumiah lembar yang kurang dari 100 (atau 500 lembar untuk BEI) disebut dengan odd lot.                                     _&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investor tidak dapat langsung melakukan transaksi di lantai bursa, tetapi diwakili oleh broker. Investor dapat memilih sendiri jenis dari broker yang diinginkan, seperti misalnya full service broker atau discount broker.&lt;br /&gt;Full service broker menawarkan jasa yang lengkap termasuk sebagai berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Investment research and advice (Konsultan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua individual investor dapat melakukar. sendiri penelitian yang berkualitas disebabkan oleh keterbatasan dana, waktu dan keahlian. Penelitian sejenis ini dapat disediakan oleh broker yang bonafit dalam bentuk laporan-laporan atau publikasi rutin. Hasil penelitian yang dibutuhkan oleh investor dapat meliputi trend pasar, prospek masa depan suatu perusahaan dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Asset management (Pemberi Pinjaman) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Broker dapat berfungsi seperti halnya bank komersial, yaitu mernberikan pinjaman dan mengelo!a dana yang dipercayakan. Untuk maksud seperti ini, investor dapat membuka&lt;br /&gt;rekening di broker yang disebut dengan rekening marjin (margin account).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Order execution.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tanpa melalui jasa broker, membeli dan menjual sekuritas merupakan hal yang tidak mudah. Misalnya, tanpa meialui broker,penjual harus mencari sendiri pembeli yang cocok dengan harga yang ditawarkan. Dengan broker,investor tidak perlu khawatir dengan semua kegiatan pembelian dan penjualan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Clearing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah suatu order dieksekusi, sebenarnya masih banyak pekerjaan administrasi yang menunggu sesudahnya. Selain pekerjaan adrninistrasi tersebut cukup panjang, mereka juga harus dilakukan tidak boleh menyimpang dengan semua regulasi dan hokum yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Discount Broker sebaliknya hanya menawarkan jasa yang minimum dengan komisi yang rendah. Discount broker biasanya hanya menawarkan jasa order execution dan clearing&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-2946558981400303476?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/2946558981400303476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-pasar-modal-bursa-efek.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/2946558981400303476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/2946558981400303476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-pasar-modal-bursa-efek.html' title='MAKALAH PASAR MODAL (BURSA EFEK)'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-1065210203521687428</id><published>2009-05-28T23:05:00.000-07:00</published><updated>2009-05-29T00:19:25.152-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investasi dan Konsumsi Indonesia'/><title type='text'>MAKALAH INVESTASI DAN KONSUMSI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Makalah ini akan membahas Hubungan Investasi dan Konsumsi dalam kaitannya dengan Perekonomian Indonesia&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Definisi Investasi dan konsumsi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Investasi&lt;/span&gt; adalah Penundaan konsumsi sekarang untuk digunakan di dalam produksi yang efisien selama periode waktu yang tertentu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Definisi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Konsumsi&lt;/span&gt; adalah Pemakaian sumber daya yang ada untuk mendapatkan kepuasan atau utiliti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Konsumsi dan investasi merupakan dua kegiatan yang berkaitan.Penundaan konsumsi sekarang dapat diartikan sebagai investasi untuk konsumsi di masa mendatang.Individu melakukan konsumsi dengan memakai sumber daya yang ada untuk mendapatkan kepuasan atau utiiti&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(utility)&lt;/span&gt;. Setiap individu diasumsikan lebih menyukai konsumsi lebih daripada konsumsi yang kurang.Asumsi ini dapat diartikan bahwa utiliti marginal dari konsumsi adalah positif,yaiti penambahan konsumsi akan meningkatkan utiliti (kepuasan).Asumsi yang lain adalah bahwa utiliti marginal dari konsumsi sifatnya adalah menurun,yaitu peningkatan utiliti untuk konsumsi yang sama akan semakin lebih kecil dari sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tipe-Tipe Investasi Keuangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Investasi Langsung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Investasi Tidak Langsung&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Investasi Langsung&lt;br /&gt;    (INVESTOR-AKTIVA KEUANGAN)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah Pembelian langsung aktiva keuangan suatu perusahaan.Investasi langsung dapat dilakukan dengan membeli aktiva keuangan yang dapat diperjualbelikan di pasar uang(money market),apsar modal(capital market),atau di pasar turunan(derivative market)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aktiva yang dapat diperjual belikan di pasar uang :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Aktiva mempunyai risiko gagal kecil &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jatuh tempo pendek &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tingkat cair tinggi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Contoh: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Treasury Bill (T-bill)&lt;/span&gt;,Sertifikat deposito yang dapat dinegoisasi&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Aktiva yang dapat diperjualbelikan di pasar modal :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;surat-surat berharga pendapatan-tetap (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;T-bond,municipal bond,corporate bond,convertible bond)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;saham-saham (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;equity securities&lt;/span&gt;)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aktiva yang dapat diperjualbelikan di pasar turunan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Opsi/&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Option&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;warant,put and call options&lt;/span&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li style="font-style: italic;"&gt;Futures Contract&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;2. Investasi Tidak Langsung&lt;br /&gt;    (INVESTOR-PERUSAHAAN INVESTASI-AKTIVA KEUANGAN)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;adalah pembelian saham dari perusahaan investasi yang mempunyai portofolio aktiva-aktiva keuangan dari perushaan-perusahaan lain&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perusahaan Investasi dapat diklasifikasikan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Unit Investment Trust, &lt;/span&gt;merupakan trust yang menerbitkan portofolio yang dibentuk dari surat-surat berharga berpenghasilan tetap (misalnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bond&lt;/span&gt;) dan ditangani oleh 0rang kepercayaan yang independen.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Closed-end investment companies,&lt;/span&gt; merupakan  perusahaan investasi yang hanya menjual sahamnya pada saat penawaran perdana (Initial Public Offering) saja dan selanjutnya tidak menawarkan lagi tambahan lembar saham.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Open-end investment companies,&lt;/span&gt; dikenal dengan perusahaan reksa dana (mutual funds). Perusahaan ini masih menjual saham baru kepasa investor setelah penjualan saham perdananya.Juga pemegang saham dapat menjual kembali sahamnya ke perusahaan reksa dana bersangkutan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-1065210203521687428?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/1065210203521687428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-investasi-dan-konsumsi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/1065210203521687428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/1065210203521687428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-investasi-dan-konsumsi.html' title='MAKALAH INVESTASI DAN KONSUMSI'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-6914252539922584565</id><published>2009-05-28T04:34:00.000-07:00</published><updated>2009-05-28T05:24:08.503-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perdagangan Internasional Pasca Globalisasi'/><title type='text'>MAKALAH DAMPAK GLOBALISASI TERHADAP PERDAGANGAN INTERNASIONAL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Makalah ini membahas Dampak Globalisasi Ekonomi terhadap Perdagangan Internasional. Tapi sebelum itu,kita membahas dulu definisi Perdagangan Internasional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Definisi Perdagangan Internasional&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perdagangan Internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Pendudukan yang dimaksud dapat berupa antar perorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain.&lt;br /&gt;Menurut Amir, M.S. seorang pengamat ekonomi, bila dibandingkan dengan pelaksanaan perdagangan Internasional sangatlah rumit dan kompleks. Kerumitan tersebut antara lain disebabkan karena adanya batas-batas politik dan kenegaraan yang dapat menghambat perdagangan internasional, misalnya dengan adanya perbedaan budaya, bahasa, mata uang, taksiran dan timbangan, dan hukum perdagangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kebijakan-Kebijakan Perdagangan Internasional&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tindakan-tindakan ini meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Tarif  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tarif adalah sejenis pajak yang dikenakan atas barang-barang yang diimpor. Tarif spesifik (Specific Tariffs) dikenakan sebagai beban tetap atas unit barang yang diimpor. Misalnya $6 untuk setiap barel minyak). Tarifold Valorem (od Valorem Tariffs) adalah pajak yang dikenakan berdasarkan persentase tertentu dari nilai barang-barang yang diimpor (Misalnya, tariff 25 persen atas mobil yang diimpor). Dalam kedua kasus dampak tarif akan meningkatkan biaya pengiriman barang ke suatu negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Subsidi Ekspor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Subsidi ekspor adalah pembayaran sejumlah tertentu kepada perusahaan atau perseorangan yang menjual barang ke luar negeri, seperti tariff, subsidi ekspor dapat berbentuk spesifik (nilai tertentu per unit barang) atau Od Valorem (presentase dari nilai yang diekspor). Jika pemerintah memberikan subsidi ekspor, pengirim akan mengekspor, pengirim akan mengekspor barang sampai batas dimana selisih harga domestic dan harga luar negeri sama dengan nilai subsidi. Dampak dari subsidi ekspor adalah meningkatkan harga dinegara pengekspor sedangkan di negara pengimpor harganya turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Pembatasan Impor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pembatasan impor (Import Quota) merupakan pembatasan langsung atas jumlah barang yang boleh diimpor. Pembatasan ini biasanya diberlakukan dengan memberikan lisensi kepada beberapa kelompok individu atau perusahaan. Misalnya, Amerika Serikat membatasi impor keju. Hanya perusahaan-perusahaan dagang tertentu yang diizinkan mengimpor keju, masing-masing yang diberikan jatah untuk mengimpor sejumlah tertentu setiap tahun, tak boleh melebihi jumlah maksimal yang telah ditetapkan. Besarnya kuota untuk setiap perusahaan didasarkan pada jumlah keju yang diimpor tahun-tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Pengekangan Ekspor Sukarela&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bentuk lain dari pembatasan impor adalah pengekangan sukarela (Voluntary Export Restraint), yang juga dikenal dengan kesepakatan pengendalian sukarela (Voluntary Restraint Agreement = ERA).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;VER&lt;/span&gt; adalah suatu pembatasan (Kuota0 atas perdagangan yang dikenakan oleh pihak negara pengekspor dan bukan pengimpor. Contoh yang paling dikenal adalah pembatasan atas ekspor mobil ke Amerika Serikat yang dilaksanakan oleh Jepang sejak 1981.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;VER&lt;/span&gt; pada umumnya dilaksanakan atas permintaan negara pengimpor dan disepakati oleh negara pengekspor untuk mencegah pembatasan-pembatasan perdagangan lainnya. VER mempunyai keuntungan-keuntungan politis dan legal yang membuatnya menjadi perangkat kebijakan perdagangan yang lebih disukai dalam beberapa tahun belakangan. Namun dari sudut pandang ekonomi, pengendalian ekspor sukarela persis sama dengan kuota impor dimana lisensi diberikan kepada pemerintah asing dan karena itu sangat mahal bagi negara pengimpor.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;VER&lt;/span&gt; selalu lebih mahal bagi negara pengimpor dibandingan dengan tariff yang membatasi impor dengan jumlah yang sama. Bedanya apa yang menjadi pendapatan pemerintah dalam tariff menjadi (rent) yang diperoleh pihak asing dalam VER, sehingga VER nyata-nyata mengakibatkan kerugian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Persyaratan Kandungan Lokal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan kandungan local (local content requirement) merupakan pengaturan yang mensyaratkan bahwa bagian-bagian tertentu dari unit-unit fisik, seperti kuota impor minyak AS ditahun 1960-an. Dalam kasus lain, persyaratan ditetapkan dalam nilai, yang mensyaratkan pangsa minimum tertentu dalam harga barang berawal dari nilali tambah domestic. Ketentuan kandungan local telah digunakan secara luas oleh negara berkembang yang beriktiar mengalihkan basis manufakturanya dari perakitan kepada pengolahan bahan-bahan antara (intermediate goods). Di amerika serikat rancangan undang-undang kandungan local untuk kendaraan bermotor diajukan tahun 1982 tetapi hingga kini berlum diberlakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Subsidi Kredit Ekspor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Subsidi kredit ekspor ini semacam subsidi ekspor, hanya saja wujudnya dalam pinjaman yang di subsidi kepada pembeli. Amerika Serikat seperti juga kebanyakan negara, memilki suatu lembaga pemerintah, export-import bank (bank Ekspor-impor) yang diarahkan untuk paling tidak memberikan pinjaman-pinjaman yang disubsidi untuk membantu ekspor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. Pengendalian Pemerintah (National Procurement)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pembelian-pembelian oleh pemerintah atau perusahaan-perusahaan yang diatur secara ketat dapat diarahkan pada barang-barang yang diproduksi di dalam negeri meskipun barang-barang tersebut lebih mahal daripada yang diimpor. Contoh yang klasik adalah industry telekomunikasi Eropa. Negara-negara mensyaratkan eropa pada dasarnya bebas berdagang satu sama lain. Namun pembeli-pembeli utama dari peralatan telekonumikasi adalah perusahaan-perusahaan telepon dan di Eropa perusahaan-perusahaan ini hingga kini dimiliki pemerintah, pemasok domestic meskipun jika para pemasok tersebut mengenakan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemasok-pemasok lain. Akibatnya adalah hanya sedikit perdagangan peralatan komunikasi di Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8. Hambatan-Hambatan Birokrasi (Red Tape Barriers)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terkadang pemerintah ingin membatasi impor tanpa melakukannya secara formal. Untungnya atau sayangnya, begitu mudah untuk membelitkan standar kesehatan, keamanan, dan prosedur pabean sedemikian rupa sehingga merupakan perintang dalam perdagangan. Contoh klasiknya adalah Surat Keputusan Pemerintah Perancis 1982 yang mengharuskan seluruh alat perekam kaset video melalui jawatan pabean yang kecil di Poltiers yang secara efektif membatasi realiasi sampai jumlah yang relative amat sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Globalisasi ekonomi adalah kehidupan ekonomi global yang bersifat terbuka dan tidak mengenal batas-batas territorial, atau kewilayahan antara daerah yang satu dengan daerah yanglain. Disini dunia dianggap sebagai suatu kesatuan yang semua daerah dapat terjangkau dengan cepat dan mudah. Sisi perdagangan dan investaris menuju kea rah liberalisasi kapitalisme sehingga semua orang bebas untuk berusaha dimana saja dan kapan saja didunia ini.&lt;br /&gt;Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara diseluruh dunia menjadi suatu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas territorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal barang dan jasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DAMPAK GLOBALISASI TERHADAP PERDAGANGAN INTERNASIONAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dampak Positif :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Produksi global dapat ditingkatkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu negara.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dampak Negatif : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Karena perkembangan sistem perdagangan luar negeri yang menjadi lebih bebas, sehingga dapat menghambat pertumbuhan sektor industri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dapat memperburuk neraca pembayaran.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sektor keuangan semakin tidak stabil.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memperburuk proses pertumbuhan ekonomi jangka panjang.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-6914252539922584565?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/6914252539922584565/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-dampak-globalisasi-terhadap.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/6914252539922584565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/6914252539922584565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-dampak-globalisasi-terhadap.html' title='MAKALAH DAMPAK GLOBALISASI TERHADAP PERDAGANGAN INTERNASIONAL'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-8228313968423839399</id><published>2009-05-28T02:20:00.000-07:00</published><updated>2009-05-28T03:05:02.874-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Produk Domestik Bruto Indonesia'/><title type='text'>MAKALAH PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Definisi PDB(Produk Domestik Bruto)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;PDB diartikan sebagai nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun). PDB berbeda dari produk nasional bruto karena memasukkan pendapatan faktor produksi dari luar negeri yang bekerja di negara tersebut. Sehingga PDB hanya menghitung total produksi dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan dengan memakai faktor produksi dalam negeri atau tidak. Sebaliknya, PNB memperhatikan asal usul faktor produksi yang digunakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;PDB Nominal (atau disebut PDB Atas Dasar Harga Berlaku) merujuk kepada nilai PDB tanpa memperhatikan pengaruh harga. Sedangkan PDB riil (atau disebut PDB Atas Dasar Harga Konstan) mengoreksi angka PDB nominal dengan memasukkan pengaruh dari harga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Analisa Mekanisme (kinerja) Ekonomi Nasional berdasar PDB melalui 3 pendekatan,yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;1. Pendekatan Produksi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;2. Pendekatan Pengeluaran/Pembelanjaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;3. Pendekatan Pendapatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.Pendekatan Produksi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan produksi diperoleh dengan cara menjumlahkan nilai tambah (value added) dari  semua sektor produksi. Lalu, besarnya nilai produksi diperoleh dari mana ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;Besarnya nilai produksi (angka-angka PDB) diperoleh dari :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;    nilai tambah (value added) dari berbagai jenis barang &amp;amp; jasa ! yaitu sesuai dengan ISIC (International Standard Industrial Classification)&lt;br /&gt;sektor industri dapat diklasifikasikan menjadi 11 sektor industri, yg biasanya terbagi mjd 3 kelompok besar :&lt;br /&gt;1.Sektor Primer&lt;br /&gt; 2.Sektor Sekunder&lt;br /&gt; 3.Sektor Tersier&lt;br /&gt;Besarnya ‘value added’ tiap sektor, yi : VAs = OPs - IPs&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sedangkan nilai PDB-nya diperoleh dengan : PDB = VAsp + VAss + VAst&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.Pendekatan Pengeluaran/Pembelanjaan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Perhitungan dilakukan dengan cara menjumlahkan permintaan akhir dari unit/komponen2 ekonomi, yaitu:&lt;br /&gt;Konsumsi Rumah Tangga (RT)=C&lt;br /&gt;Perusahaan, berupa investasi/pembentukan modal bruto =I&lt;br /&gt;Pengeluaran Pemerintah (konsumsi/belanja pemerintah) =G&lt;br /&gt;Expor – Impor =( X – M )&lt;br /&gt;Dalam Keseimbangan Perekonomian Nasional, sering di formulasikan dalam persamaan sbb:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PDB = C + I + G + ( X – M)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Pendekatan Pendapatan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;diperoleh dengan cara menghitung jumlah balas jasa bruto (blm dipotong pajak) / hasil dari faktor produksi yang digunakan&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PDB = sewa + upah + bunga + laba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana sewa adalah pendapatan pemilik faktor produksi tetap seperti tanah, upah untuk tenaga kerja, bunga untuk pemilik modal, dan laba untuk pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teori, PDB dengan pendekatan pengeluaran dan pendapatan harus menghasilkan angka yang sama. Namun karena dalam praktek menghitung PDB dengan pendekatan pendapatan sulit dilakukan, maka yang sering digunakan adalah dengan pendekatan pengeluaran.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-8228313968423839399?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/8228313968423839399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-produk-domestik-bruto-pdb.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/8228313968423839399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/8228313968423839399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-produk-domestik-bruto-pdb.html' title='MAKALAH PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB)'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-1106580356736130193</id><published>2009-05-27T08:06:00.000-07:00</published><updated>2009-05-27T08:44:47.031-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kendala Pengelolaan Kekayaan Indonesia'/><title type='text'>MAKALAH PENGELOLAAN KEKAYAAN NEGARA INDONESIA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BUKTI NYATA KACAUNYA PENGELOLAAN KEKAYAAN NEGARA &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;   Kasus lepasnya pulau Sipadan dan Ligitan pada Desember 2002 merupakan satu bukti nyata kacaunya pengelolaan kekayaan Negara.Lemahnya pengawasan dan kurangnya perhatian dari pemerintah dianggap sebagai biang dari lepasnya kedua pulau tersebut. Lemahnya posisi tawar pemerintah dalam pemberian konsesi pertambangan juga sering kali terjadi sehingga kekayaan alam kita lambat laun hancur dan dikeruk habis oleh negara lain sementara kompensasi yang diterima Indonesia tidaklah sebanding dengan kerusakan yang terjadi. Belum lagi kasus dimana kekayaan negara yang tidak jelas status hukumnya seperti kasus klaim dari pemerintah Cina atas sejumlah aset di Indonesia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Singapura negara tetangga kita telah mengeduk secara besar-besaran pasir laut kita untuk tujuan memperluas wilayah negaranya. Diatas wilayah perluasan baru hasil reklamasi dari pasir Indonesia tersebut didirikan pusat bisnis dan pertokoan, apartemen dan juga resor. Pembangunan fisik yang menggunakan bahan baku utamanya pasir itu selanjutnya disewa atau dibeli kembali oleh orang-orang Indonesia yang berduit dengan harga mahal.Kita tahu, akibat dari pengedukan pasir besar-besaran, Indonesia berpotensi kehilangan pulau-pulau terdepan yang berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga. Tanpa harus bersusah payah mencari sebabnya, tidak lain karena pengelolaan kekayaan negara belum memberi manfaat sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Penguasaan Tambang Emas Indonesia yang merupakan tambang emas terbesar di dunia oleh Freeport McMoran.Total pemberian pemasukan PT.Freeport kepada Republik Indonesia hanya 10-13% pendapatan bersih di luar pajak atau 46 juta dollar (460 miyar rupiah).Bandingkan dengan pemasukan yang didapat oleh Freeport McMoran yang mencapai 380 juta dollar (hamper 3,8 trilyun)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Penguasaan Blok Cepu oleh Exxon Mobile.Pembagian pendapatan yang masih simpang siur di kalangan public.Ada beberapa kabar yang beredar,diantaranya mengatakan bahwa Indonesia hanya mendapatkan pajak dari perusahaan tersebut.Bisa dikatakan dari hasil industri perusahaan tersebut,Negara hanya mendapatkan 0%.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Salah satu hal yang kerap dituding sebagai penyebab Perekonomian Indonesia sulit berkembang adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kacaunya pengelolaan Kekayaan Negara di Indonesia.&lt;/span&gt;Beberapa contohnya antara lain:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;landasan hukum yang belum menyeluruh dan terpadu &lt;/li&gt;&lt;li&gt;inefisiensi pemanfaatan aset Negara&lt;/li&gt;&lt;li&gt;belum adanya upaya inventarisasi seluruh aset Negara &lt;/li&gt;&lt;li&gt;lokasi yang tersebar dan hak penguasaan yang tidak jelas &lt;/li&gt;&lt;li&gt;koordinasi yang lemah &lt;/li&gt;&lt;li&gt;pengawasan yang lemah &lt;/li&gt;&lt;li&gt;konflik kepentingan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;mudahnya penjarahan aset Negara &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TUJUAN UTAMA PENGELOLAAN KEKAYAAN NEGARA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama pengelolaan kekayaan negara dimanapun adalah untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian, kekayaan negara adalah alat bagi negara untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KRITERIA DALAM MISI PENGELOLAAN KEKAYAAN NEGARA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;EFISIENSI PENGELUARAN&lt;/li&gt;&lt;li&gt;OPTIMALISASI PENERIMAAN&lt;/li&gt;&lt;li&gt;EFEKTIFITAS PENGELOLAAN&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HAL-HAL YANG HARUS DIPENUHI PEMERINTAH DALAM PENGELOLAAN KEKAYAAN NEGARA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Kekayaan Negara adalah alat pemerintah untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengelolaan Kekayaan Negara yang efisien, efektif dan optimal adalah kunci keberhasilan pemerintah dalam melayani masyarakat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Landasan hukum yang kokoh dan terintegrasi sangat diperlukan untuk mengelola kekayaan negara sehingga tercipta kepastian hukum.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kepemimpinan yang kuat dan dukungan dari staf pengelola kekayaan negara, khususnya Direktorat Jendral Kekayaan Negara, sangat dibutuhkan guna menjamin tercapainya tujuan pengelolaan kekayaan negara.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dukungan dan peran aktif masyarakat juga ikut menentukan keberhasilan pengelolaan kekayaan negara.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-1106580356736130193?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/1106580356736130193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-pengelolaan-kekayaan-negara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/1106580356736130193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/1106580356736130193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-pengelolaan-kekayaan-negara.html' title='MAKALAH PENGELOLAAN KEKAYAAN NEGARA INDONESIA'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-7948696508572026016</id><published>2009-05-27T04:09:00.000-07:00</published><updated>2009-05-27T07:49:04.586-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sistem Ekonomi Syariah/Islam'/><title type='text'>MAKALAH SISTEM EKONOMI ISLAM/SYARIAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sistem Ekonomi Islam atau syariah sekarang ini sedang banyak diperbincangkan di Indonesia. Banyak kalangan masyarakat yang mendesak agar Pemerintah Indonesia segera mengimplementasikan sistem Ekonomi Islam dalam sistem Perekonomian Indonesia seiring dengan hancurnya sistem Ekonomi Kapitalisme.Makalah ini akan membahas tentang apa sistem ekonomi Islam/syariah itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Definisi Ekonomi Islam/Syariah menurut beberapa Ekonom Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Muhammad Abdul Mannan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ekonomi Islam merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam".&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;M.M Metwally&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ekonomi Islam dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari per4ilaku muslim (yang beriman) dalam suatu masyarakat Islam yang mengikuti Al Quran,Hadits Nabi,Ijma dan Qiyas".&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Hasanuzzaman&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ilmu ekonomi Islam adalah pengetahuan dan aplikasi dari anjuran dan aturan syariah yang mencegah ketidakadilan dalam memperoleh sumber daya material sehingga tercipta kepuasan manusia dan memungkinkan mereka menjalankan perintah Allah dan masyarakat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sejarah tentang Sistem Ekonomi Islam/Syariah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hancurnya komunisme dan sistem ekonomi sosialis pada awal tahun 90-an membuat sistem kapitalisme disanjung sebagai satu-satunya sistem ekonomi yang sahih. Tetapi ternyata, sistem ekonomi kapitalis membawa akibat negatif dan lebih buruk, karena banyak negara miskin bertambah miskin dan negara kaya yang jumlahnya relatif sedikit semakin kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, kapitalis gagal meningkatkan harkat hidup orang banyak terutama di negara-negara berkembang. Bahkan menurut Joseph E. Stiglitz (2006) kegagalan ekonomi Amerika dekade 90-an karena keserakahan kapitalisme ini. Ketidakberhasilan secara penuh dari sistem-sistem ekonomi yang ada disebabkan karena masing-masing sistem ekonomi mempunyai kelemahan atau kekurangan yang lebih besar dibandingkan dengan kelebihan masing-masing. Kelemahan atau kekurangan dari masing-masing sistem ekonomi tersebut lebih menonjol ketimbang kelebihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kelemahannya atau kekurangannya lebih menonjol daripada kebaikan itulah yang menyebabkan muncul pemikiran baru tentang sistem ekonomi terutama dikalangan negara-negara muslim atau negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam yaitu sistem ekonomi syariah. Negara-negara yang penduduknya mayoritas Muslim mencoba untuk mewujudkan suatu sistem ekonomi yang didasarkan pada Al-quran dan Hadist, yaitu sistem ekonomi Syariah yang telah berhasil membawa umat muslim pada zaman Rasulullah meningkatkan perekonomian di Zazirah Arab. Dari pemikiran yang didasarkan pada Al-quran dan Hadist tersebut, saat ini sedang dikembangkan Ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah di banyak negara Islam termasuk di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah merupakan perwujudan dari paradigma Islam. Pengembangan ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah bukan untuk menyaingi sistem ekonomi kapitalis atau sistem ekonomi sosialis, tetapi lebih ditujukan untuk mencari suatu sistem ekonomi yang mempunyai kelebihan-kelebihan untuk menutupi kekurangan-kekurangan dari sistem ekonomi yang telah ada. Islam diturunkan ke muka bumi ini dimaksudkan untuk mengatur hidup manusia guna mewujudkan ketentraman hidup dan kebahagiaan umat di dunia dan di akhirat sebagai nilai ekonomi tertinggi. Umat di sini tidak semata-mata umat Muslim tetapi, seluruh umat yang ada di muka bumi. Ketentraman hidup tidak hanya sekedar dapat memenuhi kebutuhan hidup secara melimpah ruah di dunia, tetapi juga dapat memenuhi ketentraman jiwa sebagai bekal di akhirat nanti. Jadi harus ada keseimbangan dalam pemenuhan kebutuhan hidup di dunia dengan kebutuhan untuk akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tiga Prinsip Dasar Yang Menyangkut sistem ekonomi Syariah menurut Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tawhid, &lt;/span&gt;Prinsip ini merefleksikan bahwa penguasa dan pemilik tunggal atas jagad raya ini adalah Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Khilafah, &lt;/span&gt;mempresentasikan bahwa manusia adalah khalifah atau wakil Allah di muka bumi ini dengan dianugerahi seperangkat potensi spiritual dan mental serta kelengkapan sumberdaya materi yang dapat digunakan untuk hidup dalam rangka menyebarkan misi hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;‘Adalah, &lt;/span&gt;merupakan bagian yang integral dengan tujuan syariah (maqasid al-Syariah). Konsekuensi dari prinsip Khilafah dan ‘Adalah menuntut bahwa semua sumberdaya yang merupakan amanah dari Allah harus digunakan untuk merefleksikan tujuan syariah antara lain yaitu; pemenuhan kebutuhan (need&lt;br /&gt;fullfillment), menghargai sumber pendapatan (recpectable source of earning), distribusi pendapatan dan kesejah-teraan yang merata (equitable distribution of income and wealth) serta stabilitas dan pertumbuhan (growth and stability).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Empat Ciri/Sifat Sistem Islam &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Kesatuan (unity)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keseimbangan (equilibrium)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kebebasan (free will)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanggungjawab (responsibility)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-7948696508572026016?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/7948696508572026016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-sistem-ekonomi-islamsyariah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/7948696508572026016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/7948696508572026016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-sistem-ekonomi-islamsyariah.html' title='MAKALAH SISTEM EKONOMI ISLAM/SYARIAH'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-3831296149257596340</id><published>2009-05-26T07:58:00.000-07:00</published><updated>2009-05-26T08:56:32.049-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kondisi Ekspor Impor Indonesia'/><title type='text'>MAKALAH EKSPOR IMPOR INDONESIA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum membahas masalah ekspor dan impor Indonesia,terlebih dahulu makalah ini akan membahas definisi dari ekspor dan impor dan pengaruhnya terhadap Perekonomian Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ekspor &lt;/span&gt;adalah proses transportasi barang atau komoditas dari suatu negara ke negara lain secara legal, umumnya dalam proses perdagangan. Proses ekspor pada umumnya adalah tindakan untuk mengeluarkan barang atau komoditas dari dalam negeri untuk memasukannya ke negara lain. Ekspor barang secara besar umumnya membutuhkan campur tangan dari bea cukai di negara pengirim maupun penerima. Ekspor adalah bagian penting dari perdagangan internasional, lawannya adalah impor(Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Impor &lt;/span&gt;adalah proses transportasi barang atau komoditas dari suatu negara ke negara lain secara legal, umumnya dalam proses perdagangan. Proses impor umumnya adalah tindakan memasukan barang atau komoditas dari negara lain ke dalam negeri. Impor barang secara besar umumnya membutuhkan campur tangan dari bea cukai di negara pengirim maupun penerima. Impor adalah bagian penting dari perdagangan internasional, lawannya adalah ekspor(Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KONDISI EKSPOR INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengutamaan Ekspor bagi Indonesia sudah digalakkan sejak tahun 1983.Sejak saat itu,ekspor menjadi perhatian dalam memacu pertumbuhan ekonomi seiring dengan berubahnya strategi industrialisasi-dari penekanan pada industri substitusi impor ke industri promosi ekspor.Konsumen dalam negeri membeli barang impor atau konsumen luar negeri membeli barang domestik,menjadi sesuatu yang sangat lazim.Persaingan sangat tajam antarberbagai produk.Selain harga,kualitas atau mutu barang menjadi faktor penentu daya saing suatu produk.&lt;br /&gt;Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-Oktober 2008 mencapai USD118,43 miliar atau meningkat 26,92 persen dibanding periode yang sama tahun 2007, sementara ekspor nonmigas mencapai USD92,26 miliar atau meningkat 21,63 persen. Sementara itu menurut sektor, ekspor hasil pertanian, industri, serta hasil tambang dan lainnya pada periode tersebut meningkat masing-masing 34,65 persen, 21,04 persen, dan 21,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun selama periode ini pula, ekspor dari 10 golongan barang memberikan kontribusi 58,8 persen terhadap total ekspor nonmigas. Kesepuluh golongan tersebut adalah, lemak dan minyak hewan nabati, bahan bakar mineral, mesin atau peralatan listrik, karet dan barang dari karet, mesin-mesin atau pesawat mekanik. Kemudian ada pula bijih, kerak, dan abu logam, kertas atau karton, pakaian jadi bukan rajutan, kayu dan barang dari kayu, serta timah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama periode Januari-Oktober 2008, ekspor dari 10 golongan barang tersebut memberikan kontribusi sebesar 58,80 persen terhadap total ekspor nonmigas. Dari sisi pertumbuhan, ekspor 10 golongan barang tersebut meningkat 27,71 persen terhadap periode yang sama tahun 2007. Sementara itu, peranan ekspor nonmigas di luar 10 golongan barang pada Januari-Oktober 2008 sebesar 41,20 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jepang pun masih merupakan negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai USD11,80 miliar (12,80 persen), diikuti Amerika Serikat dengan nilai USD10,67 miliar (11,57 persen), dan Singapura dengan nilai USD8, 67 miliar (9,40 persen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peranan dan perkembangan ekspor nonmigas Indonesia menurut sektor untuk periode Januari-Oktober tahun 2008 dibanding tahun 2007 dapat dilihat pada. Ekspor produk pertanian, produk industri serta produk pertambangan dan lainnya masing-masing meningkat 34,65 persen, 21,04 persen, dan 21,57 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari kontribusinya terhadap ekspor keseluruhan Januari-Oktober 2008, kontribusi ekspor produk industri adalah sebesar 64,13 persen, sedangkan kontribusi ekspor produk pertanian adalah sebesar 3,31 persen, dan kontribusi ekspor produk pertambangan adalah sebesar 10,46 persen, sementara kontribusi ekspor migas adalah sebesar 22,10 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati secara keseluruhan kondisi ekspor Indonesia membaik dan meningkat, tak dipungkiri semenjak terjadinya krisis finansial global, kondisi ekspor Indonesia semakin menurun. Sebut saja saat ekspor per September yang sempat mengalami penurunan 2,15 persen atau menjadi USD12,23 miliar bila dibandingkan dengan Agustus 2008. Namun, secara year on year mengalami kenaikan sebesar 28,53 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KONDISI IMPOR INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan impor di Indonesia tak selamanya dinilai bagus, sebab menurut golongan penggunaan barang, peranan impor untuk barang konsumsi dan bahan baku/penolong selama Oktober 2008 mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya yaitu masing-masing dari 6,77 persen dan 75,65 persen menjadi 5,99 persen dan 74,89 persen. Sedangkan peranan impor barang modal meningkat dari 17,58 persen menjadi 19,12 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dilihat dari peranannya terhadap total impor nonmigas Indonesia selama Januari-Oktober 2008, mesin per pesawat mekanik memberikan peranan terbesar yaitu 17,99 persen, diikuti mesin dan peralatan listrik sebesar 15,15 persen, besi dan baja sebesar 8,80 persen, kendaraan dan bagiannya sebesar 5,98 persen, bahan kimia organik sebesar 5,54 persen, plastik dan barang dari plastik sebesar 4,16 persen, dan barang dari besi dan baja sebesar 3,27 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, tiga golongan barang berikut diimpor dengan peranan di bawah tiga persen yaitu pupuk sebesar 2,43 persen, serealia sebesar 2,39 persen, dan kapas sebesar 1,98 persen. Peranan impor sepuluh golongan barang utama mencapai 67,70 persen dari total impor nonmigas dan 50,76 persen dari total impor keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data terakhir menunjukkan bahwa selama Oktober 2008 nilai impor nonmigas Kawasan Berikat (KB/kawasan bebas bea) adalah sebesar USD1,78 miliar. Angka tersebut mengalami defisit sebesar USD9,3 juta atau 0,52 persen dibanding September 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, dari total nilai impor nonmigas Indonesia selama periode tersebut sebesar USD64,62 miliar atau 76,85 persen berasal dari 12 negara utama, yaitu China sebesar USD12,86 miliar atau 15,30 persen, diikuti Jepang sebesar USD12,13 miliar (14,43 persen). Berikutnya Singapura berperan 11,29 persen, Amerika Serikat (7,93 persen), Thailand (6,51 persen), Korea Selatan (4,97 persen), Malaysia (4,05 persen), Australia (4,03 persen), Jerman (3,19 persen), Taiwan (2,83 persen), Prancis (1,22 persen), dan Inggris (1,10 persen). Sedangkan impor Indonesia dari ASEAN mencapai 23,22 persen dan dari Uni Eropa 10,37 persen&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-3831296149257596340?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/3831296149257596340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-ekspor-impor-indonesia.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/3831296149257596340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/3831296149257596340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-ekspor-impor-indonesia.html' title='MAKALAH EKSPOR IMPOR INDONESIA'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-5821620363350935744</id><published>2009-05-25T20:08:00.000-07:00</published><updated>2009-05-25T20:29:42.146-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Surat Utang Negara(SUN) Indonesia'/><title type='text'>MAKALAH SURAT UTANG NEGARA (SUN)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebelum membahas tentang Definisi Surat Utang Negara (SUN),makalah ini akan membahas dahulu mengenai Instrumen dan Analisis Kebijakan Fiskal,yang salah satunya adalah SUN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Instrumen dan Analisis Kebijakan Fiskal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Instrumen kebijakan fiskal&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Analisis kebijakan fiskal &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Surat Utang Negara (SUN)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Instrumen Kebijakan Fiskal &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    a. Pembiayaan fungsional&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Pengeluaran pemerintah ditentukan dengan melihat akibat-akibat tidak langsung terhadap pendapatan nasional.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pajak dipakai untuk mengatur pengeluaran swasta, bukan untuk meningkatkan penerimaan pemerintah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pinjaman dipakai sebagai alat untuk menekan inflasi lewat pengurangan dana yang ada di masyarakat. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    b. Pengeluaran Anggaran&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Pengeluaran pemerintah, perpajakan dan pinjaman dipergunakan secara terpadu untuk mencapai kestabilan ekonomi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam jangka panjang diusahakan adanya anggaran belanja seimbang. Namun pada masa depresi digunakan anggaran defisit &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Analisis Kebijakan Fiskal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;      Kebijakan fiskal secara umum diarahkan pada empat sasaran utama :&lt;br /&gt;      &lt;span style="font-weight: bold;"&gt; a. Menciptakan stimulus fiskal &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;       Guna menciptakan stimulus fiskal dengan sasaran penerimaan manfaat yang lebih tepat,   pemerintah telah mengeluarkan peraturan-peraturan administratif dan menciptakan mekanisme penyaluran dana secara transparan.&lt;br /&gt;      &lt;span style="font-weight: bold;"&gt; b. Memperkuat Basis Penerimaan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Upaya memperkuat basis penerimaan ditempuh melalui perbaikan administrasi dan struktur pajak, ekstensifikasi penerimaan pajak dan bukan pajak, seperti penjualan saham BUMN, penjualan asset BPPN.&lt;br /&gt;       &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;c. Mendukung Program Rekapitalisasi Perbankan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;      Upaya untuk menunjang program rekapitalisasi dan penyehatan perbankan dilakukan dengan memasukkan biaya restruktursiasi perbankan ke dalam APBN.&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="PowerPoint.Slide"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft PowerPoint 11"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} p\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} v\:textbox {display:none;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;title&gt;Slide 40&lt;/title&gt;&lt;meta name="Description" content="5/26/2009"&gt;&lt;!--[if !ppt]--&gt;&lt;style&gt; .O 	{color:black; 	font-size:149%;} a:link 	{color:#CCCCFF !important;} a:active 	{color:#3333CC !important;} a:visited 	{color:#B2B2B2 !important;} &lt;/style&gt;&lt;style media="print"&gt; &lt;!--.sld 	{left:0px !important; 	width:6.0in !important; 	height:4.5in !important; 	font-size:103% !important;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;&lt;/o:shapelayout&gt;&lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;&lt;/o:idmap&gt;&lt;p:colorscheme colors="#ffffff,#000000,#808080,#000000,#00cc99,#3333cc,#ccccff,#b2b2b2"&gt;&lt;/p:colorscheme&gt;       &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;d. Mempertahankan Prinsip Pembiayaan Defisit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Pemerintah tetap mempertahankan prinsip untuk tidak menggunakan pembiayaan defisit anggaran dari bank sentral dan bank-bank di dalam negeri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemerintah tetap mengupayakan pinjaman dari luar negeri, yang diperboleh dari lembaga keuangan internasional seperti bank Dunia, ADB, dan OECF serta sejumlah negara sahabat secara bilateral, terutama dalam kerangka CGI.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.  Surat Utang Negara (SUN)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Pada tahun 2002 pemerintah memberlakukan Undang-Undang No. 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara (SUN). Sebelum undang-undang ini disahkan, istilah Surat Utang Negara lebih dikenal sebagai “obligasi pemerintah”. Beberapa point yang penting mengenai SUN adalah :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Tema pokok UU SUN adalah memberikan “standing appropriation”, yaitu jaminan pemerintah kepada pasar untuk membayar semua kewajiban pokok dan bunga utang yang timbul akibat penerbitan SUN. .&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Surat Utang Negara terdiri dari Surat  Perbendaharaan Negara (SPN) semacam T-Bills di AS dan Obligasi Negara (ON).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt; - SPN merupakan SUN berjangka waktu sampai dengan 12 bulan dengan pembayaran bunga secara diskonto (mirip SBI)&lt;br /&gt; - ON merupakan SUN berjangka waktu lebih dari 12 bulan dengan kupon dan/ atau pembayaran bunga secara diskonto&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Tujuan penerbitan SUN adalah :&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Membiayai defisit APBN &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menutup kekurangan kas jangka pendek akibat ketidaksesuaian antara arus kas penerimaan dan pengeluaran pada rekening kas negara dalam satu tahun anggaran&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengelola  portofolio utang negara.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-5821620363350935744?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/5821620363350935744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-surat-utang-negara-sun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/5821620363350935744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/5821620363350935744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-surat-utang-negara-sun.html' title='MAKALAH SURAT UTANG NEGARA (SUN)'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-3220239487295987929</id><published>2009-05-25T06:49:00.000-07:00</published><updated>2009-05-25T07:25:09.502-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sistem Ekonomi Kerakyatan Indonesia'/><title type='text'>MAKALAH SISTEM EKONOMI KERAKYATAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Definisi Sistem Ekonomi Kerakyatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam era reformasi sekarang ini,kita sering mendengar tentang sistem ekonomi kerakyatan yang dibandingkan dengan sistem ekonomi neoliberal.Pada tulisan sebelumnya kita membahas tentang sistem ekonomi neoliberal,dan sekarang mari kita membahas tentang apa sebenarnya sistem ekonomi kerakyatan itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sistem Ekonomi Kerakyatan&lt;/span&gt; adalah Sistem Ekonomi Nasional Indonesia yang berasas kekeluargaan, berkedaulatan rakyat, bermoral Pancasila, dan menunjukkan pemihakan sungguh-sungguh pada ekonomi rakyat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Syarat mutlak berjalannya sistem ekonomi kerakyatan yang berkeadilan sosial &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;berdaulat di bidang politik &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mandiri di bidang ekonomi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;berkepribadian di bidang budaya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yang mendasari paradigma pembangunan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan sosial&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;penyegaran nasionalisme ekonomi melawan segala bentuk ketidakadilan sistem dan kebijakan ekonomi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;pendekatan pembangunan berkelanjutan yang multidisipliner dan multikultural&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;pengkajian ulang pendidikan dan pengajaran ilmu-ilmu ekonomi dan sosial di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sekilas tentang Sistem Ekonomi Kerakyatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Hatta dalam Daulat Rakyat (1931) menulis artikel berjudul Ekonomi Rakyat dalam Bahaya, sedangkan Bung Karno 3 tahun sebelumnya (Agustus 1930) dalam pembelaan di Landraad Bandung menulis nasib ekonomi rakyat sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ekonomi Rakyat oleh sistem monopoli disempitkan, sama sekali didesak dan dipadamkan (Soekarno, Indonesia Menggugat, 1930: 31)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mengacu pada Pancasila dasar negara atau pada ketentuan pasal 33 UUD 1945, maka memang ada kata kerakyatan tetapi harus tidak dijadikan sekedar kata sifat yang berarti merakyat. Kata kerakyatan sebagaimana bunyi sila ke-4 Pancasila harus ditulis lengkap yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, yang artinya tidak lain adalah demokrasi ala Indonesia. Jadi ekonomi kerakyatan adalah (sistem) ekonomi yang demokratis. Pengertian demokrasi ekonomi atau (sistem) ekonomi yang demokratis termuat lengkap dalam penjelasan pasal 33 UUD 1945 yang berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Produksi dikerjakan oleh semua untuk semua dibawah pimpinan atau penilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan bukan kemakmuran orang-seorang. Sebab itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Bangun perusahaan yang sesuai dengan itu ialah koperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Perekonomian berdasar atas demokrasi ekonomi, kemakmuran bagi semua orang! Sebab itu cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara. Kalau tidak, tampuk produksi jatuh ke tangan orang-orang yang berkuasa dan rakyat yang banyak ditindasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Hanya perusahaan yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak boleh ada di tangan orang-seorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalam bumi adalah pokok-pokok kemakmuran rakyat. Sebab itu harus dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sangat disayangkan bahwa penjelasan tentang demokrasi ekonomi ini sekarang sudah tidak ada lagi karena seluruh penjelasan UUD 1945 diputuskan MPR untuk dihilangkan dengan alasan naif, yang sulit kita terima, yaitu “di negara negara lain tidak ada UUD atau konstitusi yang memakai penjelasan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tujuan yang diharapkan dari penerapan Sistem Ekonomi Kerakyatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Membangun Indonesia yang berdikiari secara ekonomi, berdaulat secara politik, dan berkepribadian yang berkebudayaan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mendorong pemerataan pendapatan rakyat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meningkatkan efisiensi perekonomian secara nasional&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LIMA HAL POKOK YANG HARUS SEGERA DIPERJUANGKAN AGAR SISTEM EKONOMI KERAKYATAN TIDAK HANYA MENJADI WACANA SAJA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Peningkatan disiplin pengeluaran anggaran dengan tujuan utama memerangi praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam segala bentuknya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penghapusan monopoli melalui penyelenggaraan mekanisme persaingan yang berkeadilan (fair competition)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peningkatan alokasi sumber-sumber penerimaan negara kepada pemerintah daerah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penguasaan dan redistribusi pemilikan lahan pertanian kepada petani penggarap&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembaharuan UU Koperasi dan pendirian koperasi-koperasi “ sejati” dalam berbagai bidan usaha dan kegiatan. Yang perlu dicermati, peningkatan kesejahteraan rakyat dalam konteks ekonomi kerakyatan tidak didasarkan pada paradigma lokomatif, melainkan pada paradigma fondasi. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-3220239487295987929?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/3220239487295987929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-sistem-ekonomi-kerakyatan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/3220239487295987929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/3220239487295987929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-sistem-ekonomi-kerakyatan.html' title='MAKALAH SISTEM EKONOMI KERAKYATAN'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-4822572698815141787</id><published>2009-05-25T01:53:00.000-07:00</published><updated>2009-05-25T03:41:10.241-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebijakan APBN Indonesia'/><title type='text'>MAKALAH APBN INDONESIA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Makalah APBN ini akan membahas tentang beberapa hal yang berkaitan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Indonesia, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Fungsi dan peran APBN &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Struktur dan susunan APBN &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Prinsip-prinsip dalam APBN &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Fungsi dan Peran APBN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;APBN sebagai alat mobilisasi dana investasi, &lt;/span&gt;APBN di negara-negara sedang berkembang adalah sebagai alat untuk memobilisasi dana investasi dan bukannya sebagai alat untuk mencapai sasaran stabilisasi jangka pendek. Oleh karena itu besarnya tabungan pemerintah pada suatu tahun sering dianggap sebagai ukuran berhasilnya kebijakan fiskal Baik pengeluaran maupun penerimaan pemerintah mempunyai pengaruh atas pendapatan nasional. Pengeluaran pemerintah dapat memperbesar pendapatan nasional (expansionary), tetapi penerimaan pemerintah dapat mengurangi pendapatan nasional (contractionary).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;APBN sebagai alat Stabilisasi Ekonomi,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pemerintah menentukan beberapa kebijaksanaan di bidang anggaran belanja dengan tujuan mempertahankan stabilitas proses pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Anggaran belanja dipertahankan agar seimbang dalam arti bahwa pengeluaran total tidak melebihi penerimaan total&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tabungan pemerintah diusahakan meningkat dari waktu ke waktu dengan tujuan agar mampu menghilangkan ketergantungan terhadap bantuan luar negeri sebagai sumber pembiayaan pembangunan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Basis perpajakan diusahakan diperluas secara berangsur-angsur dengan cara mengintensifkan penaksiran pajak dan prosedur pengumpulannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Prioritas harus diberikan kepada pengeluaran-pengeluaran produktif pembangunan, sedang pengeluaran-pengeluaran rutin dibatasi. Subsidi kepada perusahaan-perusahaan negara dibatassi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kebijaksanaan anggaran diarahkan pada sasaran untuk mendorong pemanfaatan secara maksimal sumber-sumber dalam negeri&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Dampak APBN terhadap Perekonomian&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cara untuk menggolongkan pos-pos penerimaan dan pengeluaran yang masing-masing menghasilkan tolok ukur yang berbeda mengenai dampak APBN nya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ada empat tolok ukur dampak APBN, yaitu : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;   SALDO ANGGARAN KESELURUHAN&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      Konsep ini ingin mengukur besarnya pinjaman bersih pemerintah dan didefinisikan sebagai :&lt;br /&gt;      G – T = B = Bn + Bb + Bf &lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;G = Seluruh pembelian barang dan jasa (didalam maupun luar negeri), pembayaran transer dan pemberian pinjaman bersih.&lt;br /&gt;T     = Seluruh penerimaan, termasuk penerimaan pajak dan bukan pajak&lt;br /&gt;B     = Pinjaman total pemerintah&lt;br /&gt;Bn = Pinjaman pemerintah dari masyarakat di luar sektor perbankan&lt;br /&gt;Bb= Pinjaman pemerintah dari sektor perbankan&lt;br /&gt;Bf =Pinjaman pemerintah dari luar negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Jika Pemerintah tidak mengeluarkan obligasi kepada masyarakat, maka saldo anggaran keseluruhan menjadi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;      G – T – B = Bb + Bf     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;-  APBN dicatat demikian rupa sehingga menjadi anggaran berimbang  :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;     G – T – B = 0 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sejak APBN 2000 saldo anggaran keseluruhan defisit dibiayai melalui:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-weight: bold;"&gt; a. Pembiayaan Dalam Negeri :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;-Perbankan Dalam Negeri&lt;br /&gt;-Non Perbankan Dalam Negeri&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   b. Pembiayaan Luar Negeri Bersih &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;-Penarikan pinjaman luar negeri (bruto)&lt;br /&gt;-Pembayaran cicilan pokok utang luar negeri &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;       2.   KONSEP NILAI BERSIH &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud defisit menurut konsep nilai bersih adalah saldo dalam rekening lancar APBN. Konsep ini digunakan untuk mengukur besarnya tabungan yang diciptakan oleh sektor pemerintah, sehingga diketahui besarnya sumbangan sektor pemerintah terhadap pembentukan modal masyarakat. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;       3.   DEFISIT DOMESTIK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;- Saldo anggaran keseluruhan tidak merupakan tolok ukur yang tepat bagi dampak APBN terhadap pereknomian dalam negeri maupun terhadap neraca pembayaran. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;   - Bila G dan T dipecah menjadi dua bagian (dalam negeri dan luar negeri)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      G = Gd + Gf&lt;br /&gt;      T = Td + Tf, maka persamaan (2) di atas menjadi&lt;br /&gt;             (Gd – Td) + (Gf – Tf) = + Bf&lt;br /&gt;   (Gd – Td)  = dampak langsung putaran pertama terhadap PDB&lt;br /&gt;   (Gf – Tf)   =    dampak langsaung putaran pertama terhadap neraca pembayaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;  4. &lt;/span&gt;   &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DEFISIT MONETER&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Konsep ini banyak digunakan dikalangan perbankan Indonesia terutama angka-angka yang mengukur defisit anggaran belanja ini diterbitkan oleh Bank Indonesia (sebagai data mengenai “faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah uang beredar”). Defisit dikur sebagai posisi bersih (netto) pemerintah terhadap sektor perbankan :                                      G – T – Gf – Gb Karena Bn = 0&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Di dalam konsep ini bantuan luar negeri dianggap sebagai penerimaan, diperlakukan sebagai pos yang tidak mempengaruhi posisi bersih. Bantuan luar negeri tidak dilihat fungsinya sebagai sumber dana bagi kekurangan pembiayaan pemerintah, tetapi sebagai pos pengeluaran yang langsung dikaitkan dengan sumber pembiayaannya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="PowerPoint.Slide"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft PowerPoint 11"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} p\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} v\:textbox {display:none;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;title&gt;Slide 24&lt;/title&gt;&lt;meta name="Description" content="5/25/2009"&gt;&lt;!--[if !ppt]--&gt;&lt;style&gt; .O 	{color:black; 	font-size:149%;} a:link 	{color:#CCCCFF !important;} a:active 	{color:#3333CC !important;} a:visited 	{color:#B2B2B2 !important;} &lt;/style&gt;&lt;style media="print"&gt; &lt;!--.sld 	{left:0px !important; 	width:6.0in !important; 	height:4.5in !important; 	font-size:103% !important;}2. &lt;/style&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Struktur dan Susunan APBN&lt;/span&gt;&lt;p:colorscheme style="font-weight: bold;" colors="#ffffff,#000000,#808080,#000000,#00cc99,#3333cc,#ccccff,#b2b2b2"&gt;&lt;/p:colorscheme&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Pendapatan Negara dan Hibah &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penerimaan Pajak &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penerimaan Bukan Pajak (PNBK)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Belanja Negara&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Belanja pemerintah pusat &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Anggaran Belanja untuk Daerah &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Keseimbangan Primer  Perbedaan Statistik &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Surplus/ Defisit Anggaran&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembiayaan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Prinsip-prinsip Dalam APBN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     Prinsip Anggaran APBN&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     Prinsip Anggaran dinamis&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     Prinsip Anggaran Fungsional&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-4822572698815141787?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/4822572698815141787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-apbn-indonesia.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/4822572698815141787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/4822572698815141787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-apbn-indonesia.html' title='MAKALAH APBN INDONESIA'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-1397112419656644716</id><published>2009-05-25T01:02:00.000-07:00</published><updated>2009-05-25T01:22:16.950-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Utang Obligasi Indonesia'/><title type='text'>MAKALAH TENTANG OBLIGASI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DEFINISI/PENGERTIAN OBLIGASI     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menurut Sugeng Rijadi Mantan Direktur Bursa Efek&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Obligasi adalah surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak pengakuan hutang atas pinjaman yang diterima oleh penerbit obligasi dari pemberi pinjaman (pemodal)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;• Berinvestasi (membeli) Obligasi : meminjamkan uang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;• Menerbitkan Obligasi : berhutang uang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Obligasi adalah bagian dari Efek&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;(Bab 1, Pasal 1, Angka 5, UU RI No. 8 1995 tentang Pasar Modal)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Efek adalah suatu surat berharga, yang dapat berupa surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, OBLIGASI, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivatif dari efek&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JENIS OBLIGASI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dari sisi penerbit:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Corporate bond, yaitu obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Government bond, yaitu obligasi yang diterbitkan oleh Pemerintah Pusat;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Municipal bond, yaitu obligasi yang diterbitkan oleh Pemda.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sistem pembayaran :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a. Zero coupon bond, yaitu obligasi yang tidak mewajibkan penerbitnya membayar coupon (bunga) kepada pemegangnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;b. Coupon bond (fixed coupun bond &amp;amp; Floating coupon bond), yaitu obligasi    yang mewajibkan penerbit untuk membayar coupon (bunga) baik tetap (fixed coupon bond) maupun bunga mengambang (floating coupon bond)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-weight: bold; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari sisi Hak penukaran :&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Convertible bond , yaitu obligasi yang dapat ditukar dengan saham penerbitnya (ditukar saham emiten)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Exchangable bond , yaitu obligasi yang dapat ditukar dengan saham afiliasi milik penerbit/emiten&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Callable bond , yaitu obligasi yang memberi hak kepada penerbitnya untuk melakukan penarikan/pelunasan pada waktu tertentu (waktu penarikan biasanya sudah diatur dalam perjanjian waktu penerbitan obligasi)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Putable bond , yaitu obligasi yang memberikan hak kepada pemilik/pemegang untuk menukarkan/meminta pelunasan kepada penerbit/emiten.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul style="font-weight: bold; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari sisi Jaminan :&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Secure bond , yaitu obligasi yang dijamin pelunasannya dengan assets tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Guaranteed bond , jika penjaminnya adalah pihak III&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mortgage bond , jika dijamin dengan real properties (: gedung)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Collateral trust bond, jika dijamin dengan surat berharga (sekuritas, receivables) Unsecured bond (Debentures), yaitu obligasi yang tidak dijamin oleh assets tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HARGA OBLIGASI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Harga obligasi adalah suatu harga apabila kita ingin membeli atau menjual obligasi di pasar modal baik melalui transaksi bursa maupun OTC. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Beberapa hal yang mempengaruhi harga obligasi adalah :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nominal, yaitu harga obligasi sebagaimana pada waktu penerbitan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tingkat bunga, yaitu tingkat bunga yang umum berlaku dalam masyarakat sebagai pembanding kupon (bunga) obligasi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Periode pembayaran bunga, yaitu periode waktu dimana penerbit melakukan pembayaran kupon . Biasanya 3 bulanan atau 6 bulanan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jangka waktu jatuh tempo yaitu jangka waktu sejak obligasi diterbitkan sampai dilunasi oleh penerbitnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Contoh :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nominal obligasi =Rp 1000 ;&lt;br /&gt;Kupon (bunga obligasi) = 10%/th&lt;br /&gt;Periode pembayaran setiap 6 bulan, dengan jatuh tempo 20 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tingkat bunga yang berlaku umum adalah 11%/tahun, maka harga obligasi :&lt;br /&gt;P = C/(1+r) + C/(1+r)2 ……C/(1+r)n + M/(1+r)n&lt;br /&gt;P = 50/(1+0.055) 1 + 50/(1+0.055)2 …..+50/(1+0.055)40 + 1000/(1+0.055)40 = 919.77 (harga di bawah nominal disebut at discount)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika required yield 10%/tahun (sama dengan kupon), maka harga obligasi :&lt;br /&gt;P = C/(1+r) + C/(1+r)2 ……C/(1+r)n + M/(1+r)n&lt;br /&gt;P = 50/(1+0.05) + 50/(1+0.05)2 …..+50/(1+0.05)40 + 1000/(1+0.05)40 = 1000 (harga sama persis dengan nominal disebut at par)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika required yield 6.8%/tahun, maka harga obligasi :&lt;br /&gt;P = C/(1+r) + C/(1+r)2 ……C/(1+r)n + M/(1+r)n&lt;br /&gt;P = 50/(1+0.034) + 50/(1+0.034)2 …..+50/(1+0.034)40 + 1000/(1+0.034)40 = 1.347,04 (harga di atas nominal disebut at premium)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dari contoh di atas nampak semakin tingi tingkat bunga umum (required yied), maka harga obligasi semakin turun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-1397112419656644716?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/1397112419656644716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-tentang-obligasi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/1397112419656644716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/1397112419656644716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-tentang-obligasi.html' title='MAKALAH TENTANG OBLIGASI'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-7679249120762308836</id><published>2009-05-24T02:26:00.000-07:00</published><updated>2009-05-24T03:06:12.124-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sistem ekonomi neoliberal Indonesia'/><title type='text'>MAKALAH SISTEM EKONOMI NEOLIBERAL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Definisi Sistem Ekonomi Neoliberal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saat ini dalam masyarakat Indonesia berkembang sebuah wacana Apakah Negara Indonesia telah menganut Sistem Ekonomi Liberal.Untuk itu,makalah ini akan membahas tentang apakah sebenarnya Neoliberalisme itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Neoliberalisme yang juga dikenal sebagai paham ekonomi neoliberal mengacu pada filosofi ekonomi-politik yang mengurangi atau menolak campur tangan pemerintah dalam ekonomi domestik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ciri-ciri Sistem Ekonomi Neoliberal :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;memfokuskan pada metode pasar bebas &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;pembatasan yang sedikit terhadap perilaku bisnis dan hak-hak milik pribadi. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam kebijakan luar negeri, neoliberalisme erat kaitannya dengan pembukaan pasar luar negeri melalui cara-cara politis, menggunakan tekanan ekonomi, diplomasi, dan/atau intervensi militer.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pembukaan pasar merujuk pada perdagangan bebas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pengurangan Subsidi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mengutamakan Privatisasi/Penjualan BUMN&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Deregulasi/Penghilangan campur tangan pemerintah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;pengurangan peran negara dalam layanan sosial (Public Service) seperti&lt;br /&gt;pendidikan, kesehatan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Neoliberalisme bertujuan&lt;/span&gt; mengembalikan kepercayaan pada kekuasaan pasaratau perdagangan bebas (pasar bebas), dengan pembenaran mengacu pada kebebasan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perdagangan bebas&lt;/span&gt; adalah sebuah konsep ekonomi yang mengacu kepada penjualan produk antar negara tanpa pajak ekspor-impor atau hambatan perdagangan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Perdagangan bebas dapat juga didefinisikan sebagai tidak adanya hambatan buatan (hambatan yang diterapkan pemerintah) dalam perdagangan antar individual-individual dan perusahaan-perusahaan yang berada di negara yang berbeda. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bentuk-bentuk hambatan perdangangan antara lain: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Tarif atau bea cukai &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Kuota yang membatasi banyak unit yang dapat diimpor untuk membatasi jumlah barang  tersebut di pasar dan menaikkan harga &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Subsidi yang dihasilkan dari pajak sebagai bantuan pemerintah untuk produsen lokal &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Muatan lokal &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Peraturan administrasi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Peraturan antidumping. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sejarah dan Karakteristik Pelaksanaan Neoliberalisme&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Neoliberalisme dikembangkan tahun 1980 oleh IMF, Bank Dunia, dan Pemerintah AS (Washington Consensus). Bertujuan untuk menjadikan negara berkembang sebagai sapi perahan AS dan sekutunya/MNC.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Pasar Modal” (Pasar Uang, Pasar Saham, dan Pasar Komoditas) adalah prioritas utama.Neoliberalisme lebih mengutamakan sektor keuangan (Makro) daripada sektor riel. Di Indonesia sekitar Rp 60 Trilyun/tahun untuk pemilik SBI/SUN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Memberikan “kebijakan” pinjaman hutang dengan syarat agenda Neoliberalisme bagi dunia. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penghargaan diberikan bagi negara yang taat dan hukuman bagi yang membangkang. Afghanistan, Iraq, Korea Utara, dan Iran adalah contoh utama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sistem Neoliberalisme melarang campur tangan negara terhadap pengusaha/spekulan. Contohnya negara-negara di seluruh dunia tidak berkuasa menghentikan spekulasi minyak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah dijabarkan di atas,terserah Anda untuk menentukan apakah Indonesia &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tidak,&lt;/span&gt;atau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hampir&lt;/span&gt; ataukah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sudah &lt;/span&gt;menganut Sistem Ekonomi Neoliberal...&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-7679249120762308836?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/7679249120762308836/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-sistem-ekonomi-neoliberal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/7679249120762308836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/7679249120762308836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-sistem-ekonomi-neoliberal.html' title='MAKALAH SISTEM EKONOMI NEOLIBERAL'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-5891442197207295322</id><published>2009-05-22T09:12:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T09:48:28.966-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pertumbuhan Ekonomi Indonesia'/><title type='text'>MAKALAH PERTUMBUHAN EKONOMI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Definisi Pertumbuhan Ekonomi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pengertian pertumbuhan ekonomi harus dibedakan dengan pembangunan ekonomi.Dalam makalah pertumbuhan ekonomi ini,penulis ingin menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi hanyalah merupakan salah satu aspek saja dari pembangunan ekonomi yang lebih menekankan pada peningkatan output agregat khususnya output agregat per kapita. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan ekonomi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dapat diartikan &lt;/span&gt;sebagai proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional.&lt;br /&gt;Perekonomian dikatakan mengalami pertumbuhan apabila jumlah balas jasa riil terhadap penggunaan faktor-faktor produksi pada tahun tertentu lebih besar daripada tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Indikator yang digunakan untuk menghitung tingkat Pertumbuhan Ekonomi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Tingkat Pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tingkat Pertumbuhan PNB (Produk Nasional Bruto)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam praktek angka, PNB kurang lazim dipakai, yang lebih populer dipakai adalah PDB, karena angka PDB hanya melihat batas wilayah,terbatas pada negara yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perbedaan Pembangunan Ekonomi dengan Pertumbuhan Ekonomi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, bukan hanya pertambahan produksi, tetapi juga terdapat perubahan-perubahan dalam struktur perekonomian.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pertumbuhan ekonomi keberhasilannya lebih bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output produksi yang dihasilkan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Persamaan Pembangunan Ekonomi dengan Pertumbuhan Ekonomi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Kedua-duanya merupakan kecenderungan di bidang ekonomi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pokok permasalahan akhir adalah besarnya pendapatan per kapita.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kedua-duanya menjadi tanggungjawab pemerintah dan memerlukan dukungan rakyat. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kedua-duanya berdampak kepada kesejahteraan rakyat.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Faktor Sumber Daya Manusia&lt;/span&gt;, Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Faktor Sumber Daya Alam, &lt;/span&gt;Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, &lt;/span&gt;Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Faktor Budaya, &lt;/span&gt;Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber Daya Modal, &lt;/span&gt;Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-5891442197207295322?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/5891442197207295322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-pertumbuhan-ekonomi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/5891442197207295322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/5891442197207295322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-pertumbuhan-ekonomi.html' title='MAKALAH PERTUMBUHAN EKONOMI'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-8685600144991402693</id><published>2009-05-22T02:41:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T03:09:59.404-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebijakan Fiskal Indonesia'/><title type='text'>MAKALAH KEBIJAKAN FISKAL,</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kebijakan fiskal dapat diartikan sebagai tindakan yang diambil oleh pemerintah dalam bidang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;anggaran belanja negara&lt;/span&gt; dengan maksud untuk mempengaruhi jalannya perekonomian, khususnya Perekonomian Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anggaran belanja negara terdiri dari &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;penerimaan atas pajak&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;pengeluaran pemerintah (goverment expenditure)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;transfer pemerintah (government transfer) &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;government transfer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Biaya transfer pemerintah merupakan pengeluaran-pengeluaran pemerintah yang tidak menghasilkan balas jasa secara langsung. Contoh pemberian beasiswa kepada mahasiswa, bantuan bencana alam dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Salah satu pengaruh penerapan kebijakan fiskal adalah pada pendapatan nasional &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="PowerPoint.Slide"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft PowerPoint 11"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} p\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} v\:textbox {display:none;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;title&gt;Slide 4&lt;/title&gt;&lt;meta name="Description" content="5/22/2009"&gt;&lt;!--[if !ppt]--&gt;&lt;style&gt; .O 	{color:black; 	font-size:149%;} a:link 	{color:#00B200 !important;} a:active 	{color:black !important;} a:visited 	{color:#703DFF !important;} &lt;/style&gt;&lt;style media="print"&gt; &lt;!--.sld 	{left:0px !important; 	width:6.0in !important; 	height:4.5in !important; 	font-size:103% !important;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;&lt;/o:shapelayout&gt;&lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;&lt;/o:idmap&gt;&lt;p:colorscheme colors="#ffffff,#000000,#ffb800,#ff0000,#ffef66,#000000,#00b200,#703dff"&gt;&lt;/p:colorscheme&gt;&lt;br /&gt;&lt;p:colorscheme colors="#ffffff,#000000,#ffb800,#ff0000,#ffef66,#000000,#00b200,#703dff"&gt;Pada sistem perekonomian yang tertutup (tidak ada perdagangan internasional) maka pendapatan nasional (Y) dapat tersusun atas konsumsi (C), investasi (I), pengeluaran pemerintah (G). Dirumuskan :&lt;/p:colorscheme&gt;&lt;br /&gt;&lt;p:colorscheme colors="#ffffff,#000000,#ffb800,#ff0000,#ffef66,#000000,#00b200,#703dff"&gt;            &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    Y = C + I + G&lt;/span&gt;&lt;/p:colorscheme&gt;&lt;br /&gt;&lt;p:colorscheme colors="#ffffff,#000000,#ffb800,#ff0000,#ffef66,#000000,#00b200,#703dff"&gt;Dimana konsumsi (C) sebagai fungsi dirumuskan sebagai :&lt;/p:colorscheme&gt;&lt;br /&gt;&lt;p:colorscheme colors="#ffffff,#000000,#ffb800,#ff0000,#ffef66,#000000,#00b200,#703dff"&gt;             &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   C = aY + b&lt;/span&gt;&lt;/p:colorscheme&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pendapatan disposibel (YD) sebagai nilai pendapatan yang dapat dibelanjakan diformulasikan sebagai :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;            &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;YD = Y – Tx  + Tr&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;            YD = C + S&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dimana :&lt;br /&gt;Tx           :  Pajak&lt;br /&gt;Tr           :  Transfer pemerintah&lt;br /&gt;S             :  Saving&lt;br /&gt;Dimana saving dapat difungsikan sebagai :&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;S = (1-a)Y – b  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pendekatan matematis dapat ditemukan adanya angka pengganda/ multiplier dalam perekonomian dengan penggunaan kebijakan fiskal, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka pengganda investasi&lt;br /&gt;Angka pengganda konsumsi&lt;br /&gt;Angka pengganda pengeluaran pemerintah&lt;br /&gt;Angka pengganda transfer pemerintah&lt;br /&gt;Angka pengganda pajak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HUBUNGAN  KEBIJAKAN FISKAL DENGAN KEBIJAKAN MONETER DAN DESENTRALISASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Koordinasi KebijakanMoneter dan Fiskal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; –Pemantapan koordinasi untuk menjaga sasaran bersama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; –Harmonisasi kebijakan moneter dan fiskal untuk mengoptimalkan pertumbuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; –Mengendalikan likuiditas perekonomian dengan mengupayakan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Suku bunga yang secara riil mampu menjaga kepercayaan terhadap Rupiah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mengurangi tekanan inflasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penyediaan insentif untuk mendukung percepatan sektor riil&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Koordinasi Kebijakan Fiskal dan Desentralisasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meningkatkan efektifitas dan efisiensi belanja sebagai stimulus pembangunan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Memperbaiki pelaksanaan anggaran di daerah-daerah untuk  mendukung percepatan pembangunan &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Percepatan persetujuan APBD&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pelaporan dan penggunaan belanja APBD&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Peningkatan kepastian hukum dan keserasian peraturan pusat dan daerah diprioritaskan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penegakan hukum persaingan usaha,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sinkronisasi UU Penanaman Modal Tahun2007 dengan berbagai peraturan daerah &amp;amp; Juklak UU PenanamanModal&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penyusunan rancangan perubahan UU No. 5/1999 untuk membangun sistem pasar yang lebih sehat&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-8685600144991402693?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/8685600144991402693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-kebijakan-fiskal.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/8685600144991402693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/8685600144991402693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-kebijakan-fiskal.html' title='MAKALAH KEBIJAKAN FISKAL,'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-2873396340339861856</id><published>2009-05-22T01:57:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T02:33:33.548-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='definisi saham dan jenis saham'/><title type='text'>MAKALAH TENTANG SAHAM DI BURSA EFEK INDONESIA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebelum mendalami lebih jauh tentang saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia(BEI), perlu diketahui terlebih dahulu definisi dari saham dan macam saham.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Suatu perusahaan dapat menjual hak kepemilikannya dalam bentuk saham(stock) di pasar modal.Jika perusahaan hanya mengeluarkan satu kelas saham saja,saham ini disebut saham biasa.Tetapi.untuk menarik investor potensial lainnya,suatu perusahaan mungkin juga mengeluarkan kelas lain dari saham,yaitu yang disebut saham preferen(preferred stock).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DEFINISI SAHAM BIASA DAN SAHAM PREFEREN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. SAHAM BIASA, &lt;/span&gt;saham dimana hak kepemilikan sekuritas terhadap entitas dimana orang yang memiliki akan mempunyai hak sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hak kontrol, pemegang saham mempunyai hak untuk mengontrol siapa yang akan memimpin perusahaannya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hak Menerima Pembagian Keuntungan, pemegang saham berhak mendapat bagian dari keuntungan perusahaan.Pembagian dividen untuk saham biasa dilakukan setelah perusahaan membayarkan dividen untuk saham preferen.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hak Preemptive, Hak untuk mendapatkan presentasi kepemilikan yang sama jika perusahaan mengeluarkan tambahan lembar saham untuk tujuan melindungi hak kontrol dari pemegang saham lama dan melindungi harga saham lama dari kemerosotan nilai&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. SAHAM PREFEREN, &lt;/span&gt;merupakan saham yang mempunyai sifat gabungan (hybrid) antara obligasi dan saham biasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karakteristik saham preferen :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pemegang saham preferen mempunyai hak terlebih dahulu dibandingkan pemegang saham biasa&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pemegang saham preferen memiliki hak dividen kumulatif, hak menerima dividen tahun-tahun sebelumnya yang belum dibayarkan sebelum pemegang saham biasa menerima dividennya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mempunyai hak terlebih dahulu atas aktiva perusahaan dibandingkan dengan hak yang dimiliki oleh saham biasa saat terjadi likuidasi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; MACAM SAHAM PREFEREN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Convertible Preferred Stock&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Callable Preferred Stock&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Floating atau Adjustable-rate Preferred Stock (ARP)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-2873396340339861856?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/2873396340339861856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-tentang-saham-di-bursa-efek.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/2873396340339861856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/2873396340339861856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-tentang-saham-di-bursa-efek.html' title='MAKALAH TENTANG SAHAM DI BURSA EFEK INDONESIA'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-7030132318460924710</id><published>2009-05-21T23:27:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T00:34:31.159-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebijakan Moneter Indonesia'/><title type='text'>MAKALAH KEBIJAKAN MONETER</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Makalah tentang Kebijakan Moneter ini menyoroti peran kebijakan moneter yang dilakukan Indonesia dan dampaknya terhadap Perekonomian Indonesia.Dalam sistem nilai tukar bebas dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;perfect capital mobility&lt;/span&gt;,kebijakan moneter lebih efektif dibandingkan kebijakan fiskal dalam upaya mencapai keseimbangan dan stabilitas makroekonomi.Kebijakan moneter lebih berperan dalam menstimulasi pemulihan ekonomi.Kebijakan moneter yang efektif menjanjikan tercapainya inflasi yang rendah,stabilitas nilai tukar,dan suku bunga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Salah satu dampak dari kapitalisme yakni uang berfluktuasi tak terkontrol tanpa ada standar acuan yang baku. Konsep uang yang semula digunakan sebagai: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; alat pertukaran atau media pembayaran&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; alat untuk menyimpan nilai &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; alat satuan hitung&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;juga dipakai sebagai &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;alat spekulasi. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketika uang diperdagangkan di pasar valuta asing nilainya akan terus berfluktuasi mengikuti harga pasar (supply and demand). Berdasarkan realita, kurs pertukaran uang sesungguhnya dengan fiat money, dimana uang dijadikan komoditas perdagangan amat sangat merugikan individu maupun tatanan masyarakat. Sebagai contoh jumlah hutang luar negeri Indonesia yang semula US$ 102 Milyar hanya dalam waktu satu tahun naik lima kali lipat menjadi US$ 510 Milyar, akibatnya dana yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk mensejahterakan kehidupan rakyat sesuai dengan amanat UUD 1945, sebagian besar disedot untuk membayar bunga dan pokok pinjaman. Untuk menutup defisit APBN kembali pemerintah harus mengandalkan hutang sebagai sumber pendanaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Para ekonom sepakat ciri-ciri suatu Negara yang rentan terhadap krisis moneter adalah apabila Negara tersebut: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; memiliki jumlah hutang luar negeri yang cukup besar&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; mengalami inflasi yang tidak terkontrol &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; defisit neraca pembayaran yang besar &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; kurs pertukaran mata uang yang tidak seimbang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; tingkat suku bunga yang diatas kewajaran&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jika ciri-ciri di atas dimiliki oleh sebuah negara,maka dapat dipastikan Negara tersebut hanya menunggu waktu mengalami krisis ekonomi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pendapat Para Ekonom Islam tentang penyebab krisis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menarik disimak adalah pendapat para ekonom Islam tentang penyebab krisis. Krisis terjadi karena ketidak seimbangan antara sektor moneter dengan sektor riil. Dalam ekonomi Islam hal ini disebut dengan riba. Sektor moneter (keuangan) berkembang jauh lebih cepat meninggalkan sektor riil (barang dan jasa). Selaras dengan prinsip ekonomi kapitalis yang menjadi kiblat perekonomian dunia setelah runtuhnya paham sosialis yang diusung oleh Soviet yakni tidak menghubungkan sama sekali antara sektor riil dengan sektor moneter. Keduanya berdiri secara terpisah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pesatnya pertumbuhan sektor moneter yang jauh meninggalkan pertumbuhan sektor riil dapat diamati dalam pergerakan transaksi-transaksi di bursa saham dan pasar valuta asing yang penuh dengan praktek ribawi serta spekulasi. Peter Ducker (1980), seorang pakar manajemen mengatakan bahwa gejala ketidak seimbangan antara laju pertumbuhan sektor moneter dengan laju pertumbuhan sektor riil (barang dan jasa) disebabkan oleh decoupling yakni keterlepaskaitan antara sektor moneter dengan sektor riil. Adanya ketidakseimbangan ini, tentu saja menjadi ancaman serius bagi perekonomian dunia. Para spekulan di bursa saham dan pasar valuta asing akan dengan mudah membeli atau melepas aset mereka tanpa mempedulikan kestabilan nilai mata uang suatu negara. Apablia terjadi kepanikan, nilai mata uang yang semula terkatrol akan terjun bebas begitu para spekulan melepas semua asetnya ke pasar dan memindahkan investasinya ke pasar lain yang memberikan keuntungan. Banyaknya uang yang beredar di pasar tanpa diimbangi pergerakan yang berarti dari sektor perdagangan/jasa mengakibatkan nilai uang menjadi turun sehingga harga-harga menjadi naik. Situasi seperti ini menyebabkan pertumbuhan inflasi yang tidak terkendali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk menjamin kestabilan antara sektor moneter dan sektor riil, peranan pemerintah dalam hal ini Bank Sentral amat sangat diperlukan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bank Indonesia mempunyai tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Untuk mencapai tujuan tersebut, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BI memerlukan instrumen kebijakan moneter untuk memengaruhi penawaran uang, antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Cadangan Wajib (Giro Wajib Minimum)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Operasi Pasar Terbuka Dengan Persetujuan Pembelian Kembali (Open market repurchase agreements)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Suku Bunga Diskonto. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Untuk menciptakan keseimbangan antara sektor moneter dengan sektor riil kebijakan yang dapat diambil adalah:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mengontrol secara ketat atau membatasi jumlah uang yang beredar di masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mempercepat perputaran uang yang beredar di masyarakat. Untuk mempercepat perputaran uang pemerintah harus menghapus sistem bunga/ riba dari tubuh perbankan. Jika sistem bunga dihapuskan sektor riil akan tergerak karena dana yang ada sepenuhnya diinvestasikan di sektor riil untuk memperoleh keuntungan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-7030132318460924710?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/7030132318460924710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-kebijakan-moneter.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/7030132318460924710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/7030132318460924710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-kebijakan-moneter.html' title='MAKALAH KEBIJAKAN MONETER'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-1823685305441972907</id><published>2009-05-18T20:31:00.000-07:00</published><updated>2009-05-18T21:42:28.764-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inflasi dan dampaknya bagi Indonesia'/><title type='text'>MAKALAH TENTANG INFLASI DAN DAMPAKNYA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di internet telah banyak beredar artikel ataupun makalah tentang inflasi.Itu dikarenakan inflasi memang tidak dapat dipisahkan dari Perekonomian Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Definisi Inflasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Inflasi adalah kecenderungan dari harga-harga umum untuk menaik secara umum dan terus menerus atau juga dapat dikatakan suatu gejala terus naiknya harga-harga barang dan berbagai faktor produksi umum,secara terus-menerus dalam periode tertentu.Perlu diingat bahwa kenaikan harga dari satu atau dua barang  saja tidak disebut inflasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penyebab Inflasi, dapat dibagi menjadi :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Demand Side Inflation,&lt;/span&gt; yaitu disebabkan oleh kenaikan permintaan agregat yang melebihi kenaikan penawaran agregat&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Supply Side Inflation, &lt;/span&gt;yaitu disebabkan oleh kenaikan penawaran agregat yang melebihi permintaan agregat&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Demand Supply Inflation,&lt;/span&gt; yaiti inflasi yang disebabkan oleh kombinasi antara kenaikan permintaan agregat yang kemudian diikuti oleh kenaikan penawaran agregat,sehingga harga menjadi meningkat lebih tinggi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Supressed Inflation atau Inflasi yang ditutup-tutupi,&lt;/span&gt; yaitu inflasi yang pada suatu waktu akan timbul dan menunjukkan dirinya karena harga-harga resmi semakin tidak relevan dalam kenyataan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penggolongan Inflasi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berdasarkan Parah Tidaknya Inflasi&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Inflasi Ringan   (Di bawah 10% setahun)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Inflasi Sedang  (antara 10-30% setahun)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Inflasi Berat     ( antara 50-100% setahun)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hiper Inflasi     (di atas 100% setahun)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Berdasar Sebab musabab awal dari Inflasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Demand Inflation, karena permintaan masyarakat akan berbagai barang terlalu kuat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cost Inflation, karena kenaikan biaya produksi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Berdasar asal dari inflasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Domestic Inflatuon, Inflasi yang berasal dari dalam negeri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Imported Inflation, Inflasi yang berasal dari luar negeri&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dampak Postitif Inflasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Orang yang mengandalkan pendapatan berdasarkan keuntungan, seperti misalnya pengusaha, tidak dirugikan dengan adanya inflasi. Begitu juga halnya dengan pegawai yang bekerja di perusahaan dengan gaji mengikuti tingkat inflasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bagi orang yang meminjam uang kepada bank (debitur), inflasi menguntungkan, karena pada saat pembayaran utang kepada kreditur, nilai uang lebih rendah dibandingkan pada saat meminjam. Sebaliknya, kreditur atau pihak yang meminjamkan uang akan mengalami kerugian karena nilai uang pengembalian lebih rendah jika dibandingkan pada saat peminjaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bagi produsen, inflasi dapat menguntungkan bila pendapatan yang diperoleh lebih tinggi daripada kenaikan biaya produksi. Bila hal ini terjadi, produsen akan terdorong untuk melipatgandakan produksinya (biasanya terjadi pada pengusaha besar).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dampak Negatif Inflasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi), keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu. Orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat. Para penerima pendapatan tetap seperti pegawai negeri atau karyawan swasta serta kaum buruh juga akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bagi masyarakat yang memiliki pendapatan tetap, inflasi sangat merugikan. Kita ambil contoh seorang pensiunan pegawai negeri tahun 1990. Pada tahun 1990, uang pensiunnya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, namun di tahun 2003 -atau tiga belas tahun kemudian, daya beli uangnya mungkin hanya tinggal setengah. Artinya, uang pensiunnya tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Inflasi juga menyebabkan orang enggan untuk menabung karena nilai mata uang semakin menurun. Memang, tabungan menghasilkan bunga, namun jika tingkat inflasi di atas bunga, nilai uang tetap saja menurun. Bila orang enggan menabung, dunia usaha dan investasi akan sulit berkembang. Karena, untuk berkembang dunia usaha membutuhkan dana dari bank yang diperoleh dari tabungan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-1823685305441972907?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/1823685305441972907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-tentang-inflasi-dan-dampaknya.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/1823685305441972907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/1823685305441972907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-tentang-inflasi-dan-dampaknya.html' title='MAKALAH TENTANG INFLASI DAN DAMPAKNYA'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-2994707593306324738</id><published>2009-05-16T08:43:00.000-07:00</published><updated>2009-05-16T10:00:34.582-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Restrukturisasi dan Privatisasi BUMN Indonesia'/><title type='text'>RESTRUKTURISASI DAN PRIVATISASI BUMN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebelum mengambil langkah-langkah untuk Restrukturisasi dan Privatisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam hubungannya dengan Perekonomian Indonesia,sudah sepatutnya kita pertanyakan terlebih dahulu tentang justifikasi keberadaan BUMN.Hal ini penting karena apalah gunanya mengutak-atik sesuatu yang barangkali sudah tidak patut memiliki hak hidup secara ekonomi dan/atau menjadi beban pemerintah kalau tetap mengelolanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;LIMA FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI KEBERADAAN BUMN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pelopor atau perintis karena swasta tidak tertarik untuk menggelutinya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pengelola bidang-bidang usaha yang "strategis" dan pelaksana pelayanan publik&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penyeimbang kekuatan-kekuatan swasta besar&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sumber Pendapatan Negara&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hasil dari nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DEFINISI RESTRUKTURISASI DAN PRIVATISASI BUMN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengertian Restrukturisasi&lt;/span&gt; BUMN adalah upaya peningkatan kesehatan BUMN / perusahaan dan pengembangan kinerja usaha melalui sistem baku yang biasa berlaku dalam dunia korporasi. &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tujuan Restrukturisasi BUMN :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mengubah kontrol pemerintah terhadap BUMN yang semula secara langsung (control by process) menjadi kontrol berdasarkan hasil (control by result). Pengontrolan atas BUMN tidak perlu lagi melalui berbagai formalitas aturan, petunjuk, perijinan dan lain-lain, akan tetapi melalui penentuan target-target kualitatif dan kuantitatif yang harus dicapai oleh manajemen BUMN, seperti ROE (Return On Asset), ROI (Return On Investment) tertentu dan lain-lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberdayakan manajemen BUMN (empowerment) melalui peningkatan profesionalisme pada jajaran Direksi dan Dewan Komisaris&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melakukan reorganisasi untuk menata kembali kedudukan dan fungsi BUMN dalam rangka menghadapi era globalisasi (AFTA, NAFTA, WTO) melalui proses penyehatan , konsolidasi, penggabungan (merger), pemisahan, likuidasi dan pembentukan holding company secara selektif.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengkaji berbagai aspek yang terkait dengan kinerja BUMN, antara lain penerapan sistem manajemen korporasi yang seragam (tetap memperhatikan ciri-ciri spesifik masing-masing BUMN), pengkajian ulang atas sistem penggajian (remunerasi), penghargaan dan sanksi (reward &amp;amp; punishment).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengertian Privatisasi&lt;/span&gt; Pada hakekatnya adalah melepas kontrol monopolistik Pemerintah atas BUMN. Akibat kontrol monopolistik Pemerintah atas BUMN menimbulkan distorsi antara lain, pola pengelolaan BUMN menjadi sama seperti birokrasi Pemerintah, terdapat conflict of interest antara fungsi Pemerintah sebagai regulator dan penyelenggara bisnis serta BUMN menjadi lahan subur tumbuhnya berbagai praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme  dan cenderung tidak transparan. Fakta membuktikan bahwa praktek KKN tidak ada (jarang ditemukan) pada BUMN yang telah menjadi perusahaan terbuka (go public).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manfaat Privatisasi BUMN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;BUMN akan menjadi lebih transparan, sehingga dapat mengurangi praktek KKN.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manajemen BUMN menjadi lebih independen, termasuk bebas dari intervensi birokrasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;BUMN akan memperoleh akses pemasaran ke pasar global, selain pasar domestik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;BUMN akan memperoleh modal ekuitas baru berupa fresh money sehingga pengembangan usaha menjadi lebih cepat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;BUMN akan memperoleh transfer of technology, terutama teknologi proses produksi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terjadi transformasi corporate culture dari budaya birokratis yang lamban, menjadi budaya korporasi yang lincah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengurangi defisit APBN, karena dana yang masuk sebagian untuk menambah kas APBN.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;BUMN akan mengalami peningkatan kinerja operasional / keuangan, karena pengelolaan perusahaan lebih efisien.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KONTROVERSI RESTRUKTURISASI DAN PRIVATISASI BUMN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pihak yang setuju dengan privatisasi BUMN berargumentasi &lt;/span&gt;bahwa privatisasi perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja BUMN serta menutup devisit APBN. Dengan adanya privatisasi diharapkan BUMN akan mampu beroperasi secara lebih profesional lagi. Logikanya, dengan privatisasi di atas 50%, maka kendali dan pelaksanaan kebijakan BUMN akan bergeser dari pemerintah ke investor baru. Sebagai pemegang saham terbesar, investor baru tentu akan berupaya untuk bekerja secara efisien, sehingga mampu menciptakan laba yang optimal, mampu menyerap tenaga kerja yang lebih banyak, serta mampu memberikan kontribusi yang lebih baik kepada pemerintah melalui pembayaran pajak dan pembagian dividen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pihak yang tidak setuju dengan privatisasi berargumentasi &lt;/span&gt;bahwa apabila privatisasi tidak dilaksanakan, maka kepemilikan BUMN tetap di tangan pemerintah. Dengan demikian segala keuntungan maupun kerugian sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. Mereka berargumentasi bahwa devisit anggaran harus ditutup dengan sumber lain, bukan dari hasil penjualan BUMN. Mereka memprediksi bahwa defisit APBN juga akan terjadi pada tahun-tahun mendatang. Apabila BUMN dijual setiap tahun untuk menutup defisit APBN, suatu ketika BUMN akan habis terjual dan defisit APBN pada tahun-tahun mendatang tetap akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontroversi privatisasi BUMN juga timbul dari pengertian privatisasi dalam Pasal 1 (12) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 Tentang BUMN yang menyebutkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Privatisasi adalah penjualan saham Persero, baik sebagian maupun seluruhnya, kepada pihak lain dalam rangka meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan, memperbesar manfaat bagi negara dan masyarakat, serta memperluas pemilikan saham oleh masyarakat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pasal tersebut dijelaskan bahwa privatisasi yaitu pernjualan saham sebagian dan seluruhnya, kata seluruhnya inilah yang mengandung kontroversi bagi masayarakat karena apabila dijual saham seuruhnya kepemilkan pemerintah terhadap BUMN tersebut sudah hilang beralih menjadi milik swasta dan beralih, namanya bukan BUMN lagi tetapi perusahaan swasta sehingga ditakutkan pelayan publik ke masyarakat akan ditinggalkan apabila dikelola oleh pihak swasta dan apabila diprivatisasi hendaknya hanya sebagaian maksimal 49% dan pemerintah harus tetap sebagai pemegang saham mayoritas agar aset BUMN tidak hilang dan beralih ke swasta dan BUMN sebagai pelayan publik tetap diperankan oleh pemerintah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu, pemerintah sendiri terdesak untuk melakukan privatisasi guna menutup defisit anggaran. Defisit anggaran selain ditutup melalui utang luar negeri juga ditutup melalui hasil privatisasi dan setoran BPPN. Dengan demikian, seolah-olah privatisasi hanya memenuhi tujuan jangka pendek (menutup defisit anggaran) dan bukan untuk maksimalisasi nilai dalam jangka panjang. Jika pemerintah sudah mengambil langkah kebijakan melakukan privatisasi, secara teknis keterlibatan negara di bidang industri strategis juga sudah tidak ada lagi dan pemerintah hanya mengawasi melalui aturan main serta etika usaha yang dibuat. Secara kongkret pemerintah harus memisahkan fungsi-fungsi lembaga negara dan fungsi bidang usaha yang kadang-kadang memang masih tumpang tindih dan selanjutnya pengelolaannya diserahkan kepada swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta memang menunjukkan bahwa pengelolaan yang dilakukan oleh swasta hasilnya secara umum lebih efisien. Berdasarkan pengalaman negara lain menunjukkan bahwa negara lebih baik tidak langsung menjalankan operasi suatu industri, tetapi cukup sebagai regulator yang menciptakan iklim usaha yang kondusif dan menikmati hasil melalui penerimaan pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, privatisasi dinilai berhasil jika dapat melakukan efisiensi, terjadi penurunan harga atau perbaikan pelayanan. Selain itu, privatisasi memang bukan hanya menyangkut masalah ekonomi semata, melainkan juga menyangkut masalah transformasi sosial. Di dalamnya menyangkut landasan konstitusional privatisasi, sejauh mana privatisasi bisa diterima oleh masyarakat, karyawan dan elite politik (parlemen) sehingga tidak menimbulkan gejolak.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:times new roman;font-size:12;"   lang="FR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TIGA LANGKAH MENDESAK UNTUK DILAKUKAN PEMERINTAH DALAM MASALAH RESTRUKTURISASI DAN PRIVATISASI BUMN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Mengubah orientasi pelaksanaan program privatisasi dari berjangka pendek menjadi berjangka panjang. Artinya, pelaksanan program privatisasi tidak hanya ditujukan untuk memancing masuknya investor asing dan tercapainya target penerimaan anggaran negara, tetapi langsung diarahkan untuk membangun landasan yang kuat bagi perkembangan perekonomian nasional &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Segera menerbitkan UU Privatisasi yang dapat menjamin berlangsungnya proses privatisasi secara demokratis dan transparan. Dalam UU Privatisasi ini hendaknya tidak hanya diatur mengenai proses privatisasi BUMN, tetapi harus mencakup pula proses privatisasi BUMD dan harta publik lainnya. Semua itu tidak hanya diperlukan untuk melindungi kepentingan publik, tapi juga untuk memperjelas peranan negara dalam pengelolaan perekonomian nasional. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Segera membubarkan kantor menteri Negara BUMN dan mengubahnya menjadi sebuah badan otonom dengan nama Badan Penyehatan dan Privatisasi BUMN (BPP-BUMN). Badan yang memiliki kedudukan sederajat dengan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) ini, tidak hanya bertugas untuk menjual BUMN, tetapi terutama didorong untuk mengutamakan peningkatan kinerja BUMN agar benar-benar bermanfaat bagi masa depan perekonomian Indonesia.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-2994707593306324738?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/2994707593306324738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/restrukturisasi-dan-privatisasi-bumn.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/2994707593306324738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/2994707593306324738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/restrukturisasi-dan-privatisasi-bumn.html' title='RESTRUKTURISASI DAN PRIVATISASI BUMN'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-1300007163555312851</id><published>2009-05-16T06:22:00.000-07:00</published><updated>2009-05-16T08:20:18.368-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Utang Luar Negeri Indonesia'/><title type='text'>MAKALAH UTANG LUAR NEGERI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;Penyebab Utang Luar Negeri &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Utang Luar Negeri merupakan konsekuensi biaya yang harus dibayar  sebagai akibat pengelolaan perekonomian yang compang-camping yang dimulai saat kepemimpinan orde baru dan ditambah lagi proses pemulihan ekonomi yang tidak komprehensif dan konsisten.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daftar Negara/Lembaga Kreditor (Pemberi Utang Luar Negeri) terbesar Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; 1. Jepang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     45,5% atau 29.8 miliar USD* atau Rp 358 triliun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; 2. ADB (Asian Development Bank)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     16,4% atau 10.8 miliar USD atau Rp 129 triliun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; 3. World Bank (Bank Dunia)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      13.6% atau 8.9 miliar USD atau Rp 107 triliun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; 4. Jerman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     4.7% atau 3.1 miliar USD atau Rp 37 triliun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; 5. Amerika Serikat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     3.7% atau 2.3 miliar USD atau Rp 28 triliun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; 6. Inggris&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     1.7% atau 1.1 miliar USD atau Rp 13 triliun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; 7. Negara/lembaga lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     14.6% atau 9.6 miliar USD atau Rp 115 triliun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Data Utang Luar Negeri Indonesia (2001-2009** )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; * 2001 : 58,791 miliar USD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Tambahan Utang (5,51 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (4,24 miliar USD)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; * 2002 : 63,763 miliar USD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Tambahan Utang (5,65 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (4,57 miliar USD)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; * 2003 : 68,914 miliar USD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Tambahan Utang (5,22 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (4.96 miliar USD)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; * 2004 : 68,575 miliar USD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Tambahan Utang (2,60 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (5,22 miliar USD)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; * 2005 : 63,094 miliar USD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Tambahan Utang (5,54 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (5,63 miliar USD)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; * 2006 : 62,02 miliar USD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Tambahan Utang (3,66 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (5,79 miliar USD)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; * 2007 : 62,25 miliar USD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Tambahan Utang (4.01 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (6,32 miliar USD)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; * 2008 : 65,446 miliar USD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Tambahan Utang (3,89 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (5,87 miliar USD)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; * 2009*: 65,7 miliar USD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Tambahan Utang (????), cicilan utang + bunga (&gt;5 miliar USD)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; * 1 USD = Rp 12.000 (asumsi rata-rata) -&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;** Data Utang Indonesia per 31 Januari 2009. www.dmo.or.id atau Perkembangan Utang Pemerintah 2001-2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TIGA KOMPONEN BIAYA YANG HARUS DIPENUHI PEMERINTAH SEBAGAI PEMINJAM &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Biaya di muka (front and fee)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Biaya bunga (interest) yang harus disesuaikan dengan London Interest Bond and Obligation Rate (LIBOR)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Biaya komitmen (commitment fee) yang harus dibayarkan jika pemerintah terlambat (sesuai jadwal yang disepakati) melakukan pencairan pinjaman&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di antara tiga biaya yang sangat memberatkan itu, biaya front and fee dan commitment fee adalah biaya-biaya yang tidak tampak atau jelas ke mana alirannya. Biaya front and fee yang harus dikeluarkan pemerintah atau negara peminjam sebesar 1 persen dari total pinjaman yang diajukan ini tidak jelas untuk apa ditujukan, sebab segala hal yang berkaitan dengan urusan pinjam-meminjam telah terdapat biaya operasionalnya masing-masing. Karena itu, biaya di muka selama Indonesia terlibat dalam urusan utang luar negeri dengan pihak lender, selain sangat sulit untuk dilacak dan merugikan negara, bisa jadi telah terjadi “permainan” antara pihak-pihak yang terlibat dalam proses ini dan Bank Dunia. Oleh karena itu, proyek-proyek yang dibiayai utang semacam ini, sebelum terjadi loan agreement, telah menguap, dan inilah yang menurut perhitungan ekonomis tidak dapat dipertanggungjawabkan. Akibatnya, kaitan antara pinjaman yang diterima dan tujuan penanggulangan kemiskinan secara nasional menjadi sangat lemah dan hanya menguntungkan sekelompok orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-1300007163555312851?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/1300007163555312851/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-utang-luar-negeri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/1300007163555312851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/1300007163555312851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-utang-luar-negeri.html' title='MAKALAH UTANG LUAR NEGERI'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-8104025451721493428</id><published>2009-05-05T23:35:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T02:05:50.922-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='analisis ekonomi'/><title type='text'>ARTIKEL SISTEM EKONOMI KAPITALISME</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DEFINISI SISTEM EKONOMI KAPITALISME&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem ekonomi kapitalis pada hakikatnya merupakan segala aturan kehidupan masyarakat, termasuk di bidang ekonomi, tidaklah diambil dari agama tetapi sepenuhnya diserahkan kepada manusia, apa yang dipandang memberikan manfaat. Dengan azas manfaat (naf’iyyah) ini, yang baik adalah yang memberikan kemanfaatan material sebesar-besarnya kepada manusia dan yang buruk adalah yang sebaliknya. Sehingga kebahagiaan di dunia ini tidak lain adalah terpenuhinya segala kebutuhan yang bersifat materi, baik itu materi yang dapat diindera dan dirasakan (barang) maupun yang tidak dapat diindera tetapi dapat dirasakan (jasa).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Ciri-ciri Ekonomi Kapitalisme : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="sv-SE"&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi dimana Pemilikan alat-alat produksi di tangan individu dan Inidividu bebas memilih pekerjaan/ usaha yang dipandang baik bagi dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="sv-SE"&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar dimana Pasar berfungsi memberikan “signal” kepda produsen dan konsumen dalam bentuk harga-harga. Campur tangan pemerintah diusahakan sekecil mungkin. “The Invisible Hand” yang mengatur perekonomian menjadi efisien. Motif yang menggerakkan perekonomian mencari laba &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="sv-SE"&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus, yang selalu mengejar kepentingan sendiri. Paham individualisme didasarkan materialisme, warisan zaman Yunani Kuno (disebut hedonisme).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Kebaikan-kebaikan Ekonomi Kapitalisme:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="sv-SE"&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lebih efisien dalam  memanfaatkan sumber-sumber daya dan distribusi barang-barang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="sv-SE"&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kreativitas  masyarakat menjadi tinggi karena adanya kebebasan melakukan segala  hal yang terbaik dirinya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="sv-SE"&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pengawasan politik  dan sosial minimal, karena tenaga waktu dan biaya yang diperlukan  lebih kecil.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Kelemahan-kelemahan Ekonomi Kapitalisme&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="sv-SE"&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tidak ada  persaingan sempurna. Yang ada persaingan tidak sempurna dan  persaingan monopolistik. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sistem harga gagal mengalokasikan sumber-sumber secara efisien, karena adanya faktor-faktor eksternalitas (tidak memperhitungkan yang menekan upah buruh dan lain-lain&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Roy Davies dan Glyn Davies (1996), dalam buku &lt;em&gt;The History of Money From Ancient time oi Present Day,&lt;/em&gt; menguraikan bahwa sepanjang Abad 20 telah terjadi lebih 20 kali krisis besar yang melanda banyak negara. Fakta ini menunjukkan bahwa rata-rata setiap lima tahun terjadi krisis keuangan hebat yang mengakibatkan penderitaan bagi ratusan juta umat manusia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Krisis yang menimpa AS mulai tampak dari indeks saham melorot tajam. Sejumlah perusahaan keuangan raksasa dunia bangkrut. Perusahaan perkreditan rumah Fannie Mae dan Freddie Mac yang memberi garansi utang senilai 5,3 triliun dolar AS atau separuh lebih dari utang perkreditan rumah di AS pun ambruk. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Pada akhir masa jabatannya, Presiden George W. Bush harus berjibaku menyelamatkan dua perusahaan tersebut dengan menggelontorkan uang dari kas pajak warga negaranya sebesar 200 miliar dolar AS. Bukan hanya itu, Lehman Brothers, salah satu perusahaan investasi bank AS terbesar juga gulung tikar. Inilah akhir nasib bank terbesar dan tertua yang berdiri tahun 1844. Padahal pada 2007 Lehman masih melaporkan jumlah penjualan sebesar 57 miliar dolar AS. Bahkan Maret lalu Majalah&lt;em&gt; Business Week&lt;/em&gt; masih sempat menempatkan perusahaan tersebut sebagai salah satu dari 50 perusahaan papan atas pada tahun 2008. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Perusahaan investasi lain, seperti Merril Lynch, yang bertahun-tahun sempat menjadi raksasa Wall Street, juga bernasib sama. Begitu pula AIG, salah satu perusahaan asuransi terbesar, yang memohon suntikkan dana darurat sebesar 40 miliar dolar AS dari pemerintah AS untuk menghindari kebangkrutan total. Majalah &lt;em&gt;Wall Street Journal &lt;/em&gt;menyebutnya dengan kata-kata, "&lt;em&gt;Sistem keuangan Amerika terguncang hingga ke pusarnya."&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Akibat krisis itu, sejumlah institusi keuangan mengalami kerugian yang tidak sedikit; di AS mencapai 300 miliar dolar AS, sedangkan di negara-negara lain diperkirakan 550 miliar dolar AS. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Untuk mengatasi krisis tersebut, sejumlah negara, termasuk AS, mulai menggelontorkan dana miliaran dolar AS ke pasar modal. Cara itu dianggap mampu menopang pasar dan mem-&lt;em&gt;backup&lt;/em&gt; likuiditas agar bisa menggerakkan aktivitas ekonomi. Bahkan sebagian ada yang mengintervensi langsung sampai pada level nasionalisasi sebagian bank, seperti terjadi di Inggris. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Penyebab krisis ekonomi negeri Paman Sam adalah penumpukan hutang nasional yang mencapai 8.98 triliun dolar AS, pengurangan pajak korporasi dan pembengkakan biaya perang Irak dan Afganistan. Yang paling krusial adalah &lt;em&gt;subprime mortgage&lt;/em&gt;, yakni kerugian surat berharga properti sehingga membangkrutkan Lehman Brothers, Merryl Lynch, Goldman Sachs, Northern Rock, UBS dan Mitsubishi UF.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Krisis yang menimpa AS tersebut mendapat sorotan tajam dari media massa di Eropa, seperti dikutip dalam &lt;em&gt;Pinara.net&lt;/em&gt;. Misalnya, harian Italia &lt;em&gt;La Republica &lt;/em&gt;yang terbit di Roma berkomentar, "Saat ini Amerika Serikat dilanda resesi yang sangat serius dan menyakitkan. Kini pertanyaanya, seburuk apa fase krisis ini, dan apakah akan dapat meruntuhkan ekonomi Amerika Serikat secara mendadak?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Lebih lanjut&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;harian negeri sepak bola itu mengungkapkan, masyarakat&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Eropa, terutama  Bank Sentral Eropa, menyadari hal itu merupakan ilusi dan tetap mengharapkan masih dapat melindungi kawasannya atau menepis dampak dari krisis berat ekonomi di Amerika Serikat. Namun, dalam krisis yang terjadi pada 2008 ini, Eropa tidak akan lagi mampu menahan dampak krisis ekonomi dari Amerika Serikat dan akan ikut tergilas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Harian Perancis &lt;em&gt;Dernieres Nouvelles d'Alsace&lt;/em&gt; yang terbit di Strassburg juga mengomentari dengan tajam krisis ekonomi dunia. "Di Jerman, serikat buruh menuntut kenaikan gaji sampai 8 persen untuk mengimbangi daya beli yang terus menurun. Di Prancis menurunnya daya beli juga menjadi topik bahasan." &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Harian itu menyatakan, kenyataannya penurunan daya beli ini bukan hanya masalah Prancis saja, tapi juga dialami seluruh negara Eropa. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi terkoreksi ke bawah. "Krisis kredit di Amerika Serikat menunjukkan betapa rentannya globalisasi moneter," tulis harian tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Imbas krisis global juga dirasakan Jerman. Harian yang beredar di Jerman, &lt;em&gt;Der Tagesspiegel&lt;/em&gt;,&lt;em&gt; &lt;/em&gt;yang terbit di Berlin berkomentar, "Jika tidak seluruh ketakutan menjadi kenyataan, sekarang terlihat betapa buruknya persiapan Jerman menghadapi penurunan konjunktur…Negara tidak mampu lagi mengembalikan kemampuannya untuk bertindak. Politik secara keseluruhan gagal mengambil manfaat dari laju konjunktur. Asuransi kesehatan, yayasan dana pensiunan dan pasaran kerja tidak lagi kebal dari krisis."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Sorotan tajam media itu menjadi bukti bahwa krisis ekonomi kali ini imbasnya sangat besar. Ketakutan terhadap krisis yang lebih besar kini menyelimuti hampir sebagai besar negara-negara di dunia.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-8104025451721493428?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/8104025451721493428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/artikel-sistem-ekonomi-kapitalisme.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/8104025451721493428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/8104025451721493428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/artikel-sistem-ekonomi-kapitalisme.html' title='ARTIKEL SISTEM EKONOMI KAPITALISME'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-4707300675113330526</id><published>2009-05-05T11:25:00.000-07:00</published><updated>2009-05-05T11:38:05.359-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='analisis ekonomi'/><title type='text'>MAKNA/ARTI GLOBALISASI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Globalisasi &lt;/span&gt;sebenarnya bukanlah suatu fenomena baru dalam sejarah peradaban dunia. Sebelum kemunculan negara-bangsa (nation-state),perdagangan dan migrasi lintas benua telah sejak lama berlangsung.Jauh sebelumnya, perdagangan regional telah membuat interaksi antarsuku bangsa terjadi secara alamiah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berbagai Definisi Globalisasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Globalisasi sebagai sebuah fenomena multi dimensi pada titik tertentu melahirkan berbagai perspektif. Pada satu sisi para ilmuwan menganggap bahwa globalisasi adalah sebuah paradigrma ilmu (grand theory) dalam keilmuan sosial saja, padahal jika kita melihat aspek yang lebih luas dari pada globalisasi maka implikasi yang ditimbulkan globalisasi juga mengarah pada perubahan yang signifikan terhadap pola perkembangan sains dan teknologi dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah konsep Globalisasi selalu identik dengan konsep pengurangan kedaulatan sebuah negara, penghilangan batas wilayah sebuah negara, kecanggihan teknologi, penyempitan ruang dunia dan pengembangan transaksi perdagangan berdasarkan kepada pemikiran perdagangan bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan sosiolog Jepang, Kenichi Ohmae misalnya globalisasi bukan saja membawa ideologi yang bersifat global dalam hal ini demokrasi liberal, tetapi juga turut mengancam proses pembentukan negara bangsa, karena globalisasi pada intinya ingin mewujudkan negara tanpa batas (Borderless).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada awal 1970-an perkembangan kapitalisme mencapai tahap keemasan dan pola perkembangan teknologi pada saat itu banyak mengadopsi perkembangan teknologi tinggi (high technology) akan tetapi ketika di-era 1990-an globalisasi datang maka pola perkembangan teknologi berubah menjadi lebih humanis dan penuh cita rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Implikasi Globalisasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah pendekatan yang mempunyai implikasi multi dimensi tentunya globalisasi juga akan multi implikasi, sebagai contoh misalnya dalam konteks perkembangan ilmu sosial secara tidak langsung juga akan berimplikasi pada perubahan dalam dunia sains dan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir abad 18 dan awal abad 19 ketika mesin uap diperkenalkan, masa itulah logika kapitalisme sebagai sebuah ideologi ekonomi mulai diperkenalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian lain, secara konkrit dalam dimensi politik terdapat dua akibat dari penemuan mesin uap tersebut, pertama, terjadinya persaingan untuk menguasai tanah antar tuan tanah dan kedua, berkembanganya paham kapitalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat dari kapitalisme tersebut kemudian pendekatan dalam ilmu sosial bergerak lebih jauh dengan munculnya anti tesa dari kapitalisme yaitu pendekatan marxisme, sebuah pendekatan yang mencoba memutus tali rantai dan meretas pola serakahisme manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era tahun 1970-an, kapitalisme mencapai tahap keemasan, sebuah tahap dimana pembangunan dunia terutama negara-negara membangun dan sedang membangun harus masuk dalam skenario modernisasi, fokus dari modernisasi negara dunia ketiga kala itu ialah pembangunan berbasis high technology.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era itula yang kemudian melahirkan sebuah skenario pembangunan dalam ketergantungan (dependent development) antara negara dunia ketiga dan negara maju. Pada bagian lain, tahapan inilah yang kemudian melahirkan sebuah anti tesa baru terhadap pendekatan ilmu sosial secara umum, yang disebut sebagai pendekatan neo-marxisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pada tahap awal antitesa ini berupa kampanye untuk menghilangkan serakahimse manusia dalam dimensi ekonomi, maka pada tahap lanjut neo-marxisme mengajak untuk negara-negara dunia ketiga keluar dari skenario pembangunan dalam ketergantungan (dependent development) melalui kemandirian ekonomi dan membina jaringan yang lebih kokoh antar negara-negara dunia ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks dunia teknologi, di era 1970-an akibat dari menifestasi pembangunan dalam ketergantungan (dependent development) tersebut, negara-negara dunia ketiga lebih mengutamakan pengembangan teknologi berat seperti mesin dan industri manufaktur dan sedikit melupakan basis humanisme dalam pengembangan teknologi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dimensi lanjut, globalisasi sebenarnya juga menghasilkan pendekatan yang tidak hanya bersifat ilmu sosial-ansich akan tetapi juga menyalak dan menyentuh persoalan perkembangan ilmu-ilmu sains dan teknologi. Secara minimal pengaruh tersebut termanifestasi dalam perubahan-perubahan paradigma kebijakan negara yang timbul akibat dari tekanan perkembangan globalisasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini yang kontras, ketika globalisasi menjadi sebuah pendekatan utama dalam ilmu sosial maka pola-pola perkembangan teknologi secara dramatis berubah, perkembangan teknologi di era sekarang sangat detail memperhatikan aspek humanisme dan tidak hanya berbicara teknologi saja akan tetapi juga memperhatikan aspek seni dan estetika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh HP atau hand phone pada masa kini tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi (telpon dan sms) saja, lebih dari pada itu, para vendor perusahaan HP sekarang tidak lagi berkompetisi dari sisi kegunaaan ada semangat kompetisi berbasis budaya ’cita rasa’ dalam setiap penciptaan Hp tersebut sebagai contoh Blackberry dan Communicator. Hal konkrit diatas inilah yang merupakan akibat dari pendekatan globalisasi yang memasuki ranah pengembangan teknologi. Pada simpulan akhir, Globalisasi adalah fenomena multi dimensi yang meretas batas tidak hanya dalam dimensi politik, ekonomi, sosial akan tetapi implikasinya sampai juga pada tahap memengaruhi perkembangan dunia sains dan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-4707300675113330526?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/4707300675113330526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/maknaarti-globalisasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/4707300675113330526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/4707300675113330526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/maknaarti-globalisasi.html' title='MAKNA/ARTI GLOBALISASI'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-5578422057233407494</id><published>2009-05-04T22:53:00.000-07:00</published><updated>2009-05-17T22:22:42.506-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='analisis ekonomi'/><title type='text'>ARTIKEL SISTEM PERBANKAN SYARIAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Definisi Perbankan Syariah&lt;/span&gt; dapat diartikan sebagai suatu sistem perbankan yang dikembangkan berdasarkan syariah (hukum) islam. Usaha pembentukan sistem ini didasari oleh larangan dalam agama islam untuk memungut maupun meminjam dengan bunga atau yang disebut dengan riba serta larangan investasi untuk usaha-usaha yang dikategorikan haram (misal: usaha yang berkaitan dengan produksi makanan/minuman haram, usaha media yang tidak islami dll), dimana hal ini tidak dapat dijamin oleh sistem perbankan konvensional.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BEBERAPA PRINSIP/HUKUM YANG DIANUT OLEH SISTEM PERBANKAN SYARIAH ANTARA LAIN :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Pembayaran terhadap pinjaman dengan nilai yang berbeda dari nilai pinjaman dengan nilai ditentukan sebelumnya tidak diperbolehkan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Pemberi dana harus turut berbagi keuntungan dan kerugian sebagai akibat hasil usaha institusi yang meminjam dana.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Islam tidak memperbolehkan "menghasilkan uang dari uang". Uang hanya merupakan media pertukaran dan bukan komoditas karena tidak memiliki nilai intrinsik.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Unsur Gharar (ketidakpastian, spekulasi) tidak diperkenankan. Kedua belah pihak harus mengetahui dengan baik hasil yang akan mereka peroleh dari sebuah transaksi.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Investasi hanya boleh diberikan pada usaha-usaha yang tidak diharamkan dalam islam. Usaha minuman keras misalnya tidak boleh didanai oleh perbankan syariah. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SEJARAH PERKEMBANGAN BANK SYARIAH DI INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbankan syariah di Indonesia, pertama kali dipelopori oleh Bank Muamalat Indonesia yang berdiri pada tahun 1991. Bank ini pada awal berdirinya diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pemerintah serta mendapat dukungan dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan beberapa pengusaha muslim. Pada saat krisis moneter yang terjadi pada akhir tahun 1990,bank ini mengalami kesulitan sehingga ekuitasnya hanya tersisa sepertiga dari modal awal. IDB kemudian memberikan suntikan dana kepada bank ini dan pada periode 1999-2002 dapat bangkit dan menghasilkan laba.&lt;br /&gt;Hingga tahun 2007 terdapat 3 institusi bank syariah di Indonesia yaitu Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri dan Bank Mega Syariah. Sementara itu bank umum yang telah memiliki unit usaha syariah adalah 19 bank diantaranya merupakan bank besar seperti Bank Negara Indonesia (Persero) dan Bank Rakyat Indonesia (Persero).&lt;br /&gt;Sistem syariah juga telah digunakan oleh Bank Perkreditan Rakyat, saat ini telah berkembang 104 BPR Syariah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Prinsip kerja bank syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan/atau pembiayaan kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya yang sesuai dengan syariah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-5578422057233407494?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/5578422057233407494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/artkel-sistem-perbankan-syariah.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/5578422057233407494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/5578422057233407494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/artkel-sistem-perbankan-syariah.html' title='ARTIKEL SISTEM PERBANKAN SYARIAH'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-235454966428371685</id><published>2009-05-04T09:20:00.000-07:00</published><updated>2009-05-04T10:20:05.413-07:00</updated><title type='text'>ARTIKEL PERBANKAN NASIONAL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Krisis perbankan di Indonesia dewasa ini tergolong yang paling parah dan relatif termahal di dunia sepanjang abad lalu.Beban biaya restrukturisasi perbankan nasional yang ditanggung oleh perekonomian  mencapai 47% dari Produk Domestik Bruto (PDB).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DUA PENYEBAB UTAMA KEHANCURAN PERBANKAN INDONESIA YANG DIMULAI SAAT KRISIS EKONOMI 1997&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Terlalu longgarnya aturan perbankan,terutama sejak digulirkannya Paket Oktober 1988 (Pakto 88).Aturan ini memungkinkan langkah mendirikan bank begitu mudahnya,sehingga dalam waktu singkat,jumlah bank menjamur.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bank dan sektor real kian terintegrasi di dalam jalinan kepemilikan seseorang atau sekelompok orang yang sama.Keadaan ini sebenarnya tidak membawa dampak yang terlalu negatif seandainya aturan main ditegakkan.Keadaannya semakin parah mengingat praktik-praktik bisnis dinaungi oleh suatu sistem politik tertutup yang otoriter dan korup. Maka,tatkala terjadi guncangan pada sendi-sendi politik otomatis bangunan usaha,termasuk perbankan,juga turut oleng.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ANALISIS KONDISI PERBANKAN NASIONAL TAHUN 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama periode Februari-Juni 2008 laju pertumbuhan kredit bulanan tercatat sebesar hampir 4 persen, angka ini menurun menjadi hanya sekitar 2 persen pada periode Juli-Desember 2008.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memasuki 2009,&lt;/span&gt; pertumbuhan kredit minus 2,1 persen. Turunnya tingkat pertumbuhan hampir bisa dipastikan juga akan turut mengerek naik jumlah kredit bermasalah (NPL).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab dari melemahnya pertumbuhan kredit adalah seretnya likuiditas. Satu hal yang antara lain diindikasikan dari berkurangnya lebih dari dua kali lipat ekses likuiditas perekonomian yang disimpan dalam Sertifikat Bank Indonesia (SBI), fasilitas BI, dan fine tuning operation (FTO).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pekan terakhir, likuiditas perekonomian memang sedikit tertolong oleh suntikan devisa dari negara-negara yang melakukan billateral swap agreement dengan Indonesia seperti Cina. Tambahan dana sebesar 12 miliar dolar AS juga rencananya akan dihasilkan bila komitmen ASEAN Plus 3 bisa segera direalisasikan. Berbagai suntikan devisa ini akan secara langsung mengurangi tekanan terhadap likuiditas domestik melalui mekanisme uang inti. Selain, suntikan dari luar, arus lalu lintas likuditas domestik juga agaknya banyak terbantu oleh pesta demokrasi Pemilu yang kini tengah hinggar bingar dirayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, aliran likuiditas yang bertambah tidak serta merta bisa diterjemahkan dalam ekspansi kredit. Persoalannya, krisis global juga menyebabkan semakin akutnya segmentasi pasar perbankan domestik, yang menyebabkan suku bunga kredit komersial sulit turun (Baca: Deviasi BI Rate dan Suku Bunga Kredit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai upaya terobosan yang diupayakan BI untuk mengatasi masalah ini, termasuk upaya penciptaan satu pooling fund, belum tanda-tanda menggembirakan. Bank masih saling enggan untuk meminjamkan dananya, karena profil risiko masing-masing yang belum sepenuhnya transparan. Solusi komprehensif segmentasi pasar perbankan ini agaknya harus menunggu sedikit lagi, hingga sah diundangkannya RUU Jaringan Pengaman Sistem Keuangan yang sampai saat ini masih berada di DPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berbagai masalah yang ada, tidak mengherankan bila laju pertumbuhan kredit sepnajang 2009 secara kumulatif bakal melambat di kisaran 15 persen persen. Begitu pula dengan perkiraan laju dana pihak ketiga yang hanya sebesar 11 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sampai sejauh ini, perlambatan pertumbuhan kredit dan pemburukkan NPL tidak berdampak secara serius pada fundamental sistem perbankan domestik secara keseluruhan. Secara rata-rata, perbankan domestik masih memiliki rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio ––CAR) yang lebih dari cukup, sebesar 17 persen. Angka ini jauh di atas angka minimal sebesar 8 persen. Bantalan modal yang besar ini memungkinkan perbankan domestik untuk menyerap berbagai risiko yang mungkin timbul selama 2009. Pada awal 2009, tingkat NPL juga masih relatif terkendali di bawah 5 persen, meski sedikit meningkat dari angka 4 persen pada akhir 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fundamental perbankan yang baik ini merupakan modal yang sangat bernilai untuk mengarungi 2009. Tentu, pada tataran operasional perbankan, perlu ada upaya lebih untuk memperbaiki kinerja efisiensi ––yang saat ini masih tergolong cukup rendah dimana rasio BOPO masih sebesar 80an–– serta manajemen resiko dari masing-masing bank. Sebab dari pengalaman mutakhir yang ada, dalam kasus bank Indover dan Century, runtuhnya suatu bank kerap disebabkan oleh manajemen resiko yang amburadul bahkan kriminal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara bersamaan, upaya perbaikan di skala mikro ini perlu dibarengi oleh upaya di tataran makro berupa konsolidasi perbankan. Konsolidasi yang kerap dilakukan melalui merger selain mengurangi keakutan problem segmentasi pasar perbankan, juga akan mengurangi beban pengawasan otoritas moneter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya lain pada tataran makro yang perlu terus dilanjutkan bahkan diperkuat adalah kebijakan tata kelola yang berhatihati (prudential regulation), termasuk dalam hal transaksi derivatif dan valuta asing yang sudah diterapkan. Kebijakan dari BI ini adalah salah satu yang telah menyelamatkan perbankan nasional hingga saat ini, sehingga perlu untuk diteruskan dan jangan justru dilonggarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping perbaikan manajemen resiko dan tata kelola bank, ada baiknya BI juga memberikan arahan sektoral bagi ekspansi kredit sebagai satu petunjuk operasional perbankan. Guidance ini tentunya harus bersifat spesifik dan berbeda pada masing-masing daerah. Pada titik ini, kantor-kantor BI yang tersebar di hampir seluruh pelosok nusantara harus difungsionalisasikan sebagai ujung tombang dalam memberikan arah sektoral yang bersifat lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Eksistensi perbankan Indonesia akan sangat dipengaruhi oleh kemampuannya membaca perubahan-perubahan di lingkungan eksternalnya, baik pada lingkup nasional maupun internasional.Perbahan-perubahan yang penting untuk dicermati adalah :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Perubahan struktur dan karakter perekonomian nasional sebagai akibat dari perubahan struktur insentif pasca-krisis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;penerapan otonomi daerah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;fenomena globalisasi dan regionalisasi.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-235454966428371685?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/235454966428371685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/artikel-perbankan-nasional.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/235454966428371685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/235454966428371685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/artikel-perbankan-nasional.html' title='ARTIKEL PERBANKAN NASIONAL'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-8229650998572354567</id><published>2009-05-04T06:57:00.000-07:00</published><updated>2009-05-04T08:54:09.854-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='analisis ekonomi'/><title type='text'>ULASAN MENGENAI OTONOMI DAERAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ARTI OTONOMI DAERAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Otonomi daerah adalah suatu keadaan yang memungkinkan daerah dapat mengaktualisasikan segala potensi terbaik yang dimilikinya secara optimal.Dimana untuk mewujudkan keadaan tersebut,berlaku proposisi bahwa pada dasarnya segala persoalan sepatutnya diserahkan kepada daerah untuk mengidentifikasikan,merumuskan,dan memecahkannya,kecuali untuk persoalan-persoalan yang memang tidak mungkin diselesaikan oleh daerah itu sendiri dalam perspektif keutuhan negara-bangsa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PRINSIP-PRINSIP YANG HARUS DIPEGANG DALAM PEMBERIAN OTONOMI DAERAH :&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Penyelenggaraan otonomi daerah dilaksanakan dengan memperhatikan aspek demokrasi,   keadilan, pemerataan serta potensi dan keanekaragaman daerah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Pelaksanaan otonomi daerah didasarkan pada otonomi luas, nyata dan bertanggung jawab&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Pelaksanaan otonomi daerah yang luas dan utuh diletakkan pada daerah kabupaten dan daerah &lt;/span&gt;kota sedang pada daerah propinsi merupakan otonomi yang terbatas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Pelaksanaan otonomi daerah harus sesuai dengan konstitusi negara&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Pelaksanaan otonomi daerah harus lebih mengikatkan kemandirian daerah otonomi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Pelaksanaan otonomi daerah harus lebih meningkatkan peran dan fungsi badan legislatif daerah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Pelaksanaan asas dekonsentrasi diletakkan pada daerah propinsi dalam kedudukannya sebagai daerah administrasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Pelaksanaan asas tugas pembantuan dari pemerintah dan daerah ke desa disertai pembiayaan sarana dan prasarana serta SDM dengan kewajiban melaporkan dan bertanggung jawab kepada yang menugaskan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KENDALA/KETIMPANGAN-KETIMPANGAN YANG SERING TERJADI DALAM PENERAPAN KEBIJAKAN OTONOMI DAERAH :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;High Cost Economic dalam bentuk pungutan-pungutan yang membabi buta. Otonomi daerah dapat berubah sifat menjadi “Anarkisme Financial”&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;High Cost Economic dalam bentuk KKN&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Orientasi Pemda pada Cash Inflow, bukan pendapatan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Pemda bisa menjadi “drakula” bagi anak-anak mereka sendiri yaitu &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;BUMD-BUMD yang berada dibawah naungannya. Modusnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bisa jadi bukan melalui penjualan aset, melainkan melalui kebijakan penguasa daerah yang sulit ditolak oleh jajaran pimpinan BUMD&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Karena terfokus pada penerimaan dana Pemda bisa melupakan kriteria pembuktian berkelanjutan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Munculnya hambatan bagi mobilitas sumber daya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Potensi konflik antar daerah menyangkut pembagian hasil pungutan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Bangkitnya egosentrisme&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Karena derajat keberhasilan otonomi lebih dilandaskan pada aspek-aspek finansial pemerintah daerah bisa melupakan misi dan visi otonomi sebenarnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Munculnya bentuk hubungan kolutif antara eksekutif dan legislatif di daerah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;UPAYA PEJABAT DAERAH UNTUK MENGATASI KETIMPANGAN YANG TERJADI &lt;/span&gt;  &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Pejabat harus dapat melakukan kebijakan tertentu sehingga SDM yang berada di pusat dapat terdistribusi ke daerah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Pejabat harus melakukan pemberdayaan politik warga masyarakat dilakukan melalui pendidikan politik dan keberadaan organisasi swadaya masyarakat, media &lt;/span&gt;massa dan lainnya.&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Pejabat daerah harus bisa bertanggung jawab dan jujur&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Adanya kerjasama antara pejabat dan masyarakat&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Dan yang menjadi prioritas adalah pejabat daerah harus bisa memahami prinsip-prinsip otonomi daerah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ANALISIS LANGKAH-LANGKAH YANG HARUS DIAMBIL PEMERINTAH DALAM MENGONTROL OTONOMI DAERAH :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Merumuskan kerangka hukum yang memenuhi aspirasi untuk otonomi di tingkat propinsi dan sejalan dengan strategi desentralisasi secara bertahap.Untuk itu perlu dipersiapkan revisi UU No.22 dan No.25 ,termasuk usaha sosialisasi besar-besaran pada masyarakat dan parlemen di tingkat pusat maupun daerah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyusun sebuah rencana implementasi desentralisasi dengan memperhatikan faktor-faktor yang menyangkut penjaminan kesinambungan pelayanan pada masyarakat,perlakuan perimbangan antara daerah-daerah,dan menjamin kebijakan fiskal yang berkelanjutan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk mempertahankan momentum desentralisasi,pemerintah pusat perlu menjalankan segera langkah desentralisasi,akan tetapi terbatas pada sektor-sektor yang jelas merupakan kewenangan Kabupaten dan Kota dan dapat segera diserahkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Proses otonomi tidak dapat dilihat sebagai semata-mata tugas dan tanggung jawab dari menteri negara otonomi atau menteri dalam negeri,akan tetapi menuntut koordinasi dan kerjasama dari seluruh bidang dalam kabinet (Ekuin,Kesra &amp;amp; Taskin, dan Polkam).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;                          &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9074133521433289453-8229650998572354567?l=cafe-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/feeds/8229650998572354567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/ulasan-mengenai-otonomi-daerah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/8229650998572354567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9074133521433289453/posts/default/8229650998572354567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/ulasan-mengenai-otonomi-daerah.html' title='ULASAN MENGENAI OTONOMI DAERAH'/><author><name>bayutube86</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08118438060629884628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9074133521433289453.post-5379126317537414169</id><published>2009-05-01T17:13:00.000-07:00</published><updated>2009-05-01T23:56:03.016-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='analisis ekonomi'/><title type='text'>ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KRISIS EKONOMI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Krisis Ekonomi 1997 memporak-porandakan perekonomian global.Tidak memandang perekonomian negara berkembang ataupun negara maju&lt;/span&gt;.Walaupun krisis ini lebih populer dikenal dengan sebutan "KRISIS ASIA",tetapi tidak hanya negara Asia saja yang terkena dampaknya.Semua terkena dampak dari krisis ini.Yang pada akhinya berdampak pada menurunnya kualitas kesejahteraan tiap warga negara.Ini disebabkan sektor moneter tidak pernah,dan tidak akan pernah,lepas kaitan dengan sektor riil.Karena,bagaimanapun,keberadaan sektor moneter dengan segala kebijakan dan berbagai lembaga keuangan yang menopangnya tidak bisa berdiri sendiri.Sehebat dan secanggih apapun sektor ini,pada dasarnya merupakan fasilitator bagi sektor real.Selanjutnya,kita akan melakukan analisis tentang dampak krisis ekonomi bagi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PENYEBAB KRISIS EKONOMI MENURUT IDENTIFIKASI PARA PAKAR :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.&lt;/span&gt;Fenomena productivity gap (kesenjangan produktifitas) yang erat berkaitan dengan lemahnya alokasi aset ataupun faktor-faktor produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 2.&lt;/span&gt;Fenomena diequilibrium trap (jebakan ketidak seimbangan) yang berkaitan dengan ketidakseimbanagan struktur antarsektor produksi&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.&lt;/span&gt;Fenomena loan addiction ( ketergantungan pada hutang luar negeri) yang berhubungan dengan perilaku para pelaku bisnis yang cenderung memobilisasi dana dalam bentuk mata uang asing (foreign currency)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DAMPAK KRISIS EKONOMI BAGI INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada Juni 1997, Indonesia terlihat jauh dari krisis. Tidak seperti Thailand, Indonesia memiliki inflasi yang rendah, perdagangan surplus lebih dari 900 juta dolar, persediaan mata uang luar yang besar, lebih dari 20 milyar dolar, dan sektor bank yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Tapi banyak perusahaan Indonesia banyak meminjam dolar AS. Di tahun berikut, ketika rupiah menguat terhadap dolar, praktisi ini telah bekerja baik untuk perusahaan tersebut — level efektifitas hutang mereka dan biaya finansial telah berkurang pada saat harga mata uang lokal meningkat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Pada Juli, Thailand megambangkan baht, Otoritas Moneter Indonesia melebarkan jalur perdagangan dari 8 persen ke 12 persen. Rupiah mulai terserang kuat di Agustus. Pada 14 Agustus 1997, pertukaran floating teratur ditukar dengan pertukaran floating-bebas. Rupiah jatuh lebih dalam. IMF datang dengan paket bantuan 23 milyar dolar, tapi rupiah jatuh lebih dalam lagi karena ketakutan dari hutang perusahaan, penjualan rupiah, permintaan dolar yang kuat. Rupiah dan Bursa Saham Jakarta menyentuh titik terendah pada bulan Septemer. Moody’s menurunkan hutang jangka panjang Indonesia menjadi “junk bond”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Meskipun krisis rupiah dimulai pada Juli dan Agustus, krisis ini menguat pada November ketika efek dari devaluasi di musim panas 
